Pontianak    

Bantuan Jepang Tiba, Wagub Krisantus Ungkap Sulitnya Padamkan Api di Lahan Gambut

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 11 September 2026
Bantuan Jepang Tiba, Wagub Krisantus Ungkap Sulitnya Padamkan Api di Lahan Gambut
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Bantuan Pemerintah Jepang untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tiba di Kalimantan Barat. Kapal JS Kunisaki membawa personel dan tiga helikopter CH-47 Chinook yang akan membantu operasi pemadaman karhutla di Kalbar.

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang atas bantuan tersebut. Ia mengatakan kapal beserta personelnya telah menempuh perjalanan selama 11 hari menuju Kalbar.

“Yang pertama, tentu saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Jepang yang sudah mengirimkan kapal beserta personelnya untuk membantu Indonesia, secara khusus Kalimantan Barat, dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” kata Krisantus, Kamis (10/9/2026).

Menurut Krisantus, penanganan karhutla di Kalbar memiliki tantangan tersendiri karena sebagian kebakaran terjadi di lahan gambut.

“Api tidak mudah padam karena lahan gambut. Api menjalar dari bawah dan sulit dipantau dengan mata,” ujarnya.

Ia mengatakan pemadaman membutuhkan kegigihan dan ketangguhan untuk memastikan api yang merayap di bawah permukaan gambut benar-benar padam.

Krisantus menyebut luas lahan yang terbakar di Kalbar telah mencapai sekitar 38 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, 76 persen disebut telah berhasil dipadamkan, sedangkan 24 persen masih terdapat api yang harus ditangani.

“Ini tugas kita bersama,” tegasnya.

Selain karakteristik lahan gambut, Krisantus menyebut keterbatasan air juga menjadi kendala dalam pemadaman. Kondisi sejumlah sungai yang surut membuat air laut masuk ke aliran sungai.

“Kita juga kekurangan air untuk memadamkan api sehingga harus mengambil air dari jauh. Kondisi sekarang, air juga sudah asin,” katanya.

Untuk menentukan lokasi pemadaman, Krisantus mengatakan pemerintah akan berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan BNPB berdasarkan titik api yang telah terdeteksi.

“Nanti koordinasi dengan TNI, Polri, kemudian BNPB. Itu sudah ada titik-titik api yang terdeteksi, yang 24 persen itu tadi,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Wagub Krisantus Minta Korporasi Ikut Padamkan Karhutla: Jangan Hanya Nonton Saja
Friday, 11 September 2026
Artikel Sebelumnya
Bupati Melawi Tekankan Camat Harus Hadir di Tengah Masyarakat, Karhutla Jadi Perhatian
Friday, 11 September 2026

Berita terkait