Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 04 November 2026 |
KALBARONLINE.com – Osteoartritis merupakan salah satu penyakit sendi yang kerap dialami masyarakat, terutama kelompok usia lanjut. Penyakit ini terjadi akibat kerusakan tulang rawan secara bertahap sehingga menimbulkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak pada sendi.
Apoteker Bonita Dwi Anggraeni menjelaskan, penanganan osteoartritis bertujuan mengurangi rasa nyeri, meningkatkan kemampuan gerak, serta mempertahankan kualitas hidup pasien. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penggunaan obat sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
"Beberapa pilihan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi gejala osteoartritis salah satunya adalah parasetamol yang dapat membantu meredakan nyeri pada kondisi tertentu," jelasnya saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (4/11/2026).
Selain parasetamol, terdapat obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen, naproksen, dan diklofenak, yang bekerja mengurangi nyeri serta peradangan. Obat-obatan tersebut tersedia dalam berbagai bentuk sediaan, termasuk tablet dan obat oles.
Bonita mengingatkan, meskipun dapat membantu mengurangi gejala, penggunaan obat osteoartritis tetap harus dilakukan secara hati-hati.
Penggunaan OAINS, terutama dalam jangka panjang atau tanpa pengawasan tenaga kesehatan, dapat meningkatkan risiko gangguan lambung, perdarahan saluran cerna, gangguan fungsi ginjal, serta masalah pada jantung dan pembuluh darah.
Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan mengonsumsi obat secara berlebihan atau menggabungkan beberapa jenis obat antinyeri tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter maupun apoteker.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penggunaan obat yang aman harus memperhatikan dosis, aturan pakai, serta kondisi kesehatan masing-masing individu.
Pasien yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti gangguan ginjal, penyakit jantung, atau gangguan lambung, perlu lebih berhati-hati sebelum menggunakan obat antinyeri.
Masyarakat juga perlu menyampaikan informasi mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi agar tenaga kesehatan dapat membantu menentukan pilihan terapi yang sesuai sekaligus meminimalkan risiko interaksi obat.
"Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai obat osteoartritis, diharapkan penggunaan obat dapat dilakukan secara lebih bijak, tepat, dan aman. Sebab, keberhasilan penanganan osteoartritis tidak hanya bergantung pada obat yang dikonsumsi, tetapi juga pada kesadaran pasien dalam menjaga kesehatan sendi dan menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan," pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Osteoartritis merupakan salah satu penyakit sendi yang kerap dialami masyarakat, terutama kelompok usia lanjut. Penyakit ini terjadi akibat kerusakan tulang rawan secara bertahap sehingga menimbulkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak pada sendi.
Apoteker Bonita Dwi Anggraeni menjelaskan, penanganan osteoartritis bertujuan mengurangi rasa nyeri, meningkatkan kemampuan gerak, serta mempertahankan kualitas hidup pasien. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penggunaan obat sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
"Beberapa pilihan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi gejala osteoartritis salah satunya adalah parasetamol yang dapat membantu meredakan nyeri pada kondisi tertentu," jelasnya saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (4/11/2026).
Selain parasetamol, terdapat obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen, naproksen, dan diklofenak, yang bekerja mengurangi nyeri serta peradangan. Obat-obatan tersebut tersedia dalam berbagai bentuk sediaan, termasuk tablet dan obat oles.
Bonita mengingatkan, meskipun dapat membantu mengurangi gejala, penggunaan obat osteoartritis tetap harus dilakukan secara hati-hati.
Penggunaan OAINS, terutama dalam jangka panjang atau tanpa pengawasan tenaga kesehatan, dapat meningkatkan risiko gangguan lambung, perdarahan saluran cerna, gangguan fungsi ginjal, serta masalah pada jantung dan pembuluh darah.
Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan mengonsumsi obat secara berlebihan atau menggabungkan beberapa jenis obat antinyeri tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter maupun apoteker.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penggunaan obat yang aman harus memperhatikan dosis, aturan pakai, serta kondisi kesehatan masing-masing individu.
Pasien yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti gangguan ginjal, penyakit jantung, atau gangguan lambung, perlu lebih berhati-hati sebelum menggunakan obat antinyeri.
Masyarakat juga perlu menyampaikan informasi mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi agar tenaga kesehatan dapat membantu menentukan pilihan terapi yang sesuai sekaligus meminimalkan risiko interaksi obat.
"Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai obat osteoartritis, diharapkan penggunaan obat dapat dilakukan secara lebih bijak, tepat, dan aman. Sebab, keberhasilan penanganan osteoartritis tidak hanya bergantung pada obat yang dikonsumsi, tetapi juga pada kesadaran pasien dalam menjaga kesehatan sendi dan menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan," pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini