Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 30 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Keberadaan rumah singgah pengemudi ojek online (ojol) di Jalan Maluku, Kota Pontianak, diharapkan menjadi ruang bagi para pengemudi untuk beristirahat, bersilaturahmi, sekaligus memperkuat solidaritas antarkomunitas.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi peran pengemudi ojol dalam mendukung mobilitas masyarakat dan menggerakkan perekonomian daerah. Menurutnya, transportasi berbasis aplikasi kini menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari, termasuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjangkau konsumen.
"Mudah-mudahan dengan adanya rumah singgah ini bisa menjadi tempat bagi para pengemudi ojek online untuk beristirahat, berdiskusi, dan bersilaturahmi. Sekaligus mengembangkan potensi yang ada, khususnya dalam meningkatkan ekonomi keluarga," ujarnya usai bersilaturahmi dengan pengemudi ojol di rumah singgah tersebut, Jumat (30/10/2026).
Edi menilai, melalui layanan pengantaran makanan dan barang, para pelaku UMKM memiliki kesempatan menjangkau konsumen lebih luas. Ia juga memahami banyak pengemudi ojol merupakan tulang punggung keluarga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas transportasi sehari-hari.
Karena itu, rumah singgah diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga membuka peluang kegiatan produktif bagi komunitas pengemudi.
Pemkot Pontianak juga membuka peluang sinergi dan kolaborasi dengan komunitas ojol dalam berbagai program pembangunan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
"Pemkot Pontianak akan terus berupaya membangun sinergi dan kolaborasi agar pengemudi ojek online dapat terus eksis dan berperan dalam berbagai program kegiatan, termasuk kegiatan sosial dan kegiatan produktif yang bermanfaat bagi warga," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Ojol Korps Sportif Bersatu (KSB), Herianto, menyambut baik kehadiran rumah singgah tersebut. Menurutnya, fasilitas ini sangat membantu para pengemudi yang sehari-hari menghabiskan banyak waktu di jalan untuk mencari nafkah.
"Kami sangat terbantu dengan adanya rumah singgah ini. Kawan-kawan ojol bisa beristirahat, mengisi daya HP, berbincang, berdiskusi, sekaligus merencanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial," ujarnya.
Herianto menjelaskan, rumah singgah tersebut terbuka bagi seluruh pengemudi ojol tanpa membedakan perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi. Pengemudi Gojek, Grab, Shopee, Maxim hingga aplikasi lokal lainnya dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Paguyuban KSB sendiri menaungi sekitar 20 komunitas pengemudi ojol. Dengan latar belakang komunitas dan aplikator yang beragam, rumah singgah diharapkan dapat mempererat hubungan antarpengemudi.
"Rumah singgah ini bukan hanya untuk satu komunitas, tetapi terbuka bagi seluruh ojol. Semua komunitas boleh datang ke sini," jelasnya.
Ia mengungkapkan, bangunan yang kini dimanfaatkan sebagai rumah singgah sebelumnya merupakan rumah dinas Radio Republik Indonesia (RRI) yang sudah lama tidak ditempati.
Melihat kondisi bangunan yang kosong, pihak paguyuban kemudian mengajukan permohonan pemanfaatan kepada pimpinan RRI dan mendapat persetujuan. Pemanfaatannya bersifat pinjam pakai selama bangunan tersebut belum digunakan kembali oleh pihak RRI.
Secara lisan, izin penggunaan diberikan untuk jangka waktu satu tahun, dengan kemungkinan diperpanjang apabila bangunan masih belum dibutuhkan.
Herianto juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan Wali Kota Pontianak saat berkunjung ke rumah singgah. Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan fasilitas.
"Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada kawan-kawan ojol," ungkapnya.
Ia menegaskan, rumah singgah bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan istirahat para pengemudi, tetapi juga menjadi pusat koordinasi berbagai kegiatan sosial. Melalui paguyuban, para pengemudi dapat menghimpun bantuan maupun terlibat langsung sebagai relawan ketika dibutuhkan masyarakat.
Bagi Herianto, rumah singgah di Jalan Maluku bukan sekadar tempat berteduh atau mengisi daya telepon genggam. Fasilitas tersebut menjadi simbol kebersamaan para pengemudi dari berbagai komunitas yang memiliki semangat saling membantu.
Dengan hadirnya rumah singgah ini, ia berharap solidaritas antarpengemudi semakin kuat dan Paguyuban KSB dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kota Pontianak. (*)
KALBARONLINE.com – Keberadaan rumah singgah pengemudi ojek online (ojol) di Jalan Maluku, Kota Pontianak, diharapkan menjadi ruang bagi para pengemudi untuk beristirahat, bersilaturahmi, sekaligus memperkuat solidaritas antarkomunitas.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi peran pengemudi ojol dalam mendukung mobilitas masyarakat dan menggerakkan perekonomian daerah. Menurutnya, transportasi berbasis aplikasi kini menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari, termasuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjangkau konsumen.
"Mudah-mudahan dengan adanya rumah singgah ini bisa menjadi tempat bagi para pengemudi ojek online untuk beristirahat, berdiskusi, dan bersilaturahmi. Sekaligus mengembangkan potensi yang ada, khususnya dalam meningkatkan ekonomi keluarga," ujarnya usai bersilaturahmi dengan pengemudi ojol di rumah singgah tersebut, Jumat (30/10/2026).
Edi menilai, melalui layanan pengantaran makanan dan barang, para pelaku UMKM memiliki kesempatan menjangkau konsumen lebih luas. Ia juga memahami banyak pengemudi ojol merupakan tulang punggung keluarga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas transportasi sehari-hari.
Karena itu, rumah singgah diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga membuka peluang kegiatan produktif bagi komunitas pengemudi.
Pemkot Pontianak juga membuka peluang sinergi dan kolaborasi dengan komunitas ojol dalam berbagai program pembangunan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
"Pemkot Pontianak akan terus berupaya membangun sinergi dan kolaborasi agar pengemudi ojek online dapat terus eksis dan berperan dalam berbagai program kegiatan, termasuk kegiatan sosial dan kegiatan produktif yang bermanfaat bagi warga," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Ojol Korps Sportif Bersatu (KSB), Herianto, menyambut baik kehadiran rumah singgah tersebut. Menurutnya, fasilitas ini sangat membantu para pengemudi yang sehari-hari menghabiskan banyak waktu di jalan untuk mencari nafkah.
"Kami sangat terbantu dengan adanya rumah singgah ini. Kawan-kawan ojol bisa beristirahat, mengisi daya HP, berbincang, berdiskusi, sekaligus merencanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial," ujarnya.
Herianto menjelaskan, rumah singgah tersebut terbuka bagi seluruh pengemudi ojol tanpa membedakan perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi. Pengemudi Gojek, Grab, Shopee, Maxim hingga aplikasi lokal lainnya dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Paguyuban KSB sendiri menaungi sekitar 20 komunitas pengemudi ojol. Dengan latar belakang komunitas dan aplikator yang beragam, rumah singgah diharapkan dapat mempererat hubungan antarpengemudi.
"Rumah singgah ini bukan hanya untuk satu komunitas, tetapi terbuka bagi seluruh ojol. Semua komunitas boleh datang ke sini," jelasnya.
Ia mengungkapkan, bangunan yang kini dimanfaatkan sebagai rumah singgah sebelumnya merupakan rumah dinas Radio Republik Indonesia (RRI) yang sudah lama tidak ditempati.
Melihat kondisi bangunan yang kosong, pihak paguyuban kemudian mengajukan permohonan pemanfaatan kepada pimpinan RRI dan mendapat persetujuan. Pemanfaatannya bersifat pinjam pakai selama bangunan tersebut belum digunakan kembali oleh pihak RRI.
Secara lisan, izin penggunaan diberikan untuk jangka waktu satu tahun, dengan kemungkinan diperpanjang apabila bangunan masih belum dibutuhkan.
Herianto juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan Wali Kota Pontianak saat berkunjung ke rumah singgah. Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan fasilitas.
"Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada kawan-kawan ojol," ungkapnya.
Ia menegaskan, rumah singgah bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan istirahat para pengemudi, tetapi juga menjadi pusat koordinasi berbagai kegiatan sosial. Melalui paguyuban, para pengemudi dapat menghimpun bantuan maupun terlibat langsung sebagai relawan ketika dibutuhkan masyarakat.
Bagi Herianto, rumah singgah di Jalan Maluku bukan sekadar tempat berteduh atau mengisi daya telepon genggam. Fasilitas tersebut menjadi simbol kebersamaan para pengemudi dari berbagai komunitas yang memiliki semangat saling membantu.
Dengan hadirnya rumah singgah ini, ia berharap solidaritas antarpengemudi semakin kuat dan Paguyuban KSB dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kota Pontianak. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini