Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pdam tirta khatulistiwa
Diskon Tagihan Air Tirta Khatulistiwa Mulai Dirasakan Pelanggan Pontianak
Diskon Tagihan Air Tirta Khatulistiwa Mulai Dirasakan Pelanggan Pontianak
Thursday, 01/10/2026

KALBARONLINE.com – Kebijakan diskon tagihan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mulai dirasakan pelanggan rumah tangga di Kota Pontianak. Sejumlah warga mengaku tagihan pemakaian air September mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Yogi, warga Pontianak Timur, mengatakan tagihan airnya turun dari sekitar Rp65 ribu menjadi Rp48 ribu.

“Biasanya sekitar Rp65 ribu, untuk pemakaian September ini jadi Rp48 ribu. Lumayan membantu,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).

Hal serupa disampaikan Ika, warga Pontianak Kota. Ia mengatakan tagihan yang sebelumnya sekitar Rp80 ribu turun menjadi sekitar Rp63 ribu.

“Kalau sebelumnya sekitar Rp80 ribu, sekarang jadi Rp63 ribu. Tentu terasa lebih ringan,” katanya.

Warga Pontianak Kota lainnya, Arifin, juga merasakan penurunan. Pada bulan sebelumnya, tagihannya mencapai Rp173 ribu. Kini, tagihan tersebut menjadi Rp104 ribu.

“Alhamdulillah, dapat potongan,” sebutnya.

Keringanan tersebut merupakan bagian dari kebijakan diskon bagi pelanggan rumah tangga dan sosial. Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak Abdullah menjelaskan, diskon sebesar 30 persen tidak dihitung dari keseluruhan total rekening.

“Diskon 30 persen berlaku pada komponen harga pemakaian air, bukan 30 persen dari keseluruhan tagihan rekening,” jelas Abdullah.

Menurutnya, dalam rekening pelanggan masih terdapat komponen biaya lain di luar harga pemakaian air. Karena itu, total tagihan yang dibayarkan pelanggan tidak otomatis turun sebesar 30 persen.

Kebijakan tersebut merupakan bentuk keringanan bagi pelanggan rumah tangga dan sosial, khususnya setelah masyarakat menghadapi gangguan kualitas air baku akibat musim kemarau dan intrusi air laut.

Abdullah berharap pelanggan memahami mekanisme penghitungan diskon tersebut agar tidak muncul persepsi bahwa seluruh komponen tagihan dipotong 30 persen.

“Ini merupakan bentuk keringanan bagi pelanggan rumah tangga dan sosial. Terima kasih atas pengertiannya,” ujarnya.

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa juga membuka ruang bagi pelanggan yang ingin mengetahui rincian perhitungan keringanan pada rekening masing-masing. Pelanggan dapat berkonsultasi melalui DM Instagram @perumdatirtakhatulistiwa, nomor WhatsApp 0811-567-221, atau datang langsung ke kantor-kantor pelayanan.

“Untuk kami dapat menunjukkan perhitungan keringanan air yang telah diberlakukan, pelanggan dapat menginformasikan ID Pelanggan kepada kami,” kata Abdullah.

Ia menambahkan, pengecekan berdasarkan ID Pelanggan akan memudahkan petugas menjelaskan komponen rekening, besaran pemakaian, serta potongan yang telah diterapkan secara lebih rinci.

Dengan adanya keringanan tersebut, Perumda berharap beban pelanggan dapat berkurang, terutama bagi rumah tangga yang terdampak kondisi air baku dalam beberapa waktu terakhir. (*)

Air PDAM Asin hingga Harga Bapok Naik, Warga Pontianak Minta Pemerintah Turun Tangan
Air PDAM Asin hingga Harga Bapok Naik, Warga Pontianak Minta Pemerintah Turun Tangan
Friday, 11/09/2026

KALBARONLINE.com - Di tengah kabut asap dan kondisi cuaca yang belum membaik, warga Pontianak kembali dihadapkan pada persoalan air bersih yang terasa asin. Pada saat yang sama, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok turut menambah beban rumah tangga.

Kondisi tersebut dikeluhkan Melati, warga Pontianak. Menurutnya, persoalan air bersih menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan masyarakat saat ini, terlebih ketika harga kebutuhan sehari-hari juga semakin mahal.

“Air bersih terus. Kemudian, sekarang harga-harga juga semakin mahal. Otomatis kita merasa keberatan untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya, Jumat (11/9/26).

Menurut Melati, air yang kembali terasa asin membuat warga harus mencari sumber air bersih lainnya. Ia berharap pemerintah menyediakan titik pembagian air bersih yang lebih dekat dengan permukiman warga sehingga masyarakat tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkannya.

“Harapannya, kita ingin ada air bersih yang dekat dengan rumah dan terjangkau. Jadi, kita tidak perlu jauh-jauh kalau mau mengambil air,” katanya.

Tak hanya air bersih, Melati juga menyoroti kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama cabai dan sayuran. Menurutnya, kondisi tersebut semakin memberatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sekarang kebutuhan pokok juga mahal, seperti cabai dan sayur-sayuran. Semuanya mahal karena kondisi seperti ini,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan pemantauan harga, tetapi turun langsung ke pasar untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

“Kami berharap pemerintah turun langsung ke pasar, supaya kebutuhan pokok harganya bisa lebih murah,” katanya.

Melati juga berharap pemerintah memberikan bantuan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di tengah kondisi saat ini, mulai dari air bersih, masker hingga kebutuhan pokok.

“Harapan saya, mewakili ibu-ibu semua, dengan keadaan seperti ini berharap banyak bantuan dari pemerintah, seperti air bersih, masker, juga kebutuhan-kebutuhan pokok yang harganya jelas tidak mahal dan tetap terjangkau,” pungkasnya.

Air PDAM Makin Asin, Warga Pontianak Terpaksa Antre Air Bersih
Air PDAM Makin Asin, Warga Pontianak Terpaksa Antre Air Bersih
Tuesday, 08/09/2026

KALBARONLINE.com – Warga Kota Pontianak mulai merasakan dampak krisis air bersih akibat kemarau panjang. Salah satunya Fera, yang mengaku terpaksa mengambil dan mengantre air bersih karena air PDAM di rumahnya sudah tidak dapat digunakan untuk sejumlah kebutuhan sehari-hari.

Fera mengatakan air PDAM di rumahnya semakin asin hingga terasa pahit dalam tiga hari terakhir. Ia pun terpaksa mengambil air bersih yang dibagikan untuk memenuhi kebutuhan memasak hingga mandi.

“Saya mengambil air bersih karena di rumah airnya sudah payau, bahkan sudah sampai asin. Jadi, kami sedang membutuhkan air bersih untuk bilas badan. Kalau tidak, badan terasa gatal-gatal sekali,” ujar Fera.

Fera mengatakan sebelumnya air PDAM memang sudah tidak sepenuhnya tawar. Namun, kondisi dalam tiga hari terakhir semakin parah hingga tidak dapat digunakan untuk mandi maupun mencuci pakaian.

“Kalau sebelumnya memang sudah tidak pernah tawar, tetapi dalam tiga hari ini rasanya sudah sangat asin sampai pahit. Jadi, benar-benar sudah tidak bisa dipakai,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar, Fera menggunakan air bantuan secara terbatas. Air tersebut diprioritaskan untuk memasak, mencuci sayur, dan membilas badan.

“Untuk masak dan bilas badan. Intinya kami pakai sesuai kebutuhan. Tidak semuanya langsung menggunakan air ini. Untuk mencuci-cuci tetap menggunakan air asin,” ujarnya.

Ia menyebut keluarganya cukup besar. Dalam satu rumah terdapat sekitar 10 orang sehingga kebutuhan air bersih setiap hari cukup banyak.

“Kalau memang bisa mengambil lebih banyak, kami ambil karena benar-benar untuk dipakai sendiri, bukan dijual. Keluarga kami cukup besar. Dalam satu rumah ada sekitar 10 orang,” katanya.

Fera menambahkan, sebelumnya warga juga sempat mendapatkan bantuan air bersih dari Brimob. Air tersebut diambil dari sungai dan melalui proses penyaringan sebelum dibagikan kepada masyarakat.

“Kemarin, minggu lalu, ada dari Brimob. Mereka mengambil air dari sungai, kemudian langsung difilter. Kami juga sempat mengambil air di sana,” ucapnya.

Kini, Fera berharap pasokan air bersih bagi warga terus tersedia selama air PDAM belum kembali normal.

“Air tampungan juga sudah mulai habis,” pungkasnya. (Lid)

Jaga Pasokan Air untuk Layanan Cuci Darah Rumah Sakit, Pemkot Pontianak Andalkan Teknologi RO
Jaga Pasokan Air untuk Layanan Cuci Darah Rumah Sakit, Pemkot Pontianak Andalkan Teknologi RO
Wednesday, 02/09/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa terus menjaga pasokan air bersih untuk layanan cuci darah di rumah sakit. Upaya tersebut didukung teknologi reverse osmosis (RO) milik Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa yang mampu menurunkan kadar garam air secara signifikan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan teknologi RO mampu menurunkan kadar garam air dari 1.129 menjadi 29 miligram per liter. Angka tersebut berada jauh di bawah ambang batas 250 miligram per liter.

“Sampai saat ini, dengan teknologi yang dimiliki PDAM, kapasitas RO kita bisa menurunkan kadar garam dari 1.129 menjadi 29 miligram per liter. Ambang batasnya di 250 miligram per liter,” ujarnya usai meninjau booster di Kantor Perumda Tirta Khatulistiwa, Rabu (2/9/2026).

Kualitas air hasil pengolahan RO tersebut sudah dapat dikonsumsi langsung. Namun, kapasitas air yang dihasilkan masih terbatas, yakni kurang lebih 25.920 meter kubik per hari.

Karena itu, pasokan tersebut difokuskan untuk menjaga kebutuhan rumah sakit. Hal ini mengingat layanan kesehatan, khususnya cuci darah, membutuhkan ketersediaan air dengan kualitas khusus dan stabil.

“Fokus kita adalah bagaimana output dari teknologi ini dikonsentrasikan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit-rumah sakit yang melayani proses cuci darah di Kota Pontianak,” jelasnya.

Untuk kebutuhan masyarakat luas, Pemkot Pontianak bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa masih terus mengupayakan tambahan pasokan air tawar.

Salah satunya melalui pengambilan air dari Waduk Penepat yang saat ini masih menghadapi kendala teknis di kawasan Kuala Mandor. Meski demikian, produksi dan distribusi air PDAM untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) tetap berjalan.

Pemkot Pontianak bersama Perumda Tirta Khatulistiwa juga terus mencari solusi agar pasokan air tawar bagi warga tetap tersedia selama kondisi air baku belum normal.

Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi sumber air tawar, distribusi di titik layanan, penggunaan mobil tangki, serta pemanfaatan teknologi yang tersedia.

“Kita terus upayakan agar tambahan pasokan air tawar bisa terpenuhi secara kontinu dalam situasi seperti sekarang,” pungkasnya. (*)

Air Bersih Gratis di Booster Wonoyoso Buka 24 Jam, Warga Boleh Ambil Pakai Galon
Air Bersih Gratis di Booster Wonoyoso Buka 24 Jam, Warga Boleh Ambil Pakai Galon
Wednesday, 02/09/2026

KALBARONLINE.com – Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa membuka layanan pengambilan air bersih gratis bagi masyarakat di sejumlah titik di Kota Pontianak. Salah satunya berada di Booster PDAM Jalan Wonoyoso, Pontianak.

Bagian Pelayanan PDAM Tirta Khatulistiwa, Dudy Asmudi, mengatakan layanan pengambilan air bersih di Booster Wonoyoso dibuka selama 24 jam.

“Ini dibuka 24 jam untuk Booster di Wonoyoso, Pontianak. Satpam juga berjaga di sini,” kata Dudy saat ditemui di lokasi.

Ia mengatakan, masyarakat yang datang untuk mengambil air bersih biasanya membawa sekitar dua galon. Aktivitas pengambilan air paling ramai terjadi pada sore hari.

“Biasanya yang datang bawa dua galon. Ramainya biasanya sore,” ujarnya.

Menurut Dudy, pihaknya menyediakan air tawar di dua lokasi, yakni Booster Wonoyoso dan Perumnas III.

Khusus di Booster Wonoyoso, persediaan air masih cukup banyak karena booster tersebut sebelumnya tidak digunakan sehingga cadangan air di dalamnya masih tersedia.

“Air yang disediakan di sini masih banyak karena booster ini tidak digunakan, jadi airnya masih banyak. Ini air tawar, sama seperti yang di Perumnas III,” jelasnya.

Dudy menambahkan, layanan tersebut dibuka hingga persediaan air yang tersedia habis. Selain untuk masyarakat, lokasi tersebut juga dapat digunakan untuk pengisian mobil tangki bantuan.

“Untuk mobil tangki bantuan juga bisa isi di sini. Tadi ada dari RSUD Soedarso dan TNI yang mengisi,” katanya.

Namun, untuk masyarakat umum, pengambilan air dibatasi menggunakan galon. Warga tidak diperbolehkan membawa kendaraan seperti mobil pikap untuk mengangkut air dalam jumlah besar.

“Untuk warga tidak boleh yang bawa pikap, hanya boleh bawa galon saja karena air ini tidak boleh diperjualbelikan,” tegasnya.

Layanan air bersih tersebut menjadi salah satu upaya membantu masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air tawar di tengah kondisi kemarau dan minimnya hujan di Kota Pontianak.

Selain di Booster PDAM Jalan Wonoyoso, layanan bantuan air bersih juga tersedia di sejumlah titik lainnya, di antaranya kawasan Nipah Kuning, Perumnas III, serta PDAM Imam Bonjol.

Masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dapat memanfaatkan layanan tersebut sesuai ketentuan yang diberlakukan. (Lid)

Pontianak Tambah Titik Air Tawar Gratis, Warga Bisa Ambil hingga Malam
Pontianak Tambah Titik Air Tawar Gratis, Warga Bisa Ambil hingga Malam
Monday, 31/08/2026

KALBARONLINE.com - Perumda Tirta Khatulistiwa menambah titik pengambilan air tawar gratis bagi warga Kota Pontianak. Selain Booster Perumnas III di Pontianak Timur, warga kini dapat mengambil air di Booster Wonoyoso, Jalan Purnama Madya, Pontianak Selatan.

Layanan tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan rumah tangga mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan langkah ini dilakukan untuk membantu warga di tengah terganggunya kualitas air baku akibat musim kemarau dan intrusi air asin, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

“Saya sudah memerintahkan PDAM untuk menyiapkan tempat-tempat tersebut,” ujarnya, Senin (31/8/2026).

Edi juga meminta Perumda Tirta Khatulistiwa menyuplai air tawar ke titik-titik masyarakat yang membutuhkan. Namun, ia mengakui distribusi air melalui mobil tangki masih menghadapi kendala karena keterbatasan armada.

Untuk memperkuat distribusi, Pemkot Pontianak melibatkan dukungan dari berbagai pihak. Bantuan mobil tangki berasal dari PMI, pemadam kebakaran, dan kepolisian, hingga kendaraan bak terbuka yang dilengkapi tandon air.

Pemerintah berupaya agar ketersediaan air tawar tetap terjaga sehingga warga tidak lagi menggunakan air galon untuk keperluan mandi, cuci, kakus. Edi memahami dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kebutuhan air, termasuk antrean pembelian air galon di sejumlah tempat.

“Kami usahakan air tawar ini tetap tersedia,” katanya.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Abdullah, mengatakan masyarakat dapat mengambil air menggunakan jeriken atau wadah masing-masing. Perumda telah menyiapkan keran-keran pengambilan air dan layanan tersebut sudah berjalan sejak Rabu lalu.

Abdullah memastikan layanan air bersih tersebut tidak dipungut biaya. Kualitas air yang disediakan dapat digunakan untuk konsumsi. Namun, masyarakat tetap diimbau memasak air terlebih dahulu sebelum diminum.

“Kualitasnya bisa untuk minum, tetapi kami harapkan sebelum dikonsumsi dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.

Untuk kapasitas, Abdullah menjelaskan stok air di Perumnas III saat ini sekitar 500 meter kubik. Jumlah yang hampir sama juga tersedia di Booster Wonoyoso. Sementara untuk Imam Bonjol, kapasitas akan menyesuaikan kondisi distribusi air baku dari Penepat.

“Stok kita di Perumnas III kurang lebih 500 kubik. Di Wonoyoso hampir sama, sekitar 500 kubik. Untuk Imam Bonjol kondisional,” jelasnya.

Ia memastikan penyediaan titik pengambilan air bersih gratis ini tidak mengganggu operasional rutin layanan perpipaan kepada pelanggan. Seluruh instalasi tetap dioperasikan maksimal, terutama ketika kadar air baku mulai menurun.

“Untuk operasional rutin, semua instalasi tetap kita maksimalkan. Ini tidak mengganggu aliran harian,” katanya.

Abdullah menyebut saat ini kualitas air baku di Sungai Kapuas mulai menunjukkan penurunan kadar garam hingga di bawah 1.000 miligram per liter. Kondisi tersebut juga terjadi di Parit Mayor, sehingga distribusi melalui jaringan perpipaan terus dimaksimalkan.

Terkait penyaluran air bersih, Perumda Tirta Khatulistiwa akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, mulai dari dinas, kecamatan, kelurahan, hingga unsur lain yang membantu distribusi kepada masyarakat.

“Ke depan kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait, baik dinas, kecamatan, maupun kelurahan,” ujarnya.

Perumda akan terus mengevaluasi stok air tawar dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Jika diperlukan, titik pengambilan air dapat ditambah menyesuaikan permintaan warga.

Selain layanan untuk masyarakat umum, Perumda Tirta Khatulistiwa juga memprioritaskan suplai air bersih untuk fasilitas kesehatan, di antaranya rumah sakit yang melayani pasien cuci darah.

“Yang rutin kami lakukan adalah suplai untuk instalasi darurat rumah sakit, terutama rumah sakit yang menangani pasien cuci darah. Itu menjadi prioritas kami,” pungkasnya. (*)

Sungai Kapuas Makin Asin, Pontianak Andalkan Waduk Penepat untuk Amankan Air Baku
Sungai Kapuas Makin Asin, Pontianak Andalkan Waduk Penepat untuk Amankan Air Baku
Thursday, 27/08/2026

KALBARONLINE.com – Intrusi air laut membuat kadar garam Sungai Kapuas meningkat hingga lebih dari 5.000 miligram per liter. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Pontianak mengandalkan Waduk Penepat di Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, sebagai sumber air baku cadangan untuk menjaga pelayanan air bersih selama musim kemarau.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan tingginya kadar garam di Sungai Kapuas menjadi tantangan serius bagi penyediaan air bersih di Kota Pontianak. Sebab, sungai tersebut selama ini menjadi salah satu sumber utama air baku yang diolah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kadar garamnya sudah sampai 5.000 miligram per liter lebih. Sementara yang disyaratkan berdasarkan ketentuan kesehatan maksimum 600 miligram per liter, itu pun untuk kebutuhan mandi. Untuk air minum harus di bawah 300 miligram per liter,” ujar Edi saat meninjau Waduk Penepat, Kamis (27/8/2026).

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Waduk Penepat disiapkan sebagai sumber air tawar cadangan. Waduk ini terhubung dengan instalasi pengolahan air di Imam Bonjol melalui jaringan pipa sepanjang sekitar 30 kilometer.

Jika seluruh sistem berfungsi optimal, kapasitas pasokan dari Penepat direncanakan dapat mencapai sekitar 1.000 liter per detik. Namun, kondisi saat ini belum memungkinkan kapasitas tersebut dimanfaatkan secara penuh karena infrastruktur waduk dan jaringan pendukung masih dalam proses perbaikan.

Dari kebutuhan produksi air bersih Kota Pontianak yang mencapai sekitar 2.000 liter per detik dari empat intake, yakni Imam Bonjol, Nipah Kuning, Selat Panjang dan Parit Mayor, pasokan dari Waduk Penepat saat ini baru sekitar 200 liter per detik.

“Yang sekarang sedang dipompa ke Imam Bonjol hanya mampu 200 liter per detik karena masih belum optimal,” jelas Edi.

Cakupan pelayanan air bersih di Kota Pontianak saat ini telah mencapai sekitar 90,6 persen. Karena itu, gangguan pada ketersediaan air baku berpotensi berdampak luas terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Waduk Penepat sendiri memiliki luas sekitar 6,6 hektare. Sementara lahan milik Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa di kawasan tersebut mencapai sekitar 9 hektare.

Saat ini, sejumlah infrastruktur pendukung waduk, termasuk saluran inlet dan outlet, sedang dibenahi oleh Balai Wilayah Sungai Kapuas menggunakan anggaran APBN.

“Infrastruktur outlet maupun inlet sedang dikerjakan perbaikannya oleh Balai Wilayah Sungai Kapuas menggunakan APBN tahun ini sekitar Rp16,6 miliar,” ungkap Edi.

Edi menegaskan, persoalan utama yang dihadapi Pontianak saat ini adalah ketersediaan air baku. Ia menyebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang telah diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, penyediaan air baku menjadi tanggung jawab pemerintah pusat atau pemerintah daerah sesuai kewenangannya.

“Air baku ini menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, atau daerah dalam hal ini provinsi,” katanya.

Di sisi lain, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa setiap tahun membayar retribusi air permukaan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Pada 2025, nilai retribusi yang dibayarkan mencapai lebih dari Rp2,4 miliar.

“Kita setiap tahun membayar retribusi air permukaan ke provinsi. Tahun 2025 saja Rp2,4 miliar lebih. Artinya kita membeli air, kita bayar, lalu kita olah dan distribusikan ke masyarakat,” jelasnya.

Edi berharap pembenahan Waduk Penepat dapat segera diselesaikan agar fungsinya sebagai sumber air baku bisa lebih optimal, terutama dalam kondisi darurat seperti kemarau panjang.

“Dalam kondisi darurat ini kita berharap bisa cepat selesai dan dievaluasi supaya waduknya berfungsi. Pipa-pipa yang bocor menuju Pontianak juga harus diperbaiki,” ujarnya.

Untuk jangka panjang, Edi berharap Kementerian PU dapat membantu menambah satu jalur pipa dengan diameter 800 milimeter. Tambahan jalur tersebut dinilai penting untuk memperkuat pasokan air baku Pontianak ketika sumber air utama mengalami gangguan.

“Ke depan kita berharap bisa diperjuangkan untuk menambah satu track lagi, 800 milimeter. Ini untuk jangka panjang, supaya kalau darurat seperti ini kita tidak kesulitan,” katanya.

Selain mengandalkan Waduk Penepat, Edi juga mendorong adanya solusi lain, seperti pembangunan bendung karet atau infrastruktur pengendali air di kawasan Sungai Penepat.

Menurutnya, sumber air baku tersebut tidak hanya penting bagi Kota Pontianak, tetapi juga bagi Kabupaten Kubu Raya dan wilayah di sekitarnya.

Perwakilan Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, Novizar Ardiyansyah, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan peningkatan kapasitas Waduk Penepat.

Menurutnya, kapasitas sambungan seharusnya dapat mencapai 1.000 liter per detik. Namun, saat ini pasokan yang dapat dimanfaatkan baru sekitar 500 liter per detik karena masih dalam tahap perbaikan.

“Saat ini kami masih menunggu bahan dari Jakarta, untuk perbaikan dua pipa. Dalam waktu dekat akan selesai,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menyatakan pihaknya siap mengawal upaya Pemkot Pontianak untuk mendapatkan dukungan pemerintah pusat dalam mengoptimalkan penyediaan air baku.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih, terutama saat musim kemarau dan ketika kadar garam sumber air baku meningkat.

DPRD Kota Pontianak juga akan berkoordinasi dengan Komisi V DPR RI untuk memperkuat dukungan terhadap penanganan infrastruktur air baku.

“Kita minta nanti untuk Komisi V, saya akan bicara dengan Ketua Komisi V dan juga Ketua DPP PDI Perjuangan untuk membantu yang ada di Penepat ini,” ujarnya.

Satarudin mengatakan pembenahan kawasan sumber air baku Penepat saat ini sudah berjalan, tetapi dukungan yang tersedia masih perlu diperkuat. Ia menyebut Pemkot Pontianak dapat menyiapkan proposal kebutuhan teknis untuk kemudian dibawa bersama ke pemerintah pusat.

Menurutnya, penyediaan air baku merupakan persoalan strategis yang tidak bisa hanya ditangani pemerintah kota. Apalagi, berdasarkan ketentuan perundang-undangan, air baku menjadi bagian dari kewenangan pemerintah pusat.

“Ini pasti berlanjut. Kami akan kawal bersama Pemerintah Kota Pontianak agar penyediaan air bersih untuk masyarakat bisa lebih aman dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Layanan Air Tawar Gratis Disiapkan

Di tengah kondisi air baku yang terdampak intrusi air laut, Pemkot Pontianak juga menyiapkan langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan air tawar masyarakat.

Edi mengatakan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa telah menyiapkan layanan air tawar gratis di sejumlah titik. Di antaranya Kantor Perumda Tirta Khatulistiwa dan booster di Perumnas III, serta beberapa titik lain yang akan disiapkan sesuai kebutuhan.

“Kalau masyarakat perlu air tawar untuk minum, ini gratis. Bisa membawa galon atau wadah lainnya. Tapi tidak untuk komersil,” ujarnya.

Edi juga memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa menyiapkan dukungan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki, khususnya ke wilayah yang rawan terdampak.

Pemkot Pontianak akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kapuas, Dinas PUPR Provinsi, serta bidang sumber daya air untuk mendukung distribusi tersebut.

“Saya perintahkan PDAM, dan mudah-mudahan dibantu Balai Wilayah Sungai, Dinas PU Provinsi, untuk menyiapkan mobil tangki mendrop air tawar ke daerah-daerah rawan, khususnya untuk air minum. Gratis,” pungkasnya. (*)

Sungai Kapuas Terintrusi Air Laut, Pontianak Andalkan Cadangan Air dari Waduk Penepat
Sungai Kapuas Terintrusi Air Laut, Pontianak Andalkan Cadangan Air dari Waduk Penepat
Thursday, 27/08/2026

KALBARONLINE.com - Intrusi air laut membuat kadar garam di Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, mencapai lebih dari 5.000 miligram per liter. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Pontianak mengandalkan Waduk Penepat di Kabupaten Kubu Raya sebagai sumber air tawar cadangan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan tingginya kadar garam di Sungai Kapuas menjadi persoalan bagi penyediaan air baku masyarakat, terutama saat musim kemarau.

“Sekarang ini Sungai Kapuas sudah terintrusi air laut. Kadar garamnya sudah sampai 5.000 ke atas miligram per liter,” kata Edi saat meninjau Waduk Penepat, Kamis (27/8/2026).

Selama ini, air Sungai Kapuas menjadi sumber air baku yang diolah melalui empat instalasi pengolahan air di Kota Pontianak, yakni di Imam Bonjol, Lipah Kuning, Selat Panjang, dan Pal Lima.

Total produksi dari empat instalasi tersebut mencapai sekitar 2.050 liter per detik dengan tingkat pelayanan air bersih kepada masyarakat sekitar 90,6 persen.

Namun, tingginya kadar garam Sungai Kapuas membuat kondisi tersebut menjadi tantangan bagi penyediaan air baku. Edi menjelaskan, kadar garam untuk air bersih harus jauh lebih rendah dibandingkan kondisi Sungai Kapuas saat ini.

Untuk kebutuhan tertentu, batas kadar garam maksimal sekitar 600 miligram per liter. Sementara air yang masih memungkinkan untuk diminum harus memiliki kadar garam di bawah 300 miligram per liter.

“Karena itu, pada saat musim kemarau sekarang kita mengandalkan Waduk Penepat ini,” ujarnya.

Kepala Seksi Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Novizar Aldiansyah mengatakan pemerintah tengah meningkatkan kapasitas Waduk Penepat untuk mendukung kebutuhan air baku Kota Pontianak.

Menurutnya, waduk tersebut ditargetkan mampu menyuplai sekitar 1.000 liter air per detik. Namun, untuk saat ini pasokan yang dapat dialirkan baru sekitar 500 liter per detik.

“Untuk kapasitas kurang lebih 1.000 liter per detik akan kami suplai. Tapi mungkin untuk saat ini kami bisa suplai dari Penepat ini baru sekitar 500 liter per detik,” kata Novizar.

Waduk Penepat memiliki luas sekitar 6,6 hektare. Perbaikan waduk dilakukan menggunakan anggaran APBN sebesar Rp16,6 miliar tahun ini.

Novizar mengatakan perbaikan tersebut ditargetkan rampung dalam sekitar satu minggu. Setelah itu, cadangan air tawar dari Waduk Penepat diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mengurangi dampak intrusi air laut terhadap pasokan air baku di Kota Pontianak. (Lid)

Edi Kamtono: Karhutla dan Kemarau Mulai Ganggu Produksi Air Bersih PDAM Pontianak
Edi Kamtono: Karhutla dan Kemarau Mulai Ganggu Produksi Air Bersih PDAM Pontianak
Tuesday, 28/07/2026

KALBARONLINE.com – Musim kemarau yang melanda Kota Pontianak mulai memberikan dampak terhadap sejumlah sektor, mulai dari meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga terganggunya produksi air bersih Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kondisi Sungai Kapuas yang mengalami penyusutan debit air serta peningkatan kadar garam turut memengaruhi proses produksi air bersih, terutama di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nipah Kuning.

"Kondisi cuaca musim kemarau ini, kebakaran lahan dampaknya juga ada terhadap mengeringnya air Sungai Kapuas yang berdampak terhadap produksi air PDAM," kata Edi, Senin (28/7/2026).

Menurutnya, kadar garam di kawasan Nipah Kuning terus mengalami peningkatan. Untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa melakukan pencampuran sumber air dari instalasi lainnya.

"Untuk di Nipah Kuning kadar garam semakin meningkat. Kita berupaya mencampur apabila kadar garamnya tinggi dengan pasokan dari Imam Bonjol dan Penepat," ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Pontianak juga terus memperkuat upaya pencegahan karhutla. Edi mengatakan, pemerintah telah membentuk tim patroli serta menyiapkan langkah penegakan hukum terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan.

"Kita sudah melakukan operasi patroli pencegahan. Kita bentuk tim dan akan melakukan penindakan hukum apabila terjadi kesengajaan membakar lahan yang menyebabkan bencana asap," tegasnya.

Untuk mengantisipasi keterbatasan sumber air saat proses pemadaman karhutla, Pemkot Pontianak juga mulai memetakan titik-titik yang masih memiliki cadangan air.

Parit-parit yang masih menyimpan air saat kondisi pasang akan dimanfaatkan sebagai sumber air bagi petugas pemadam di lapangan.

"Kita sudah menggali titik-titik yang masih tersedia air. Terutama saat malam hari ketika air pasang, parit-parit bisa kita gali menggunakan ekskavator untuk menjadi sumber air penyiraman," jelas Edi.

Terkait kemungkinan meliburkan sekolah akibat kabut asap, Edi menyebut kondisi kualitas udara di Pontianak saat ini belum masuk kategori darurat.

Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla.

"Kalau dari pantauan udara, saat ini masih dalam kondisi kurang sehat pada malam hari, belum darurat. Kalau sudah berbahaya, tentu akan kita ambil langkah, termasuk meliburkan sekolah sementara," katanya.

Edi mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada menghadapi musim kemarau. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, menggunakan masker, serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

"Yang pasti masyarakat tidak boleh membakar lahan. Kalau kondisi sudah sangat berbahaya, kita akan mengimbau untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan dan menggunakan masker," pungkasnya. (Lid)

HUT ke-51 Perumda Tirta Khatulistiwa, Wako Edi Minta Layanan Air Bersih Terus Ditingkatkan
HUT ke-51 Perumda Tirta Khatulistiwa, Wako Edi Minta Layanan Air Bersih Terus Ditingkatkan
Monday, 18/05/2026

KALBARONLINE.com – Edi Rusdi Kamtono meminta Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa atau PDAM Pontianak terus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat di usia ke-51 tahun.

Meski cakupan pelayanan sudah mencapai 90,54 persen dengan kapasitas terpasang sebesar 2.358 liter per detik, Edi menilai peningkatan layanan tetap harus menjadi prioritas utama.

“Saya menekankan di usia ke-51 ini agar PDAM terus bekerja meningkatkan kualitas pelayanan secara profesional, menjadikan pelanggan atau masyarakat sebagai model dalam memberikan kepuasan terhadap layanan air bersih,” ujarnya usai apel peringatan HUT Perumda Tirta Khatulistiwa, Senin (18/5/2026).

Menurut Edi, pelayanan air bersih yang ideal membutuhkan investasi besar, mulai dari pembangunan jaringan distribusi, teknologi, sumber daya manusia hingga dukungan keuangan.

Ia juga menyoroti tantangan kualitas air baku, termasuk ancaman intrusi air laut di Sungai Kapuas yang dapat memengaruhi kualitas air bersih untuk masyarakat.

“Pengaruh air baku tidak bisa dipungkiri. Kondisi intrusi air laut juga akan berpengaruh terhadap kualitas air. Karena itu, pegawai PDAM harus bekerja profesional, disiplin, transparan, sesuai SOP, dan menjaga integritas,” katanya.

Selain itu, Edi meminta PDAM Pontianak serius menekan tingkat kebocoran air atau non revenue water (NRW). Saat ini tingkat kebocoran tercatat berada di angka 28,77 persen.

Ia menargetkan angka tersebut bisa ditekan hingga di bawah 28 persen.

“Kebocoran itu disebabkan jaringan distribusi yang sebagian sudah tua dan rusak. Itu harus diganti. Saya minta ditekan di bawah 28 persen,” tegasnya.

Tak hanya soal jaringan, Edi juga mendorong inovasi layanan berbasis digital agar pelayanan kepada pelanggan semakin cepat dan efisien.

Menurutnya, sistem digital perlu dimanfaatkan untuk pengelolaan data pelanggan, pembayaran, pengaduan hingga percepatan respons terhadap keluhan masyarakat.

“Inovasi layanan harus terus dilakukan, termasuk aplikasi berbasis digital untuk data pelanggan, pembayaran, maupun sistem. Yang penting juga responsif terhadap keluhan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Khatulistiwa, Abdullah mengatakan pihaknya akan terus berupaya mencapai target pelayanan yang telah ditetapkan.

Salah satu peningkatan yang dilakukan yakni pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nipah Kuning berkapasitas 300 liter per detik.

“Dengan selesainya dan beroperasinya instalasi Nipah Kuning 300 liter per detik, sekarang total kapasitas kami menjadi 2.358 liter per detik,” ujarnya.

Abdullah juga memastikan pihaknya terus berupaya menekan angka kebocoran air sesuai target tahun 2026 sebesar 28,6 persen.

“Memang kami ditargetkan tahun ini 28,6 persen. Insyaallah kami akan berupaya semaksimal mungkin agar target tersebut bisa tercapai,” katanya.

Dalam rangka HUT ke-51, Perumda Tirta Khatulistiwa turut memberikan diskon sebesar 51 persen bagi pelanggan pasif yang ingin mengaktifkan kembali sambungan air.

Program ini berlaku khusus untuk pelanggan yang sudah tidak aktif selama lebih dari empat bulan.

“Diskonnya 51 persen, sesuai HUT ke-51. Ini untuk pelanggan pasif yang membuka sambungan kembali, khususnya yang sudah empat bulan ke atas,” ungkap Abdullah.

Program diskon tersebut berlaku bagi pelanggan golongan rumah tangga 2A1, 2A2, dan 2A3 mulai 18 Mei hingga 31 Juli 2026.

“Semoga ini bermanfaat bagi pelanggan pasif, sehingga mereka bisa menjadi pelanggan aktif kembali,” pungkasnya. (*)