Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 05 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebanyak 115 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang resmi dilantik dan diambil sumpah/janjinya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 merupakan pejabat administrator dan 56 pejabat pengawas. Pelantikan ini ditegaskan bukan sekadar rotasi, mutasi, penyegaran, maupun promosi, tetapi bagian dari kebutuhan organisasi untuk memperkuat kinerja pemerintahan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Ketapang menegaskan, setiap jabatan yang diberikan kepada aparatur merupakan amanah sekaligus bentuk kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja nyata.
“Jabatan adalah amanah, bukan hak,” tegasnya.
Ia mengatakan, setiap proses pengisian maupun perubahan jabatan telah melalui tahapan dan mekanisme yang berlaku, mulai dari pembahasan di Baperjakat hingga memperoleh persetujuan atau pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Karena itu, setelah seluruh proses dilalui dan keputusan ditetapkan, para pejabat diminta tidak lagi memperdebatkan posisi yang diperoleh, tetapi fokus menjalankan tugas dan memberikan pengabdian terbaik.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan harus dibuktikan melalui integritas, dedikasi, serta kerja nyata yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Kalau ada berbagai pandangan atau opini yang berkembang, tidak perlu semuanya dijawab dengan kata-kata. Jawab dengan kerja,” pesannya.
Ia juga meminta seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Ketapang memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di wilayah kerja masing-masing.
Pejabat diminta tidak menunggu persoalan membesar sebelum mengambil tindakan.
“Jika ada persoalan di lapangan, segera lihat. Jika ada keluhan masyarakat, segera dengarkan. Jika ada yang harus diselesaikan, segera berkoordinasi dan mencari jalan keluarnya,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan seorang pejabat tidak cukup hanya diukur dari tertibnya administrasi pemerintahan. Lebih dari itu, keberhasilan harus terlihat dari sejauh mana kehadiran pemerintah mampu memberikan manfaat, rasa keadilan, serta pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, jajaran Pemkab Ketapang didorong membangun budaya kerja yang responsif, bertanggung jawab, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Jangan menunggu masalah menjadi besar baru bergerak,” tegasnya.
Ia berharap 115 pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya serta memperkuat kinerja pemerintahan di masing-masing bidang.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya visi “Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang Maju dan Mandiri”, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Sebanyak 115 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang resmi dilantik dan diambil sumpah/janjinya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 merupakan pejabat administrator dan 56 pejabat pengawas. Pelantikan ini ditegaskan bukan sekadar rotasi, mutasi, penyegaran, maupun promosi, tetapi bagian dari kebutuhan organisasi untuk memperkuat kinerja pemerintahan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Ketapang menegaskan, setiap jabatan yang diberikan kepada aparatur merupakan amanah sekaligus bentuk kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja nyata.
“Jabatan adalah amanah, bukan hak,” tegasnya.
Ia mengatakan, setiap proses pengisian maupun perubahan jabatan telah melalui tahapan dan mekanisme yang berlaku, mulai dari pembahasan di Baperjakat hingga memperoleh persetujuan atau pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Karena itu, setelah seluruh proses dilalui dan keputusan ditetapkan, para pejabat diminta tidak lagi memperdebatkan posisi yang diperoleh, tetapi fokus menjalankan tugas dan memberikan pengabdian terbaik.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan harus dibuktikan melalui integritas, dedikasi, serta kerja nyata yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Kalau ada berbagai pandangan atau opini yang berkembang, tidak perlu semuanya dijawab dengan kata-kata. Jawab dengan kerja,” pesannya.
Ia juga meminta seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Ketapang memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di wilayah kerja masing-masing.
Pejabat diminta tidak menunggu persoalan membesar sebelum mengambil tindakan.
“Jika ada persoalan di lapangan, segera lihat. Jika ada keluhan masyarakat, segera dengarkan. Jika ada yang harus diselesaikan, segera berkoordinasi dan mencari jalan keluarnya,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan seorang pejabat tidak cukup hanya diukur dari tertibnya administrasi pemerintahan. Lebih dari itu, keberhasilan harus terlihat dari sejauh mana kehadiran pemerintah mampu memberikan manfaat, rasa keadilan, serta pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, jajaran Pemkab Ketapang didorong membangun budaya kerja yang responsif, bertanggung jawab, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Jangan menunggu masalah menjadi besar baru bergerak,” tegasnya.
Ia berharap 115 pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya serta memperkuat kinerja pemerintahan di masing-masing bidang.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya visi “Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang Maju dan Mandiri”, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini