Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 01 November 2026 |
KALBARONLINE.com – Seorang warga mengaku kecewa dan khawatir setelah rumahnya kembali menjadi sasaran pencurian. Peristiwa tersebut disebut telah terjadi dua kali, yakni pada 15 Agustus dan kembali terulang pada 30 Oktober 2026.
Rumah korban berada di Jalan Tani, tepatnya di depan Nox Cafe, Kota Singkawang.
Korban bernama Su Man mengungkapkan, setelah kejadian pertama pada 15 Agustus lalu, dirinya telah membuat laporan resmi kepada pihak berwenang. Namun, hingga kini ia mengaku belum mendapatkan informasi maupun kejelasan terkait perkembangan penanganan laporan tersebut.
Kekhawatiran korban semakin bertambah setelah rumahnya kembali dibobol pada Jumat (30/10/2026). Peristiwa kedua ini membuat korban mempertanyakan tindak lanjut atas laporan sebelumnya.
Melalui keluhan yang disampaikan kepada publik, korban berharap pihak berwenang dapat memberikan perhatian serius serta segera mengambil langkah konkret untuk menangani kasus tersebut.
Korban juga berharap laporan yang telah disampaikan tidak sekadar menjadi catatan administrasi, tetapi benar-benar diproses sehingga memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi masyarakat.
"Kami hanya ingin mendapatkan keadilan dan rasa aman di rumah sendiri," demikian harapan korban.
Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan laporan pencurian pertama maupun penanganan kejadian kedua.
Korban berharap pihak berwenang segera memberikan penjelasan dan melakukan tindak lanjut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
KALBARONLINE.com – Seorang warga mengaku kecewa dan khawatir setelah rumahnya kembali menjadi sasaran pencurian. Peristiwa tersebut disebut telah terjadi dua kali, yakni pada 15 Agustus dan kembali terulang pada 30 Oktober 2026.
Rumah korban berada di Jalan Tani, tepatnya di depan Nox Cafe, Kota Singkawang.
Korban bernama Su Man mengungkapkan, setelah kejadian pertama pada 15 Agustus lalu, dirinya telah membuat laporan resmi kepada pihak berwenang. Namun, hingga kini ia mengaku belum mendapatkan informasi maupun kejelasan terkait perkembangan penanganan laporan tersebut.
Kekhawatiran korban semakin bertambah setelah rumahnya kembali dibobol pada Jumat (30/10/2026). Peristiwa kedua ini membuat korban mempertanyakan tindak lanjut atas laporan sebelumnya.
Melalui keluhan yang disampaikan kepada publik, korban berharap pihak berwenang dapat memberikan perhatian serius serta segera mengambil langkah konkret untuk menangani kasus tersebut.
Korban juga berharap laporan yang telah disampaikan tidak sekadar menjadi catatan administrasi, tetapi benar-benar diproses sehingga memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi masyarakat.
"Kami hanya ingin mendapatkan keadilan dan rasa aman di rumah sendiri," demikian harapan korban.
Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan laporan pencurian pertama maupun penanganan kejadian kedua.
Korban berharap pihak berwenang segera memberikan penjelasan dan melakukan tindak lanjut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini