Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 04 November 2026 |
KALBARONLINE.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak mulai memperkuat kesiapan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana setelah karhutla dan kekeringan.
Kepala BPBD Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengatakan sejumlah potensi bencana yang perlu diwaspadai ke depan antara lain pasang air laut, genangan, kebakaran permukiman, pohon tumbang, hingga angin puting beliung.
“Untuk beberapa waktu ke depan, setelah karhutla dan kekeringan, kita juga mengantisipasi pasang air laut, genangan, serta potensi kebakaran permukiman yang masih bisa terjadi,” kata Yamin.
Selain menyiapkan personel, BPBD juga berupaya melengkapi berbagai peralatan untuk mendukung penanganan bencana.
Yamin menjelaskan, anggaran bantuan dari pemerintah pusat sekitar Rp20 miliar sebagian telah digunakan untuk kebutuhan operasional selama tanggap darurat karhutla, termasuk mendukung kegiatan relawan, TNI, dan Polri.
Sementara itu, sisa anggaran akan dialokasikan untuk pengadaan sejumlah peralatan, seperti mobil tangki air, kendaraan penyelamat (rescue), mobil pemadam kebakaran, alat pelindung diri (APD), serta sarana pendukung lainnya.
“Kita berharap ke depan penanganannya bisa lebih baik. Jangan sampai nanti ketika kita ingin menyemprot, ternyata selangnya bocor. Ketika ingin memadamkan kebakaran, tiba-tiba mesinnya rusak,” ujarnya.
Yamin juga menyebutkan, BPBD akan berkoordinasi dengan Bappeda dan bagian keuangan untuk menyiapkan dukungan operasional bagi relawan serta petugas pemadam kebakaran.
Menurutnya, penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri sehingga membutuhkan kerja sama dan keterlibatan seluruh pihak.
Terkait potensi genangan dan banjir rob, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup. Pemerintah kota disebut telah melakukan normalisasi sejumlah aliran parit dan sungai untuk mengantisipasi genangan.
Yamin mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pengecekan terhadap mesin-mesin yang dimiliki BPBD guna memastikan kesiapan peralatan apabila terjadi genangan maupun kondisi darurat lainnya.
“Insyaallah, semua infrastruktur akan kita siapkan supaya masyarakat Kota Pontianak merasa tenang,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak mulai memperkuat kesiapan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana setelah karhutla dan kekeringan.
Kepala BPBD Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengatakan sejumlah potensi bencana yang perlu diwaspadai ke depan antara lain pasang air laut, genangan, kebakaran permukiman, pohon tumbang, hingga angin puting beliung.
“Untuk beberapa waktu ke depan, setelah karhutla dan kekeringan, kita juga mengantisipasi pasang air laut, genangan, serta potensi kebakaran permukiman yang masih bisa terjadi,” kata Yamin.
Selain menyiapkan personel, BPBD juga berupaya melengkapi berbagai peralatan untuk mendukung penanganan bencana.
Yamin menjelaskan, anggaran bantuan dari pemerintah pusat sekitar Rp20 miliar sebagian telah digunakan untuk kebutuhan operasional selama tanggap darurat karhutla, termasuk mendukung kegiatan relawan, TNI, dan Polri.
Sementara itu, sisa anggaran akan dialokasikan untuk pengadaan sejumlah peralatan, seperti mobil tangki air, kendaraan penyelamat (rescue), mobil pemadam kebakaran, alat pelindung diri (APD), serta sarana pendukung lainnya.
“Kita berharap ke depan penanganannya bisa lebih baik. Jangan sampai nanti ketika kita ingin menyemprot, ternyata selangnya bocor. Ketika ingin memadamkan kebakaran, tiba-tiba mesinnya rusak,” ujarnya.
Yamin juga menyebutkan, BPBD akan berkoordinasi dengan Bappeda dan bagian keuangan untuk menyiapkan dukungan operasional bagi relawan serta petugas pemadam kebakaran.
Menurutnya, penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri sehingga membutuhkan kerja sama dan keterlibatan seluruh pihak.
Terkait potensi genangan dan banjir rob, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup. Pemerintah kota disebut telah melakukan normalisasi sejumlah aliran parit dan sungai untuk mengantisipasi genangan.
Yamin mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pengecekan terhadap mesin-mesin yang dimiliki BPBD guna memastikan kesiapan peralatan apabila terjadi genangan maupun kondisi darurat lainnya.
“Insyaallah, semua infrastruktur akan kita siapkan supaya masyarakat Kota Pontianak merasa tenang,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini