Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 11 September 2026 |
KALBARONLINE.com - Di tengah kabut asap dan kondisi cuaca yang belum membaik, warga Pontianak kembali dihadapkan pada persoalan air bersih yang terasa asin. Pada saat yang sama, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok turut menambah beban rumah tangga.
Kondisi tersebut dikeluhkan Melati, warga Pontianak. Menurutnya, persoalan air bersih menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan masyarakat saat ini, terlebih ketika harga kebutuhan sehari-hari juga semakin mahal.
“Air bersih terus. Kemudian, sekarang harga-harga juga semakin mahal. Otomatis kita merasa keberatan untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya, Jumat (11/9/26).
Menurut Melati, air yang kembali terasa asin membuat warga harus mencari sumber air bersih lainnya. Ia berharap pemerintah menyediakan titik pembagian air bersih yang lebih dekat dengan permukiman warga sehingga masyarakat tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkannya.
“Harapannya, kita ingin ada air bersih yang dekat dengan rumah dan terjangkau. Jadi, kita tidak perlu jauh-jauh kalau mau mengambil air,” katanya.
Tak hanya air bersih, Melati juga menyoroti kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama cabai dan sayuran. Menurutnya, kondisi tersebut semakin memberatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sekarang kebutuhan pokok juga mahal, seperti cabai dan sayur-sayuran. Semuanya mahal karena kondisi seperti ini,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan pemantauan harga, tetapi turun langsung ke pasar untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
“Kami berharap pemerintah turun langsung ke pasar, supaya kebutuhan pokok harganya bisa lebih murah,” katanya.
Melati juga berharap pemerintah memberikan bantuan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di tengah kondisi saat ini, mulai dari air bersih, masker hingga kebutuhan pokok.
“Harapan saya, mewakili ibu-ibu semua, dengan keadaan seperti ini berharap banyak bantuan dari pemerintah, seperti air bersih, masker, juga kebutuhan-kebutuhan pokok yang harganya jelas tidak mahal dan tetap terjangkau,” pungkasnya.
KALBARONLINE.com - Di tengah kabut asap dan kondisi cuaca yang belum membaik, warga Pontianak kembali dihadapkan pada persoalan air bersih yang terasa asin. Pada saat yang sama, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok turut menambah beban rumah tangga.
Kondisi tersebut dikeluhkan Melati, warga Pontianak. Menurutnya, persoalan air bersih menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan masyarakat saat ini, terlebih ketika harga kebutuhan sehari-hari juga semakin mahal.
“Air bersih terus. Kemudian, sekarang harga-harga juga semakin mahal. Otomatis kita merasa keberatan untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya, Jumat (11/9/26).
Menurut Melati, air yang kembali terasa asin membuat warga harus mencari sumber air bersih lainnya. Ia berharap pemerintah menyediakan titik pembagian air bersih yang lebih dekat dengan permukiman warga sehingga masyarakat tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkannya.
“Harapannya, kita ingin ada air bersih yang dekat dengan rumah dan terjangkau. Jadi, kita tidak perlu jauh-jauh kalau mau mengambil air,” katanya.
Tak hanya air bersih, Melati juga menyoroti kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama cabai dan sayuran. Menurutnya, kondisi tersebut semakin memberatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sekarang kebutuhan pokok juga mahal, seperti cabai dan sayur-sayuran. Semuanya mahal karena kondisi seperti ini,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan pemantauan harga, tetapi turun langsung ke pasar untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
“Kami berharap pemerintah turun langsung ke pasar, supaya kebutuhan pokok harganya bisa lebih murah,” katanya.
Melati juga berharap pemerintah memberikan bantuan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di tengah kondisi saat ini, mulai dari air bersih, masker hingga kebutuhan pokok.
“Harapan saya, mewakili ibu-ibu semua, dengan keadaan seperti ini berharap banyak bantuan dari pemerintah, seperti air bersih, masker, juga kebutuhan-kebutuhan pokok yang harganya jelas tidak mahal dan tetap terjangkau,” pungkasnya.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini