Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 07 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak mulai menata Parit Tokaya untuk mengembalikan fungsi drainase agar lebih optimal. Penataan dilakukan melalui pembersihan, normalisasi, evaluasi jembatan yang menghambat aliran air, hingga penertiban sempadan parit.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pemkot Pontianak berkomitmen menjaga seluruh parit agar tetap berfungsi dengan baik. Parit Tokaya menjadi salah satu prioritas karena merupakan parit primer dengan daerah tangkapan air (catchment area) yang cukup luas.
"Ada beberapa jembatan yang akan kita bongkar. Jadi nanti kalau hujan tidak ada hambatan, air dan alat amfibi kita bisa melakukan perawatan secara rutin," ujarnya saat meninjau proses penataan, Jumat (7/8/2026).
Selain membongkar sejumlah jembatan, Pemkot Pontianak juga akan menata ulang beberapa jembatan lain yang berada di atas Parit Tokaya agar tidak mengganggu aliran air maupun proses pemeliharaan.
Edi mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan parit dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, sampah menjadi salah satu penyebab utama terganggunya fungsi drainase.
"Kami berharap warga Kota Pontianak sama-sama menjaga kota ini dari tidak berfungsinya parit karena sampah," katanya.
Ia menambahkan, Pemkot Pontianak juga akan meninjau kembali garis sempadan parit dan menertibkan bangunan yang berada di sepanjang kawasan tersebut hingga ke Sungai Kapuas. Penataan sempadan dinilai penting agar tersedia ruang yang memadai untuk aliran air maupun kegiatan perawatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak Firayanta mengatakan, Parit Tokaya akan menjadi fokus penanganan dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Menurutnya, PUPR akan melakukan pembersihan, normalisasi, serta mengevaluasi jembatan-jembatan yang berpotensi menghambat aliran air. Dalam beberapa hari terakhir, pihaknya juga telah membongkar sejumlah hambatan agar ekskavator amfibi dapat bekerja lebih maksimal.
"Ke depan nanti kita siapkan tempat untuk alat kita bisa mudah turun-naik dan beroperasi, sehingga tidak terhambat oleh jembatan-jembatan yang sebelumnya sudah terbangun," jelasnya.
Firayanta menambahkan, PUPR juga akan meninjau kembali Garis Sempadan Sungai (GSS) di kawasan Parit Tokaya. Setelah ditetapkan, batas sempadan akan disosialisasikan kepada masyarakat.
"Kalau GSS-nya dua meter, berarti batas terakhir bangunan yang boleh diizinkan berada di jarak dua meter. Itu harus bebas bangunan," ujarnya.
Ia menjelaskan, penerapan GSS bertujuan menyediakan ruang untuk perawatan parit. Kawasan sempadan nantinya dapat dimanfaatkan sebagai jalan inspeksi, jalur pemeliharaan, ruang penghijauan, tempat sampah, serta fasilitas penunjang lainnya tanpa mengganggu fungsi drainase.
Firayanta berharap penataan Parit Tokaya dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap keberadaan parit. Jika selama ini parit dianggap sebagai bagian belakang permukiman, ke depan diharapkan menjadi wajah lingkungan yang bersih, terawat, dan nyaman.
"Kita berharap ini bisa menjadi bagian muka dari rumah masyarakat di sekitar sini. Kalau paritnya terawat dan airnya bersih, ini bisa menjadi ikon dan masyarakat senang berada di pinggir parit," ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung penataan dengan tidak membuang sampah ke parit, menjaga kebersihan lingkungan, serta bergotong royong membersihkan rumput dan sampah di sekitar Parit Tokaya.
"Secara berkala nanti kita bersama kecamatan, kelurahan, dinas teknis, dan masyarakat akan membersihkan parit dan lingkungan di sekitar Parit Tokaya," pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak mulai menata Parit Tokaya untuk mengembalikan fungsi drainase agar lebih optimal. Penataan dilakukan melalui pembersihan, normalisasi, evaluasi jembatan yang menghambat aliran air, hingga penertiban sempadan parit.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pemkot Pontianak berkomitmen menjaga seluruh parit agar tetap berfungsi dengan baik. Parit Tokaya menjadi salah satu prioritas karena merupakan parit primer dengan daerah tangkapan air (catchment area) yang cukup luas.
"Ada beberapa jembatan yang akan kita bongkar. Jadi nanti kalau hujan tidak ada hambatan, air dan alat amfibi kita bisa melakukan perawatan secara rutin," ujarnya saat meninjau proses penataan, Jumat (7/8/2026).
Selain membongkar sejumlah jembatan, Pemkot Pontianak juga akan menata ulang beberapa jembatan lain yang berada di atas Parit Tokaya agar tidak mengganggu aliran air maupun proses pemeliharaan.
Edi mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan parit dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, sampah menjadi salah satu penyebab utama terganggunya fungsi drainase.
"Kami berharap warga Kota Pontianak sama-sama menjaga kota ini dari tidak berfungsinya parit karena sampah," katanya.
Ia menambahkan, Pemkot Pontianak juga akan meninjau kembali garis sempadan parit dan menertibkan bangunan yang berada di sepanjang kawasan tersebut hingga ke Sungai Kapuas. Penataan sempadan dinilai penting agar tersedia ruang yang memadai untuk aliran air maupun kegiatan perawatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak Firayanta mengatakan, Parit Tokaya akan menjadi fokus penanganan dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Menurutnya, PUPR akan melakukan pembersihan, normalisasi, serta mengevaluasi jembatan-jembatan yang berpotensi menghambat aliran air. Dalam beberapa hari terakhir, pihaknya juga telah membongkar sejumlah hambatan agar ekskavator amfibi dapat bekerja lebih maksimal.
"Ke depan nanti kita siapkan tempat untuk alat kita bisa mudah turun-naik dan beroperasi, sehingga tidak terhambat oleh jembatan-jembatan yang sebelumnya sudah terbangun," jelasnya.
Firayanta menambahkan, PUPR juga akan meninjau kembali Garis Sempadan Sungai (GSS) di kawasan Parit Tokaya. Setelah ditetapkan, batas sempadan akan disosialisasikan kepada masyarakat.
"Kalau GSS-nya dua meter, berarti batas terakhir bangunan yang boleh diizinkan berada di jarak dua meter. Itu harus bebas bangunan," ujarnya.
Ia menjelaskan, penerapan GSS bertujuan menyediakan ruang untuk perawatan parit. Kawasan sempadan nantinya dapat dimanfaatkan sebagai jalan inspeksi, jalur pemeliharaan, ruang penghijauan, tempat sampah, serta fasilitas penunjang lainnya tanpa mengganggu fungsi drainase.
Firayanta berharap penataan Parit Tokaya dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap keberadaan parit. Jika selama ini parit dianggap sebagai bagian belakang permukiman, ke depan diharapkan menjadi wajah lingkungan yang bersih, terawat, dan nyaman.
"Kita berharap ini bisa menjadi bagian muka dari rumah masyarakat di sekitar sini. Kalau paritnya terawat dan airnya bersih, ini bisa menjadi ikon dan masyarakat senang berada di pinggir parit," ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung penataan dengan tidak membuang sampah ke parit, menjaga kebersihan lingkungan, serta bergotong royong membersihkan rumput dan sampah di sekitar Parit Tokaya.
"Secara berkala nanti kita bersama kecamatan, kelurahan, dinas teknis, dan masyarakat akan membersihkan parit dan lingkungan di sekitar Parit Tokaya," pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini