Pontianak    

Usai Karhutla, BPBD Pontianak Perkuat Sarana Penanganan Banjir dan Pohon Tumbang

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 04 November 2026
Usai Karhutla, BPBD Pontianak Perkuat Sarana Penanganan Banjir dan Pohon Tumbang
Usai karhutla, BPBD Pontianak menyiapkan sarana penanganan banjir, pohon tumbang, kebakaran permukiman, dan bencana lainnya (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak mulai memperkuat kesiapan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana setelah karhutla dan kekeringan.

Kepala BPBD Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengatakan sejumlah potensi bencana yang perlu diwaspadai ke depan antara lain pasang air laut, genangan, kebakaran permukiman, pohon tumbang, hingga angin puting beliung.

“Untuk beberapa waktu ke depan, setelah karhutla dan kekeringan, kita juga mengantisipasi pasang air laut, genangan, serta potensi kebakaran permukiman yang masih bisa terjadi,” kata Yamin.

Selain menyiapkan personel, BPBD juga berupaya melengkapi berbagai peralatan untuk mendukung penanganan bencana.

Yamin menjelaskan, anggaran bantuan dari pemerintah pusat sekitar Rp20 miliar sebagian telah digunakan untuk kebutuhan operasional selama tanggap darurat karhutla, termasuk mendukung kegiatan relawan, TNI, dan Polri.

Sementara itu, sisa anggaran akan dialokasikan untuk pengadaan sejumlah peralatan, seperti mobil tangki air, kendaraan penyelamat (rescue), mobil pemadam kebakaran, alat pelindung diri (APD), serta sarana pendukung lainnya.

“Kita berharap ke depan penanganannya bisa lebih baik. Jangan sampai nanti ketika kita ingin menyemprot, ternyata selangnya bocor. Ketika ingin memadamkan kebakaran, tiba-tiba mesinnya rusak,” ujarnya.

Yamin juga menyebutkan, BPBD akan berkoordinasi dengan Bappeda dan bagian keuangan untuk menyiapkan dukungan operasional bagi relawan serta petugas pemadam kebakaran.

Menurutnya, penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri sehingga membutuhkan kerja sama dan keterlibatan seluruh pihak.

Terkait potensi genangan dan banjir rob, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup. Pemerintah kota disebut telah melakukan normalisasi sejumlah aliran parit dan sungai untuk mengantisipasi genangan.

Yamin mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pengecekan terhadap mesin-mesin yang dimiliki BPBD guna memastikan kesiapan peralatan apabila terjadi genangan maupun kondisi darurat lainnya.

“Insyaallah, semua infrastruktur akan kita siapkan supaya masyarakat Kota Pontianak merasa tenang,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Jurnalis Masuk Sekolah, JKU Bekali Siswa dan Guru Kemampuan Mengenali Berita Hoaks
Wednesday, 04 November 2026
Artikel Sebelumnya
Jurnalis Masuk Sekolah, JKU Bekali Siswa dan Guru Kemampuan Mengenali Berita Hoaks
Wednesday, 04 November 2026

Berita terkait