Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 14 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Insiden kerja terjadi di area konstruksi Jetty PT Borneo Alumindo Prima, Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Ketapang, Jumat (14/8/2026) dini hari.
Seorang pekerja bernama Edi Wahyudi, yang merupakan helper dari PT Naga Jaya Sahabat selaku subkontraktor PT Rong Makmur Mulia, terjatuh ke laut saat melakukan pemindahan material besi sekitar pukul 03.05 WIB.
Humas Manager PT Borneo Alumindo Prima, Budi Matheus, mengatakan berdasarkan laporan awal, insiden terjadi setelah rakit atau ponton apung di sekitar lokasi kerja bergeser akibat arus laut. Kondisi tersebut membuat Edi kehilangan keseimbangan dan jatuh ke laut.
“Rekan kerja yang berada di lokasi langsung melakukan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pengawas,” kata Budi Matheus saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).
Tim gabungan dari PT Naga Jaya Sahabat, PT Rong Makmur Mulia dan PT Borneo Alumindo Prima kemudian melakukan pencarian awal sekaligus mengamankan lokasi kejadian.
Pencarian selanjutnya melibatkan BASARNAS dan tim penyelam profesional. Setelah berlangsung selama beberapa jam, Edi akhirnya ditemukan oleh tim penyelam sekitar pukul 15.35 WIB.
“Proses evakuasi dan penanganan selanjutnya dilaksanakan sesuai prosedur serta dikoordinasikan dengan BASARNAS, Kepolisian, fasilitas kesehatan, pihak kontraktor dan keluarga,” ujarnya.
Budi menyebut, berdasarkan keterangan awal, Edi diduga tidak mengenakan jaket pelampung saat kejadian. Padahal, penggunaan alat pelindung tersebut diwajibkan dalam pekerjaan di atas maupun di sekitar perairan.
Namun, pihak manajemen menegaskan belum mengambil kesimpulan mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“Hal tersebut masih menjadi bagian dari investigasi bersama aspek lainnya, termasuk metode kerja, pengawasan, kondisi lingkungan, serta penerapan prosedur keselamatan,” katanya.
“Manajemen tidak akan menyimpulkan penyebab maupun kesalahan pihak tertentu sebelum investigasi selesai,” lanjut Budi.
Selama proses pencarian berlangsung, seluruh kegiatan di lokasi kejadian dihentikan dan area diamankan. Aktivitas terbatas di area lain hanya diperbolehkan setelah dinyatakan aman, tidak mengganggu proses pencarian maupun investigasi, serta telah dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Atas kejadian tersebut, manajemen menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam kepada keluarga Edi Wahyudi.
“Manajemen berkomitmen memberikan pendampingan dan memastikan pemenuhan hak pekerja sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Budi.
Manajemen juga menyatakan siap bekerja sama dengan Kepolisian, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serta instansi berwenang lainnya dalam proses investigasi dengan memberikan data maupun keterangan yang diperlukan. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Insiden kerja terjadi di area konstruksi Jetty PT Borneo Alumindo Prima, Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Ketapang, Jumat (14/8/2026) dini hari.
Seorang pekerja bernama Edi Wahyudi, yang merupakan helper dari PT Naga Jaya Sahabat selaku subkontraktor PT Rong Makmur Mulia, terjatuh ke laut saat melakukan pemindahan material besi sekitar pukul 03.05 WIB.
Humas Manager PT Borneo Alumindo Prima, Budi Matheus, mengatakan berdasarkan laporan awal, insiden terjadi setelah rakit atau ponton apung di sekitar lokasi kerja bergeser akibat arus laut. Kondisi tersebut membuat Edi kehilangan keseimbangan dan jatuh ke laut.
“Rekan kerja yang berada di lokasi langsung melakukan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pengawas,” kata Budi Matheus saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).
Tim gabungan dari PT Naga Jaya Sahabat, PT Rong Makmur Mulia dan PT Borneo Alumindo Prima kemudian melakukan pencarian awal sekaligus mengamankan lokasi kejadian.
Pencarian selanjutnya melibatkan BASARNAS dan tim penyelam profesional. Setelah berlangsung selama beberapa jam, Edi akhirnya ditemukan oleh tim penyelam sekitar pukul 15.35 WIB.
“Proses evakuasi dan penanganan selanjutnya dilaksanakan sesuai prosedur serta dikoordinasikan dengan BASARNAS, Kepolisian, fasilitas kesehatan, pihak kontraktor dan keluarga,” ujarnya.
Budi menyebut, berdasarkan keterangan awal, Edi diduga tidak mengenakan jaket pelampung saat kejadian. Padahal, penggunaan alat pelindung tersebut diwajibkan dalam pekerjaan di atas maupun di sekitar perairan.
Namun, pihak manajemen menegaskan belum mengambil kesimpulan mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“Hal tersebut masih menjadi bagian dari investigasi bersama aspek lainnya, termasuk metode kerja, pengawasan, kondisi lingkungan, serta penerapan prosedur keselamatan,” katanya.
“Manajemen tidak akan menyimpulkan penyebab maupun kesalahan pihak tertentu sebelum investigasi selesai,” lanjut Budi.
Selama proses pencarian berlangsung, seluruh kegiatan di lokasi kejadian dihentikan dan area diamankan. Aktivitas terbatas di area lain hanya diperbolehkan setelah dinyatakan aman, tidak mengganggu proses pencarian maupun investigasi, serta telah dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Atas kejadian tersebut, manajemen menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam kepada keluarga Edi Wahyudi.
“Manajemen berkomitmen memberikan pendampingan dan memastikan pemenuhan hak pekerja sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Budi.
Manajemen juga menyatakan siap bekerja sama dengan Kepolisian, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serta instansi berwenang lainnya dalam proses investigasi dengan memberikan data maupun keterangan yang diperlukan. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini