Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 05 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Aksi cepat seorang petugas keamanan bernama Hendrianusapta (23) menggagalkan dugaan pencurian helm di Klinik Pratama Pacificus Bos, Jalan Merdeka, Pontianak, menjadi perhatian publik. Meski sempat dipukul dan terlibat baku hantam dengan pelaku, ia tetap mengejar hingga berhasil mengamankan salah satu terduga pelaku.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, Hendri sedang berbincang dengan rekannya di dalam klinik. Namun, pantulan kaca pintu membuatnya melihat gerak-gerik mencurigakan dua pria yang berada di area parkir.
Petugas keamanan yang baru sekitar delapan bulan bertugas di klinik tersebut langsung keluar setelah melihat salah seorang pria diduga mengambil helm milik pengunjung.
“Saya lagi di dalam ngobrol sama kawan. Tidak lama saya lihat pantulan dari kaca pintu ada yang mencurigakan. Pas keluar, saya lihat dia langsung ambil helm, langsung saya kejar,” kata Hendri saat ditemui, Rabu (5/8/2026).
Pengejaran berlangsung hingga ke tepi jalan. Di lokasi itu, salah seorang terduga pelaku memberikan perlawanan dengan memukul Hendri menggunakan tangan hingga helm.
“Lari sambil berantem di tepi jalan. Saya dipukul, saya tangkis, terus saya pukul balik. Saya minta tolong sama orang di sekitar. Satu pelaku jatuh, sementara temannya berhasil kabur,” ujarnya.
Setelah berhasil melumpuhkan pelaku, Hendri sempat memborgolnya. Namun borgol yang digunakan ternyata sudah rusak karena lama tidak dipakai.
“Saya borgol, ternyata borgolnya lepas. Akhirnya saya pegang terus, lalu ada pegawai klinik yang bantu kasih isolasi untuk mengikat tangan dan kakinya,” ungkapnya.
Aksi penangkapan tersebut sontak mengundang perhatian warga. Suasana sempat memanas karena sejumlah warga yang datang ingin menghakimi terduga pelaku. Namun Hendri memilih menenangkan massa agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Orang ramai minta dibuka (pagar) waktu saya amankan (pelaku), mau diamuk massa. Saya bilang jangan, tahan-tahan saja,” katanya.
Meski baru pertama kali menghadapi situasi seperti itu, Hendri mengaku tidak sempat merasa takut. Baginya, menghadapi risiko merupakan konsekuensi dari profesinya sebagai petugas keamanan.
“Tidak ada rasa takut, namanya tugas. Pakai pakaian dinas, ya harus siap dengan risikonya, dipukul atau apa pun,” tegasnya.
Saat ini, dua orang terduga pelaku telah diamankan oleh pihak berwajib. Menurut Hendri, keduanya masih berusia relatif muda. Salah satunya diperkirakan berusia sekitar 20 tahun, sementara seorang lainnya yang sempat melarikan diri berusia lebih tua.
Pria asal Kabupaten Landak itu berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran sekaligus memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan. Di sisi lain, ia mengaku tetap merasa iba sehingga berusaha mencegah warga menghakimi pelaku.
“Mudah-mudahan ini jadi efek jera. Saya juga kasihan sebenarnya, makanya kemarin saya tidak kasih massa menghakimi,” tuturnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Aksi cepat seorang petugas keamanan bernama Hendrianusapta (23) menggagalkan dugaan pencurian helm di Klinik Pratama Pacificus Bos, Jalan Merdeka, Pontianak, menjadi perhatian publik. Meski sempat dipukul dan terlibat baku hantam dengan pelaku, ia tetap mengejar hingga berhasil mengamankan salah satu terduga pelaku.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, Hendri sedang berbincang dengan rekannya di dalam klinik. Namun, pantulan kaca pintu membuatnya melihat gerak-gerik mencurigakan dua pria yang berada di area parkir.
Petugas keamanan yang baru sekitar delapan bulan bertugas di klinik tersebut langsung keluar setelah melihat salah seorang pria diduga mengambil helm milik pengunjung.
“Saya lagi di dalam ngobrol sama kawan. Tidak lama saya lihat pantulan dari kaca pintu ada yang mencurigakan. Pas keluar, saya lihat dia langsung ambil helm, langsung saya kejar,” kata Hendri saat ditemui, Rabu (5/8/2026).
Pengejaran berlangsung hingga ke tepi jalan. Di lokasi itu, salah seorang terduga pelaku memberikan perlawanan dengan memukul Hendri menggunakan tangan hingga helm.
“Lari sambil berantem di tepi jalan. Saya dipukul, saya tangkis, terus saya pukul balik. Saya minta tolong sama orang di sekitar. Satu pelaku jatuh, sementara temannya berhasil kabur,” ujarnya.
Setelah berhasil melumpuhkan pelaku, Hendri sempat memborgolnya. Namun borgol yang digunakan ternyata sudah rusak karena lama tidak dipakai.
“Saya borgol, ternyata borgolnya lepas. Akhirnya saya pegang terus, lalu ada pegawai klinik yang bantu kasih isolasi untuk mengikat tangan dan kakinya,” ungkapnya.
Aksi penangkapan tersebut sontak mengundang perhatian warga. Suasana sempat memanas karena sejumlah warga yang datang ingin menghakimi terduga pelaku. Namun Hendri memilih menenangkan massa agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Orang ramai minta dibuka (pagar) waktu saya amankan (pelaku), mau diamuk massa. Saya bilang jangan, tahan-tahan saja,” katanya.
Meski baru pertama kali menghadapi situasi seperti itu, Hendri mengaku tidak sempat merasa takut. Baginya, menghadapi risiko merupakan konsekuensi dari profesinya sebagai petugas keamanan.
“Tidak ada rasa takut, namanya tugas. Pakai pakaian dinas, ya harus siap dengan risikonya, dipukul atau apa pun,” tegasnya.
Saat ini, dua orang terduga pelaku telah diamankan oleh pihak berwajib. Menurut Hendri, keduanya masih berusia relatif muda. Salah satunya diperkirakan berusia sekitar 20 tahun, sementara seorang lainnya yang sempat melarikan diri berusia lebih tua.
Pria asal Kabupaten Landak itu berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran sekaligus memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan. Di sisi lain, ia mengaku tetap merasa iba sehingga berusaha mencegah warga menghakimi pelaku.
“Mudah-mudahan ini jadi efek jera. Saya juga kasihan sebenarnya, makanya kemarin saya tidak kasih massa menghakimi,” tuturnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini