Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 26 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) turun langsung memadamkan kebakaran lahan di Jalan Parit Demang Gang Akasia Indah, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Sabtu (25/7/2026) malam.
Kebakaran tersebut menjadi salah satu titik api yang mulai terpantau di wilayah Kota Pontianak seiring meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau.
Di sela proses pemadaman, Edi menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tidak akan memberikan toleransi kepada pelaku pembakaran lahan. Penegasan itu disampaikan setelah ditemukan titik api di kawasan Jalan Perdana yang merambat hingga ke wilayah Parit Demang dan langsung ditangani tim gabungan.
Selain memadamkan api, petugas juga tengah menyelidiki penyebab kebakaran sekaligus memburu pihak yang diduga sengaja membakar lahan. Edi pun mengajak masyarakat berperan aktif dengan melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan.
"Siapa pun yang mengetahui pelaku pembakaran lahan, silakan laporkan kepada Tim Satgas Pencegahan Kebakaran Lahan. Kami akan tindak lanjuti sesuai aturan. Kali ini kami tidak main-main karena kebakaran lahan sangat mengganggu aktivitas masyarakat," tegasnya.
Menurut Edi, proses pemadaman akan terus dilakukan hingga malam hari agar api tidak meluas ke kawasan lainnya. Ia mengingatkan bahwa lahan gambut di sejumlah wilayah Pontianak masih memiliki potensi tinggi terbakar selama musim kemarau.
Karena itu, masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Utara, diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.
"Kalau ada warga yang terbukti membakar lahan, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku dan lahannya akan kami segel. Tidak ada kompromi," ucapnya.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Pontianak akan memperkuat upaya antisipasi mulai pekan depan dengan membangun tampungan air di sejumlah titik strategis. Tampungan tersebut akan ditempatkan di kawasan parit Jalan Perdana, Sepakat II, Serdam, hingga Pontianak Utara untuk mempermudah proses pemadaman apabila kembali terjadi kebakaran.
Selain itu, patroli rutin juga akan dilakukan setiap hari guna memastikan tidak muncul titik api baru di wilayah Kota Pontianak.
"Kami akan melakukan patroli setiap hari. Tujuannya agar titik api bisa segera diketahui dan ditangani sebelum meluas," kata Edi.
Dari sisi kesiapan personel, Edi memastikan armada dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak dalam kondisi siaga. Pemkot juga akan melibatkan pemadam kebakaran swasta sebagai dukungan apabila terjadi kebakaran dengan skala yang lebih besar.
Menurutnya, meski musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran lahan, sebagian besar kejadian bukan disebabkan faktor alam.
"Saat ini memang musim kemarau, tetapi saya meyakini sekitar 99,9 persen kebakaran lahan disebabkan oleh ulah manusia atau sengaja dibakar," pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) turun langsung memadamkan kebakaran lahan di Jalan Parit Demang Gang Akasia Indah, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Sabtu (25/7/2026) malam.
Kebakaran tersebut menjadi salah satu titik api yang mulai terpantau di wilayah Kota Pontianak seiring meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau.
Di sela proses pemadaman, Edi menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tidak akan memberikan toleransi kepada pelaku pembakaran lahan. Penegasan itu disampaikan setelah ditemukan titik api di kawasan Jalan Perdana yang merambat hingga ke wilayah Parit Demang dan langsung ditangani tim gabungan.
Selain memadamkan api, petugas juga tengah menyelidiki penyebab kebakaran sekaligus memburu pihak yang diduga sengaja membakar lahan. Edi pun mengajak masyarakat berperan aktif dengan melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan.
"Siapa pun yang mengetahui pelaku pembakaran lahan, silakan laporkan kepada Tim Satgas Pencegahan Kebakaran Lahan. Kami akan tindak lanjuti sesuai aturan. Kali ini kami tidak main-main karena kebakaran lahan sangat mengganggu aktivitas masyarakat," tegasnya.
Menurut Edi, proses pemadaman akan terus dilakukan hingga malam hari agar api tidak meluas ke kawasan lainnya. Ia mengingatkan bahwa lahan gambut di sejumlah wilayah Pontianak masih memiliki potensi tinggi terbakar selama musim kemarau.
Karena itu, masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Utara, diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.
"Kalau ada warga yang terbukti membakar lahan, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku dan lahannya akan kami segel. Tidak ada kompromi," ucapnya.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Pontianak akan memperkuat upaya antisipasi mulai pekan depan dengan membangun tampungan air di sejumlah titik strategis. Tampungan tersebut akan ditempatkan di kawasan parit Jalan Perdana, Sepakat II, Serdam, hingga Pontianak Utara untuk mempermudah proses pemadaman apabila kembali terjadi kebakaran.
Selain itu, patroli rutin juga akan dilakukan setiap hari guna memastikan tidak muncul titik api baru di wilayah Kota Pontianak.
"Kami akan melakukan patroli setiap hari. Tujuannya agar titik api bisa segera diketahui dan ditangani sebelum meluas," kata Edi.
Dari sisi kesiapan personel, Edi memastikan armada dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak dalam kondisi siaga. Pemkot juga akan melibatkan pemadam kebakaran swasta sebagai dukungan apabila terjadi kebakaran dengan skala yang lebih besar.
Menurutnya, meski musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran lahan, sebagian besar kejadian bukan disebabkan faktor alam.
"Saat ini memang musim kemarau, tetapi saya meyakini sekitar 99,9 persen kebakaran lahan disebabkan oleh ulah manusia atau sengaja dibakar," pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini