Pontianak    

Dugaan Pelecehan Siswa Sekolah Rakyat di Pontianak, Edi Kamtono Minta Investigasi

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 30 October 2026
Dugaan Pelecehan Siswa Sekolah Rakyat di Pontianak, Edi Kamtono Minta Investigasi
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta PLN mempercepat pemulihan listrik usai menerima banyak keluhan warga (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono merespons dugaan pelecehan terhadap seorang siswa Sekolah Rakyat di Pontianak. Ia mengaku telah meminta dinas terkait bersama pihak kepolisian dan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) melakukan investigasi untuk menelusuri kasus tersebut.

Informasi mengenai dugaan kasus ini menjadi perhatian publik setelah ibu korban, didampingi sejumlah warga, menyampaikan permohonan keadilan melalui sebuah video yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Korban merupakan anak laki-laki berusia 8 tahun. Sementara terduga pelaku juga disebut masih berusia anak, diperkirakan antara 12 hingga 16 tahun.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polresta Pontianak lebih dari dua bulan lalu. Namun, hingga kini penanganannya masih dalam tahap penyelidikan.

Edi mengatakan, dirinya telah menerima informasi mengenai dugaan kejadian tersebut beberapa waktu lalu. Ia kemudian meminta Dinas Sosial serta perangkat daerah yang menangani perlindungan anak dan keluarga untuk melakukan investigasi.

“Saya sudah mendengar informasi ini beberapa waktu yang lalu dan sudah memerintahkan Dinas Sosial serta dinas yang menangani perlindungan anak dan keluarga untuk melakukan investigasi,” kata Edi, Jumat (30/10/2026).

Ia juga berharap investigasi dilakukan bersama KPAD Kota Pontianak dan Kapolresta untuk menelusuri laporan dugaan perundungan maupun pelecehan yang terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat.

“Saat ini prosesnya sedang berjalan. Untuk melakukan investigasi, diperlukan informasi-informasi yang akurat, seperti keterangan korban, keluarga, saksi, dan pihak lainnya,” ujarnya.

Edi turut menyoroti sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat. Menurutnya, siswa dari jenjang SD hingga SMA tinggal dalam satu lingkungan dengan latar belakang dan usia yang beragam.

Karena itu, ia menilai pengawasan terhadap para siswa perlu dilakukan secara ketat dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis.

“Kalau pengawasannya tidak ketat dan tidak humanis, kondisi ini memang sangat rentan. Anak-anak usia SD, SMP, dan SMA berada dalam masa pubertas yang sangat tinggi. Karena itu, perlu ada penanganan khusus. Kita berharap hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Dua Tahun Molor, Pembangunan Jembatan Garuda Pontianak Masih Dibahas
Friday, 30 October 2026
Artikel Sebelumnya
RSUD SSMA Pontianak Edukasi Peserta Prolanis tentang Lima Pilar Pengelolaan Diabetes
Friday, 30 October 2026

Berita terkait