Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 25 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang Darma langsung memprioritaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) setelah resmi dilantik Bupati Ketapang Alexander Wilyo di Kantor Bupati Ketapang, Senin (24/8/2026).
Penanganan ATS menjadi salah satu fokus awal Darma dalam membenahi sektor pendidikan di Kabupaten Ketapang. Ia menilai persoalan tersebut membutuhkan penanganan terpadu dengan melibatkan berbagai pihak hingga tingkat desa.
Darma mengatakan, penanganan ATS akan melibatkan Dinas Pendidikan, kepala sekolah, pemerintah desa, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD).
Menurutnya, ATS memiliki sejumlah kategori, mulai dari anak yang belum pernah mengenyam pendidikan hingga anak yang putus sekolah pada jenjang SD, SMP, maupun SMA.
“Yang pertama kita mengatasi anak yang tidak sekolah terlebih dahulu,” kata Darma seusai dilantik.
Ia menegaskan, persoalan ATS tidak dapat diselesaikan hanya oleh Dinas Pendidikan. Pendataan harus dilakukan hingga tingkat desa agar anak-anak yang berada di luar sistem pendidikan dapat diketahui dan selanjutnya didorong untuk kembali bersekolah.
Selain menangani ATS, Darma juga akan melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Ketapang.
Koordinasi dengan jajaran Dinas Pendidikan dan para kepala sekolah akan dilakukan untuk menentukan langkah terbaik, termasuk terkait penempatan guru.
“Walaupun memang ada kekurangan, nanti akan kita ambil langkah-langkah yang terbaik,” ujarnya.
Darma menyebut peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada jumlah tenaga pendidik. Kondisi infrastruktur sekolah dan kualitas guru juga menjadi bagian yang akan mendapat perhatian.
Berbagai pembenahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberikan dampak terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ketapang.
Untuk mempercepat pelaksanaan program, Darma berencana membentuk tim yang melibatkan jajaran Dinas Pendidikan dan para pengawas sekolah di tingkat kecamatan.
Pembentukan tim dinilai penting mengingat luas wilayah Kabupaten Ketapang. Saat ini terdapat 253 desa definitif dan sembilan kelurahan, serta adanya rencana pemekaran sejumlah desa.
“Ini tentu tidak bisa saya kerjakan sendiri. Tentu akan saya kerjakan bersama tim di Dinas Pendidikan, bersama mungkin para pengawas di kecamatan-kecamatan,” katanya.
Darma berharap kerja sama lintas sektor tersebut dapat membuat program pendidikan lebih terukur dan mampu menjawab berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
“Sehingga nanti tujuan yang disampaikan Bapak Bupati tadi bisa kita capai,” pungkasnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang Darma langsung memprioritaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) setelah resmi dilantik Bupati Ketapang Alexander Wilyo di Kantor Bupati Ketapang, Senin (24/8/2026).
Penanganan ATS menjadi salah satu fokus awal Darma dalam membenahi sektor pendidikan di Kabupaten Ketapang. Ia menilai persoalan tersebut membutuhkan penanganan terpadu dengan melibatkan berbagai pihak hingga tingkat desa.
Darma mengatakan, penanganan ATS akan melibatkan Dinas Pendidikan, kepala sekolah, pemerintah desa, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD).
Menurutnya, ATS memiliki sejumlah kategori, mulai dari anak yang belum pernah mengenyam pendidikan hingga anak yang putus sekolah pada jenjang SD, SMP, maupun SMA.
“Yang pertama kita mengatasi anak yang tidak sekolah terlebih dahulu,” kata Darma seusai dilantik.
Ia menegaskan, persoalan ATS tidak dapat diselesaikan hanya oleh Dinas Pendidikan. Pendataan harus dilakukan hingga tingkat desa agar anak-anak yang berada di luar sistem pendidikan dapat diketahui dan selanjutnya didorong untuk kembali bersekolah.
Selain menangani ATS, Darma juga akan melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Ketapang.
Koordinasi dengan jajaran Dinas Pendidikan dan para kepala sekolah akan dilakukan untuk menentukan langkah terbaik, termasuk terkait penempatan guru.
“Walaupun memang ada kekurangan, nanti akan kita ambil langkah-langkah yang terbaik,” ujarnya.
Darma menyebut peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada jumlah tenaga pendidik. Kondisi infrastruktur sekolah dan kualitas guru juga menjadi bagian yang akan mendapat perhatian.
Berbagai pembenahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberikan dampak terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ketapang.
Untuk mempercepat pelaksanaan program, Darma berencana membentuk tim yang melibatkan jajaran Dinas Pendidikan dan para pengawas sekolah di tingkat kecamatan.
Pembentukan tim dinilai penting mengingat luas wilayah Kabupaten Ketapang. Saat ini terdapat 253 desa definitif dan sembilan kelurahan, serta adanya rencana pemekaran sejumlah desa.
“Ini tentu tidak bisa saya kerjakan sendiri. Tentu akan saya kerjakan bersama tim di Dinas Pendidikan, bersama mungkin para pengawas di kecamatan-kecamatan,” katanya.
Darma berharap kerja sama lintas sektor tersebut dapat membuat program pendidikan lebih terukur dan mampu menjawab berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
“Sehingga nanti tujuan yang disampaikan Bapak Bupati tadi bisa kita capai,” pungkasnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini