Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 27 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang Alexander Wilyo turun langsung bersama petugas gabungan dan relawan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Rabu (26/8/2026).
Karhutla terjadi di kawasan perbatasan Desa Sungai Awan Kanan dengan Desa Tanjungpura. Kobaran api disertai kepulan asap tebal membuat proses pemadaman berlangsung dalam kondisi cukup berat.
Dalam penanganan tersebut, Alexander Wilyo bersama Kalak BPBD Ketapang, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan tenaga kesehatan, Camat Muara Pawan, Kepala Desa Sungai Awan Kanan, Polsek Muara Pawan, Manggala Agni, Yonif TP 832 Pawan Asasta, Kodim 1203, Koramil serta Karang Taruna bergerak menuju sejumlah titik api.
Tak sekadar memantau, Bupati Ketapang ikut turun ke lapangan bersama petugas dan relawan untuk memadamkan kobaran api.
Di tengah kondisi panas, asap pekat dan medan yang sulit, seluruh unsur bahu-membahu mengendalikan api agar tidak semakin meluas.
“Panas tidak mengenal jabatan, asap tidak membedakan pangkat. Kita semua berada dalam satu barisan dengan tujuan yang sama, yaitu memadamkan api, mencegahnya meluas, serta melindungi masyarakat dan lingkungan Ketapang,” demikian pesan Bupati dalam kegiatan tersebut.
Petugas gabungan kemudian terus menyisir lokasi untuk mencari titik bara yang masih menyala. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama menggunakan pompa, selang dan berbagai peralatan lainnya.
Tenaga kesehatan juga disiagakan di lokasi untuk memastikan kondisi petugas dan relawan tetap terpantau selama berjibaku di tengah kepungan asap dan panas.
Dukungan diberikan kepada petugas dan relawan berupa susu murni, air minum elektrolit, vitamin C dan air mineral. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kondisi fisik personel selama melakukan pemadaman.
Alexander Wilyo menegaskan, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat.
Menurutnya, karhutla bukan sekadar persoalan lahan yang terbakar. Dampaknya juga dirasakan masyarakat melalui asap, terganggunya aktivitas, kerusakan lingkungan hingga ancaman terhadap kesehatan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Jangan menganggap kecil api yang kita nyalakan, karena kita tidak pernah tahu seberapa jauh dampaknya ketika api kehilangan kendali,” pesannya.
Bupati juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah penanganan karhutla merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
Pemerintah, kata dia, tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga turun langsung melihat kondisi di lapangan, mendengar kendala petugas serta mengambil langkah yang diperlukan untuk mempercepat penanganan.
Dari lokasi karhutla di Sungai Awan Kanan hingga perbatasan Tanjungpura, semangat gotong royong menjadi kekuatan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Seluruh unsur berharap api segera dipadamkan dan asap yang menyelimuti wilayah Ketapang berangsur berakhir.
Masyarakat juga diingatkan bahwa menjaga Ketapang dari ancaman karhutla merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga lingkungan, kesehatan dan keselamatan generasi mendatang. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang Alexander Wilyo turun langsung bersama petugas gabungan dan relawan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Rabu (26/8/2026).
Karhutla terjadi di kawasan perbatasan Desa Sungai Awan Kanan dengan Desa Tanjungpura. Kobaran api disertai kepulan asap tebal membuat proses pemadaman berlangsung dalam kondisi cukup berat.
Dalam penanganan tersebut, Alexander Wilyo bersama Kalak BPBD Ketapang, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan tenaga kesehatan, Camat Muara Pawan, Kepala Desa Sungai Awan Kanan, Polsek Muara Pawan, Manggala Agni, Yonif TP 832 Pawan Asasta, Kodim 1203, Koramil serta Karang Taruna bergerak menuju sejumlah titik api.
Tak sekadar memantau, Bupati Ketapang ikut turun ke lapangan bersama petugas dan relawan untuk memadamkan kobaran api.
Di tengah kondisi panas, asap pekat dan medan yang sulit, seluruh unsur bahu-membahu mengendalikan api agar tidak semakin meluas.
“Panas tidak mengenal jabatan, asap tidak membedakan pangkat. Kita semua berada dalam satu barisan dengan tujuan yang sama, yaitu memadamkan api, mencegahnya meluas, serta melindungi masyarakat dan lingkungan Ketapang,” demikian pesan Bupati dalam kegiatan tersebut.
Petugas gabungan kemudian terus menyisir lokasi untuk mencari titik bara yang masih menyala. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama menggunakan pompa, selang dan berbagai peralatan lainnya.
Tenaga kesehatan juga disiagakan di lokasi untuk memastikan kondisi petugas dan relawan tetap terpantau selama berjibaku di tengah kepungan asap dan panas.
Dukungan diberikan kepada petugas dan relawan berupa susu murni, air minum elektrolit, vitamin C dan air mineral. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kondisi fisik personel selama melakukan pemadaman.
Alexander Wilyo menegaskan, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat.
Menurutnya, karhutla bukan sekadar persoalan lahan yang terbakar. Dampaknya juga dirasakan masyarakat melalui asap, terganggunya aktivitas, kerusakan lingkungan hingga ancaman terhadap kesehatan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Jangan menganggap kecil api yang kita nyalakan, karena kita tidak pernah tahu seberapa jauh dampaknya ketika api kehilangan kendali,” pesannya.
Bupati juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah penanganan karhutla merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
Pemerintah, kata dia, tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga turun langsung melihat kondisi di lapangan, mendengar kendala petugas serta mengambil langkah yang diperlukan untuk mempercepat penanganan.
Dari lokasi karhutla di Sungai Awan Kanan hingga perbatasan Tanjungpura, semangat gotong royong menjadi kekuatan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Seluruh unsur berharap api segera dipadamkan dan asap yang menyelimuti wilayah Ketapang berangsur berakhir.
Masyarakat juga diingatkan bahwa menjaga Ketapang dari ancaman karhutla merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga lingkungan, kesehatan dan keselamatan generasi mendatang. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini