Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
rsud ssma
Inovasi MAKELAR RSUD SSMA Raih Penghargaan IGA 2025, Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien
Inovasi MAKELAR RSUD SSMA Raih Penghargaan IGA 2025, Tingkatkan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien
Wednesday, 22/07/2026

KALBARONLINE.com – Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, dr. Eva Nurfarihah, Sp.THT-KL, M.Kes, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih rumah sakit dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025. Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi MAKELAR (Metode Asuhan Keperawatan) yang dikembangkan untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus menjamin keselamatan pasien.

"Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena inovasi kami pada tahun 2025 memperoleh penghargaan dalam Innovative Government Award. Tentu kami sangat berbahagia karena inovasi yang telah dikembangkan mendapat pengakuan dan penghargaan dari Pemerintah Kota Pontianak," ujar dr. Eva saat diwawancarai, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, inovasi MAKELAR dikembangkan oleh bidang keperawatan RSUD SSMA sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang lebih berkualitas dan berkesinambungan bagi pasien.

Menurut dr. Eva, sebelum inovasi tersebut diterapkan, setiap pasien memang telah memiliki dokter penanggung jawab. Namun, pada pelayanan keperawatan, pergantian jadwal kerja (shift) berpotensi menimbulkan kendala dalam kesinambungan penyampaian informasi mengenai kondisi pasien.

"Pergantian shift merupakan bagian dari sistem pelayanan keperawatan. Namun, dalam proses tersebut selalu ada potensi informasi penting mengenai kondisi pasien tidak tersampaikan secara utuh. Hal ini tentu dapat memengaruhi kesinambungan pelayanan apabila tidak dikelola dengan baik," jelasnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, RSUD SSMA kemudian menghadirkan sistem Perawat Penanggung Jawab Asuhan Pasien (PPJA) melalui inovasi MAKELAR. Dalam sistem ini, setiap pasien memiliki satu perawat penanggung jawab yang mendampingi sejak masuk hingga pulang dari rumah sakit.

"Meskipun perawat tersebut sedang tidak bertugas, setiap pergantian shift akan dilakukan pelaporan secara berkesinambungan oleh perawat pelaksana kepada PPJA. Dengan demikian, seluruh informasi terkait kondisi pasien tetap terjaga, tidak ada informasi yang terlewat, sehingga mutu pelayanan dan keselamatan pasien dapat dipertahankan secara optimal," katanya.

Lebih lanjut, dr. Eva menegaskan budaya inovasi telah menjadi bagian dari pengembangan pelayanan di RSUD SSMA. Manajemen rumah sakit memberikan ruang seluas-luasnya kepada seluruh pegawai untuk menyampaikan gagasan maupun menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan.

Ia mengatakan, banyak inovasi lahir dari evaluasi terhadap berbagai keluhan maupun masukan yang diterima, baik dari tenaga kesehatan, manajemen, maupun masyarakat sebagai pengguna layanan.

"Setiap keluhan atau permasalahan kami jadikan sebagai bahan evaluasi. Dari situ kami mencari solusi melalui inovasi agar masalah yang sama tidak kembali terjadi. MAKELAR merupakan salah satu contoh inovasi yang lahir dari upaya mengatasi potensi terputusnya komunikasi dalam pelayanan pasien," ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, dr. Eva berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan RSUD SSMA untuk terus berinovasi demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Saya mengajak seluruh insan Alkadrie untuk tidak takut mengajukan inovasi. Sekecil apa pun inovasi yang dihasilkan akan memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Kami juga berharap Pemerintah Kota Pontianak terus melanjutkan program penghargaan seperti ini karena mampu menumbuhkan semangat bagi kami untuk terus berinovasi. Harapan yang sama juga kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Republik Indonesia agar budaya inovasi di sektor pelayanan publik terus berkembang," tutupnya. (*)

Jangan Sepelekan Nyeri Punggung Bawah, Ini Cara Mengatasi dan Mencegahnya Menurut Terapis
Jangan Sepelekan Nyeri Punggung Bawah, Ini Cara Mengatasi dan Mencegahnya Menurut Terapis
Tuesday, 14/07/2026

KALBARONLINE.com – Nyeri punggung bawah atau low back pain menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga mereka yang rutin melakukan aktivitas fisik berat.

Okupasi Terapis RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA), Esha Kuswo Pamungkas, menjelaskan bahwa nyeri punggung bawah dapat dipicu oleh berbagai faktor. Di antaranya postur tubuh yang kurang baik, terlalu lama duduk, kurang berolahraga, mengangkat beban dengan teknik yang salah, hingga cedera pada otot dan sendi di sekitar tulang belakang.

"Sebagian besar kasus nyeri punggung bawah dapat membaik dengan penanganan tepat. Yang terpenting adalah mengetahui penyebabnya terlebih dahulu agar terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien," ujarnya saat memberikan edukasi di RSUD SSMA, Selasa (14/7/2026).

Menurut Esha, masih banyak masyarakat yang memilih beristirahat total ketika mengalami nyeri punggung bawah. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat membuat otot menjadi kaku dan memperlambat proses pemulihan.

Sebaliknya, aktivitas ringan yang disesuaikan dengan kemampuan serta latihan yang dianjurkan tenaga kesehatan dapat membantu mempercepat proses pemulihan.

Selain terapi fisik, Esha juga menekankan pentingnya membiasakan postur tubuh yang benar saat duduk, berdiri, maupun mengangkat barang.

Ia menyarankan masyarakat rutin mengubah posisi saat bekerja, melakukan peregangan setiap 30 hingga 60 menit, serta berolahraga secara teratur untuk mengurangi risiko mengalami low back pain.

"Latihan untuk memperkuat otot inti tubuh dan meningkatkan fleksibilitas juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang belakang serta mencegah nyeri datang kembali," jelasnya.

Meski sebagian besar kasus dapat ditangani tanpa operasi, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila nyeri berlangsung lebih dari beberapa minggu, semakin berat, menjalar hingga ke tungkai, disertai mati rasa atau kelemahan pada kaki, maupun gangguan buang air kecil atau buang air besar.

Menurut Esha, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

"Dengan mengenali penyebab, menerapkan penanganan yang tepat dan menjalankan pola hidup sehat, nyeri punggung bawah dapat dicegah maupun dikendalikan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan nyaman dan produktif," pungkasnya. (*)

Sisa Akar Gigi Jangan Dianggap Sepele, Dokter RSUD SSMA: Bisa Sebabkan Infeksi hingga Abses
Sisa Akar Gigi Jangan Dianggap Sepele, Dokter RSUD SSMA: Bisa Sebabkan Infeksi hingga Abses
Thursday, 09/07/2026

KALBARONLINE.com – Sisa akar gigi yang dibiarkan terlalu lama ternyata bisa menjadi sumber infeksi serius pada rongga mulut, bahkan berpotensi memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun, masih banyak masyarakat yang menganggap kondisi tersebut tidak perlu ditangani selama belum menimbulkan rasa sakit.

Dokter gigi RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, drg. Zulfa Trisa Az-zahra, mengingatkan bahwa sisa akar gigi merupakan bagian gigi yang tertinggal di dalam gusi akibat kerusakan parah atau gigi yang patah.

“Padahal sisa akar gigi merupakan bagian yang tertinggal di dalam gusi akibat kerusakan gigi yang parah atau gigi yang patah,” ujarnya saat memberikan edukasi kepada masyarakat di RSUD SSMA Kota Pontianak, Kamis (9/7/2026).

Menurut Zulfa, sisa akar gigi dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri yang memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi, pembengkakan gusi, abses atau penumpukan nanah, bau mulut, nyeri, hingga kesulitan mengunyah.

Ia menjelaskan, infeksi yang berasal dari sisa akar gigi tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan infeksi berulang, terbentuknya abses, kerusakan tulang penyangga gigi, hingga peradangan pada jaringan gusi di sekitarnya.

Zulfa mengatakan, siapa pun dapat mengalami kondisi ini, baik usia muda maupun dewasa. Meski belum menimbulkan rasa sakit, bakteri tetap dapat berkembang di sekitar sisa akar gigi dan sewaktu-waktu memicu infeksi akut.

Menurutnya, beberapa kelompok memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi, di antaranya lanjut usia (lansia), ibu hamil, penderita diabetes, penderita penyakit jantung, perokok, hingga individu dengan daya tahan tubuh rendah, seperti penderita penyakit kronis atau pasien yang sedang menjalani terapi tertentu.

Karena itu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke dokter gigi apabila memiliki gigi yang rusak hingga menyisakan akar, mengalami nyeri gigi berkepanjangan, gusi bengkak, keluar nanah, atau bau mulut yang tidak kunjung hilang.

“Penanganan dapat berupa perawatan saluran akar apabila masih memungkinkan atau pencabutan sisa akar gigi sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter gigi,” jelasnya.

Selain mendapatkan penanganan medis, menjaga kebersihan gigi dan mulut juga menjadi langkah penting untuk mencegah infeksi. Zulfa menyarankan masyarakat membiasakan menyikat gigi dua kali sehari, membersihkan sela-sela gigi, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali.

“Jangan menunggu hingga rasa sakit semakin parah. Sisa akar gigi yang terlihat kecil dapat menjadi sumber infeksi yang besar. Penanganan sedini mungkin tidak hanya mencegah komplikasi, tetapi juga membantu mempertahankan fungsi pengunyahan, kesehatan rongga mulut serta kesehatan tubuh secara menyeluruh,” tutupnya. (*)

RSUD SSMA Edukasi Pengelolaan Obat yang Benar, Jangan Asal Beli hingga Buang
RSUD SSMA Edukasi Pengelolaan Obat yang Benar, Jangan Asal Beli hingga Buang
Wednesday, 08/07/2026

KALBARONLINE.com – Kesadaran masyarakat dalam mengelola obat dengan benar dinilai masih perlu terus ditingkatkan. Pengelolaan obat tidak hanya sebatas cara mengonsumsinya, tetapi juga mencakup proses sejak membeli, menggunakan, menyimpan, hingga membuang obat yang sudah tidak digunakan.

Hal itu disampaikan Apoteker RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Fikri Destari, saat memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung rumah sakit, Rabu (8/7/2026).

Menurut Fikri, pengelolaan obat yang tepat menjadi langkah penting untuk memastikan obat bekerja secara optimal, mencegah efek yang tidak diinginkan, sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.

Ia menegaskan, obat bukanlah produk yang dapat diperlakukan seperti barang konsumsi biasa. Ada sejumlah tahapan yang harus diperhatikan, mulai dari memperoleh obat di tempat resmi, menggunakan sesuai aturan, menyimpan dengan benar, hingga membuangnya secara aman.

“Jika seluruh tahapan ini dilakukan dengan baik, manfaat obat dapat diperoleh secara maksimal,” ujarnya.

Fikri menjelaskan, masyarakat sebaiknya memperoleh obat dari fasilitas pelayanan kesehatan atau apotek yang memiliki izin resmi. Dengan membeli obat di tempat terpercaya, masyarakat dapat memastikan mutu, keamanan, dan keaslian obat, sekaligus memperoleh informasi yang benar mengenai cara penggunaan, dosis, efek samping, hingga penyimpanannya.

Dalam penggunaannya, obat harus dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Masyarakat diimbau tidak mengubah dosis, menghentikan pengobatan tanpa anjuran tenaga medis, maupun menggunakan obat berdasarkan rekomendasi orang lain.

Selain itu, penyimpanan obat juga berperan penting dalam menjaga kualitasnya. Obat sebaiknya disimpan sesuai petunjuk pada kemasan dan diletakkan di tempat yang aman serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Fikri juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa tanggal kedaluwarsa dan kondisi fisik obat yang disimpan di rumah. Obat yang sudah kedaluwarsa, rusak, atau tidak lagi digunakan sebaiknya tidak dibuang sembarangan.

Sebelum dibuang, obat perlu dipastikan tidak dapat digunakan kembali. Untuk obat berbentuk tablet atau kapsul, misalnya, obat dapat dirusak terlebih dahulu sebelum dibuang. Apabila masyarakat masih ragu mengenai cara pembuangan yang benar, disarankan berkonsultasi dengan apoteker agar prosesnya dilakukan secara aman.

“Dengan memperoleh obat dari tempat yang resmi, menggunakan sesuai aturan, menyimpan dengan benar, dan membuang obat secara aman, manfaat pengobatan dapat diperoleh secara optimal sekaligus mencegah penyalahgunaan obat dan menjaga kelestarian lingkungan,” tutupnya. (*)

RSUD SSMA Edukasi Cara Kendalikan Hipertensi, Jangan Andalkan Obat Saja
RSUD SSMA Edukasi Cara Kendalikan Hipertensi, Jangan Andalkan Obat Saja
Tuesday, 07/07/2026

KALBARONLINE.com – Mengonsumsi obat antihipertensi memang menjadi bagian penting dalam pengobatan tekanan darah tinggi. Namun, hasil pengobatan akan lebih optimal jika diimbangi dengan pola makan sehat dan gaya hidup yang baik.

Pesan itu disampaikan RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengaturan pola makan untuk mengendalikan hipertensi, Selasa (7/7/2026).

Nutrisionis RSUD SSMA Kota Pontianak, Mutia Anisa Karomah, A.Md.Gz, menjelaskan bahwa hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih.

Menurutnya, hipertensi sering dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam karena pada sebagian penderita tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, banyak orang merasa sehat sehingga mengabaikan pengobatan maupun perubahan gaya hidup.

Padahal, hipertensi yang tidak terkendali dapat memicu berbagai komplikasi serius, seperti gangguan otak, retinopati, penyakit jantung, hingga gangguan pembuluh darah.

Karena itu, pengaturan pola makan menjadi bagian penting dalam pengendalian hipertensi. Salah satu pola makan yang direkomendasikan adalah diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).

"Salah satu langkah utama adalah diet DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension yang menyarankan konsumsi makanan rendah lemak jenuh, kolesterol dan lemak total, serta meningkatkan konsumsi buah dan sayur dengan jumlah porsi 4-5 porsi per hari, produk susu tanpa lemak atau rendah lemak, serta kacang-kacangan," jelasnya.

Anisa juga mengingatkan penderita hipertensi untuk membatasi konsumsi garam dapur, penyedap rasa, soda kue, kecap, terasi, petis, tauco, hingga saus tomat. Kebutuhan garam bagi orang dewasa sebaiknya tidak lebih dari 2.300 miligram natrium per hari atau setara satu sendok teh garam (5 gram).

Untuk menambah cita rasa makanan, masyarakat disarankan memanfaatkan bumbu alami seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, daun salam, dan rempah lainnya yang rendah kandungan garam.

"Sayangnya, garam tidak hanya berasal dari garam dapur, tetapi juga tersembunyi dalam berbagai makanan olahan seperti mi instan, sosis, nugget, makanan kaleng, kerupuk, makanan cepat saji, aneka camilan, asinan sayur, keju, serta bumbu penyedap," tuturnya.

Selain itu, ia menganjurkan masyarakat memperbanyak konsumsi makanan yang kaya magnesium, kalium, dan kalsium, seperti daging, telur, kacang merah, pisang, brokoli, alpukat, dan bayam.

Tak kalah penting, menjaga berat badan ideal serta rutin beraktivitas fisik juga menjadi kunci mengendalikan tekanan darah. Aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, senam, atau berenang dapat dilakukan minimal 30 menit per hari sebanyak lima kali dalam seminggu atau disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

"Obat membantu mengendalikan tekanan darah, tetapi gaya hidup sehat menjaga hasilnya tetap stabil. Jadi, jangan hanya rutin minum obat. Mulailah mengatur pola makan, perbanyak sayur dan buah, batasi garam, tetap aktif bergerak, serta lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala," pungkasnya. (*)

Jangan Salah Minum Obat Asam Urat, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Jelaskan Aturan Pakainya
Jangan Salah Minum Obat Asam Urat, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Jelaskan Aturan Pakainya
Wednesday, 24/06/2026

KALBARONLINE.com – Penyakit asam urat masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dijumpai di masyarakat. Namun, masih banyak yang menganggap asam urat hanya menyerang orang lanjut usia. Faktanya, kondisi ini bisa dialami siapa saja, terutama mereka yang memiliki faktor risiko tertentu.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak memberikan edukasi kepada pengunjung rawat jalan terkait penyakit asam urat, mulai dari gejala, penyebab, hingga penggunaan obat asam urat yang tepat, Rabu (24/6/2026).

Apoteker Putri Raraswati, S.Farm menjelaskan bahwa kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini sering membuat masyarakat keliru dalam mengonsumsi obat.

Menurutnya, asam urat terjadi ketika kadar asam urat dalam darah meningkat dan membentuk kristal yang menumpuk di persendian. Penumpukan kristal tersebut dapat memicu peradangan yang menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan gangguan pergerakan sendi.

“Sendi yang paling sering terkena adalah jempol kaki, namun dapat juga menyerang pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, maupun jari tangan,” ujar Putri.

Ia menjelaskan, gejala asam urat umumnya berupa nyeri sendi yang muncul secara tiba-tiba, terutama pada malam atau dini hari. Selain itu, sendi yang terkena biasanya terasa panas, bengkak, kemerahan, dan sulit digerakkan.

Peningkatan kadar asam urat dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti konsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan, obesitas, kurang aktivitas fisik, konsumsi minuman beralkohol, gangguan fungsi ginjal, faktor keturunan, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.

Selain itu, beberapa penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit ginjal juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami asam urat.

"Dalam penatalaksanaannya, terdapat dua kelompok obat yang umum digunakan," jelas Putri saat memberikan edukasi.

Kelompok pertama adalah obat untuk meredakan nyeri dan peradangan saat serangan asam urat akut, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), kolkisin, atau kortikosteroid yang digunakan sesuai anjuran dokter.

Sedangkan kelompok kedua adalah obat penurun kadar asam urat dalam darah, seperti allopurinol atau febuxostat. Obat ini digunakan untuk mencegah kekambuhan serta mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Selain pengobatan medis, Putri juga membagikan sejumlah cara alami yang dapat membantu mengendalikan kadar asam urat. Di antaranya memperbanyak konsumsi air putih, mengompres sendi yang meradang dengan es, serta membatasi makanan tinggi purin.

Beberapa makanan yang perlu dibatasi antara lain jeroan, daging merah, serta seafood tertentu seperti sarden, kerang, dan udang. Masyarakat juga dianjurkan mengurangi konsumsi minuman tinggi gula, terutama yang mengandung fruktosa.

Menurutnya, asam urat dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, memperbanyak minum air putih, membatasi makanan tinggi purin, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Dengan pemahaman yang baik mengenai penyakit asam urat dan penggunaan obat yang tepat, diharapkan masyarakat dapat mencegah kekambuhan serta meningkatkan kualitas hidup,” pungkasnya. (*)

Waspada Hantavirus, Penyakit dari Tikus yang Gejalanya Mirip Flu Biasa
Waspada Hantavirus, Penyakit dari Tikus yang Gejalanya Mirip Flu Biasa
Tuesday, 19/05/2026

KALBARONLINE.com – Hantavirus kembali ramai diperbincangkan di media sosial dan membuat sebagian masyarakat mulai khawatir. Penyakit yang ditularkan oleh tikus ini disebut memiliki gejala awal mirip flu biasa, namun dalam kondisi tertentu bisa berkembang menjadi gangguan serius yang mengancam nyawa.

Dokter Umum RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Pontianak, dr Bayu Zeva Wiraksakti, mengatakan hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru. Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada karena penularannya kerap tidak disadari.

“Hantavirus dapat masuk ke tubuh manusia melalui udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengering,” ujarnya saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Selasa (19/5/2026).

Menurut dr Bayu, penularan juga dapat terjadi ketika seseorang menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus, terutama di area lembab dan jarang dibersihkan seperti gudang, loteng, maupun dapur yang dipenuhi jejak tikus.

Ia menjelaskan, gejala awal hantavirus umumnya menyerupai flu biasa, mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga tubuh terasa lemas. Namun pada beberapa kasus, penyakit ini bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan berat yang berpotensi fatal apabila terlambat ditangani.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik berlebihan. Sebab, penularan hantavirus dari manusia ke manusia tergolong sangat jarang.

Menurut dr Bayu, langkah pencegahan paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. Ia juga mengingatkan pentingnya langkah sederhana “3M Plus Tikus” untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut di lingkungan rumah.

Langkah pertama, masyarakat diminta menutup makanan dan tempat sampah dengan rapat agar tidak mengundang tikus datang. Selain itu, rumah perlu rutin dibersihkan menggunakan disinfektan jika ditemukan bekas kotoran tikus.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel virus beterbangan di udara.

“Basahi dulu dengan disinfektan agar virusnya tidak terbang ke udara,” jelasnya.

Selain itu, pemasangan perangkap tikus juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi populasi tikus di sekitar rumah.

dr Bayu turut mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala mencurigakan seperti demam tinggi mendadak dan sesak napas setelah terpapar lingkungan kotor atau area yang banyak tikus.

“Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, penyebaran hantavirus diharapkan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kondisi yang mematikan,” pungkasnya. (*)

Dukung Program MBG, RSUD SSMA Pontianak Lakukan Edukasi Gizi Seimbang
Dukung Program MBG, RSUD SSMA Pontianak Lakukan Edukasi Gizi Seimbang
Thursday, 29/01/2026

KALBARONLINE.com - Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Pontianak bekerja sama dengan SDN 74 Pontianak Barat mengadakan kegiatan edukasi gizi seimbang bagi siswa kelas 4 dan kelas 6.

Edukasi gizi ini merupakan rangkaian dari kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional 2026 dan upaya rumah sakit mendukung program pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dokter Nihayatus Solikhah, perwakilan Rumah Sakit SSMA Pontianak mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya gizi seimbang dalam menunjang tumbuh kembang mereka, sebagai upaya mendukung menciptakan generasi emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berprestasi.

"Kami ingin para siswa memahami bahwa gizi seimbang adalah kunci untuk tumbuh sehat dan cerdas," ujarnya, Kamis (29/01/2026).

Siswa-siswa SDN 74 Pontianak Barat menyambut baik kegiatan ini. Mereka antusias menerima informasi tentang gizi seimbang karena dikemas dalam bentuk edukasi permainan yang menyenangkan sehingga mudah diterima oleh para siswa.

“Kegiatannya seru, menyenangkan dan banyak hadiahnya karena ada kuisnya” kata Ajwa Alesha Siswa Kelas VI SDN 74.

Selain itu, kata Alesha, dia juga jadi mengetahui bahwa banyak sekali kandungan dari makanan seperti karbohidrat, vitamin, mineral, dan gizi yang terkandung dalam makanan.

“Jadi nda lagi ada makanan yang dibuang atau tidak dimakan baik dirumah maupun disekolah,“ pungkasnya. (Jau)

RSUD SSMA Pontianak Ulas Dampak Karhutla Bagi Kesehatan
RSUD SSMA Pontianak Ulas Dampak Karhutla Bagi Kesehatan
Tuesday, 27/01/2026

KALBARONLINE.com - Nihayatus Solikhah dari RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak turut mengulas tentang dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bagi kesehatan.

Dalam sosialisasi yang digelar kepada 100 pasien rumah sakit, Selasa (27/01/2026), Nihayatus menyebut, bahwa asap pekat bercampur debu akibat lahan yang terbakar bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan, terutama jika terhirup dalam waktu lama. Karena dalam kandungan asap yang dihasilkan, terdapat partikel halus dan zat berbahaya.

"Anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma, penyakit jantung, dan paru-paru menjadi kelompok yang paling rentan terdampak," ungkapnya.

Nihayatus menjelaskan, selain gangguan pernapasan, asap kebakaran juga dapat menimbulkan keluhan lain seperti iritasi mata, pilek, batuk, hingga penurunan daya tahan tubuh jika terpapar dalam jangka waktu lama.

“Kabut asap ini membawa partikel-partikel halus yang mudah masuk ke saluran pernapasan. Dampaknya bisa berupa iritasi mata, batuk, pilek, dan keluhan kesehatan lainnya, khususnya pada kelompok masyarakat yang rentan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini RSUD SSMA belum mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah pasien yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap. Menurutnya, sebagian besar pasien dengan keluhan ringan biasanya lebih dulu mendapatkan penanganan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas.

“Data di RSUD SSMA belum menunjukkan lonjakan pasien ISPA akibat kabut asap. Kemungkinan besar pasien dengan keluhan ringan seperti iritasi mata, batuk, dan pilek lebih banyak ditangani di FKTP atau puskesmas sebagai layanan kesehatan pertama,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nihayatus juga mengimbau masyarakat Kota Pontianak untuk meningkatkan kewaspadaan saat kabut asap mulai muncul. Ia menyarankan warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu mendesak.

“Apabila tidak ada keperluan yang sangat penting, sebaiknya beraktivitas di dalam rumah. Namun jika terpaksa harus keluar rumah, gunakan alat pelindung diri seperti masker untuk mengurangi risiko paparan asap,” pungkasnya. (Jau)