Ketapang    

Tim Gabungan Evakuasi Pekerja Usai Insiden Jatuh ke Laut di Area Jetty Pagar Mentimun

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 14 August 2026
Tim Gabungan Evakuasi Pekerja Usai Insiden Jatuh ke Laut di Area Jetty Pagar Mentimun
Pekerja Edi Wahyudi jatuh ke laut di area Jetty Pagar Mentimun Ketapang. Tim gabungan melakukan pencarian hingga berhasil menemukan korban (Foto: Adi LC/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Insiden kerja terjadi di area konstruksi Jetty PT Borneo Alumindo Prima, Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Ketapang, Jumat (14/8/2026) dini hari.

Seorang pekerja bernama Edi Wahyudi, yang merupakan helper dari PT Naga Jaya Sahabat selaku subkontraktor PT Rong Makmur Mulia, terjatuh ke laut saat melakukan pemindahan material besi sekitar pukul 03.05 WIB.

Humas Manager PT Borneo Alumindo Prima, Budi Matheus, mengatakan berdasarkan laporan awal, insiden terjadi setelah rakit atau ponton apung di sekitar lokasi kerja bergeser akibat arus laut. Kondisi tersebut membuat Edi kehilangan keseimbangan dan jatuh ke laut.

“Rekan kerja yang berada di lokasi langsung melakukan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pengawas,” kata Budi Matheus saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).

Tim gabungan dari PT Naga Jaya Sahabat, PT Rong Makmur Mulia dan PT Borneo Alumindo Prima kemudian melakukan pencarian awal sekaligus mengamankan lokasi kejadian.

Pencarian selanjutnya melibatkan BASARNAS dan tim penyelam profesional. Setelah berlangsung selama beberapa jam, Edi akhirnya ditemukan oleh tim penyelam sekitar pukul 15.35 WIB.

“Proses evakuasi dan penanganan selanjutnya dilaksanakan sesuai prosedur serta dikoordinasikan dengan BASARNAS, Kepolisian, fasilitas kesehatan, pihak kontraktor dan keluarga,” ujarnya.

Budi menyebut, berdasarkan keterangan awal, Edi diduga tidak mengenakan jaket pelampung saat kejadian. Padahal, penggunaan alat pelindung tersebut diwajibkan dalam pekerjaan di atas maupun di sekitar perairan.

Namun, pihak manajemen menegaskan belum mengambil kesimpulan mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Hal tersebut masih menjadi bagian dari investigasi bersama aspek lainnya, termasuk metode kerja, pengawasan, kondisi lingkungan, serta penerapan prosedur keselamatan,” katanya.

“Manajemen tidak akan menyimpulkan penyebab maupun kesalahan pihak tertentu sebelum investigasi selesai,” lanjut Budi.

Selama proses pencarian berlangsung, seluruh kegiatan di lokasi kejadian dihentikan dan area diamankan. Aktivitas terbatas di area lain hanya diperbolehkan setelah dinyatakan aman, tidak mengganggu proses pencarian maupun investigasi, serta telah dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Atas kejadian tersebut, manajemen menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam kepada keluarga Edi Wahyudi.

“Manajemen berkomitmen memberikan pendampingan dan memastikan pemenuhan hak pekerja sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Budi.

Manajemen juga menyatakan siap bekerja sama dengan Kepolisian, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serta instansi berwenang lainnya dalam proses investigasi dengan memberikan data maupun keterangan yang diperlukan. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Rakernas LPDN di Pontianak, Perempuan Dayak Didorong Jadi Penguat Keluarga dan Generasi
Friday, 14 August 2026
Artikel Sebelumnya
Semarakkan HUT RI Ke-81, Polres Kapuas Hulu Bersama TBBR Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih kepada Masyarakat
Friday, 14 August 2026

Berita terkait