Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 30 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menegaskan pengarusutamaan gender (PUG) harus menjadi bagian dari budaya kerja pemerintah, bukan sekadar memenuhi indikator penilaian maupun mengejar penghargaan.
Menurut Amirullah, PUG bukan hanya tanggung jawab satu perangkat daerah. Prinsip kesetaraan harus diterapkan sejak tahap penyusunan kebijakan, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, pemantauan, evaluasi, pengawasan hingga pelaporan.
“Data terpilah, analisis gender serta partisipasi masyarakat harus menjadi dasar agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan warga,” katanya saat membuka Verifikasi Lapangan Evaluasi Pengarusutamaan Gender Kota Pontianak di Pontive Center, Jumat (30/10/2026).
Amirullah menambahkan, semangat pengarusutamaan gender sejalan dengan visi pembangunan Kota Pontianak 2025–2029 yang mendorong kota maju dan sejahtera dengan kesempatan setara, perlindungan yang kuat, serta pelayanan publik yang dapat diakses seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
Ia juga mengaitkan prinsip tersebut dengan semangat Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak bertema "Pontianak Tangguh Bersahabat".
“Ketangguhan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan kita memastikan setiap warga merasa aman, dihargai, dilibatkan dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, kota yang bersahabat harus mampu memberikan ruang bagi seluruh masyarakat, termasuk melindungi kelompok rentan serta menghadirkan keadilan dalam setiap proses pembangunan.
Karena itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dan menghadirkan inovasi yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“PUG harus menjadi budaya kerja pemerintah. Bukan hanya dilaksanakan ketika ada evaluasi, tetapi menjadi cara kita melihat setiap kebijakan dan pelayanan,” katanya.
Amirullah berharap verifikasi lapangan tersebut menghasilkan penilaian yang objektif sekaligus rekomendasi untuk memperkuat implementasi PUG di Kota Pontianak.
“Semoga kegiatan ini menghasilkan evaluasi yang objektif dan dokumentasi yang bermanfaat bagi terwujudnya pembangunan Kota Pontianak yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menegaskan pengarusutamaan gender (PUG) harus menjadi bagian dari budaya kerja pemerintah, bukan sekadar memenuhi indikator penilaian maupun mengejar penghargaan.
Menurut Amirullah, PUG bukan hanya tanggung jawab satu perangkat daerah. Prinsip kesetaraan harus diterapkan sejak tahap penyusunan kebijakan, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program, pemantauan, evaluasi, pengawasan hingga pelaporan.
“Data terpilah, analisis gender serta partisipasi masyarakat harus menjadi dasar agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan warga,” katanya saat membuka Verifikasi Lapangan Evaluasi Pengarusutamaan Gender Kota Pontianak di Pontive Center, Jumat (30/10/2026).
Amirullah menambahkan, semangat pengarusutamaan gender sejalan dengan visi pembangunan Kota Pontianak 2025–2029 yang mendorong kota maju dan sejahtera dengan kesempatan setara, perlindungan yang kuat, serta pelayanan publik yang dapat diakses seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
Ia juga mengaitkan prinsip tersebut dengan semangat Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak bertema "Pontianak Tangguh Bersahabat".
“Ketangguhan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan kita memastikan setiap warga merasa aman, dihargai, dilibatkan dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, kota yang bersahabat harus mampu memberikan ruang bagi seluruh masyarakat, termasuk melindungi kelompok rentan serta menghadirkan keadilan dalam setiap proses pembangunan.
Karena itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dan menghadirkan inovasi yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“PUG harus menjadi budaya kerja pemerintah. Bukan hanya dilaksanakan ketika ada evaluasi, tetapi menjadi cara kita melihat setiap kebijakan dan pelayanan,” katanya.
Amirullah berharap verifikasi lapangan tersebut menghasilkan penilaian yang objektif sekaligus rekomendasi untuk memperkuat implementasi PUG di Kota Pontianak.
“Semoga kegiatan ini menghasilkan evaluasi yang objektif dan dokumentasi yang bermanfaat bagi terwujudnya pembangunan Kota Pontianak yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini