Pontianak    

Cemburu karena Pacarnya Disapa, Remaja Celurit Remaja di Kawasan Ambalat

Oleh : Jauhari Fatria
Minggu, 09 November 2025
Cemburu karena Pacarnya Disapa, Remaja Celurit Remaja di Kawasan Ambalat
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Seorang remaja bernama Repa (17) menjadi korban penganiayaan menggunakan celurit di depan Vila Gam kawasan Ambalat, Jalan Budi Karya, Kecamatan Pontianak Selatan, Minggu (9/11/2025) sekitar pukul 02.30 WIB. Insiden ini dipicu rasa cemburu pelaku karena korban disebut menyapa pacarnya.

Wakasat Reskrim Polresta Pontianak AKP Agus Haryono membenarkan bahwa kasus tersebut kini ditangani penyidik. Pelaku yang masih berusia 16 tahun telah diamankan Tim Enggang Polresta Pontianak bersama barang bukti celurit.

Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga tersinggung dan merasa tidak terima ketika korban menyapa pacarnya di kawasan Ambalat. Ledakan emosi tersebut kemudian memicu aksi kekerasan menggunakan celurit hingga menyebabkan korban terluka.

Korban mengalami luka robek cukup dalam di telapak tangan kanan akibat sabetan senjata tajam.

Saksi Dimas Alfatoni (19), yang saat itu sedang berada di sekitar lokasi setelah makan di warung Lamongan dekat Kafe Ultimate, mengatakan ia mendengar seseorang berteriak, “Woy, adek kau kena sembat!” Tak lama kemudian, korban datang sambil memeluknya dengan kondisi tangan berlumuran darah.

“Saya buka bajunya dan tutup lukanya. Tidak lama kemudian polisi datang dan menyarankan agar membuat laporan,” ujar Dimas.

Saksi kemudian membawa korban ke RS Bhayangkara Pontianak untuk mendapatkan perawatan.

Setelah mendapatkan laporan, Tim Enggang Polresta Pontianak bergerak cepat ke TKP. Petugas berhasil menangkap terduga pelaku Umar (16), warga Jalan Apel, Gang Pisang Berangan, Pontianak Barat, serta menyita satu bilah celurit yang digunakan pada saat kejadian.

Pelaku dan barang bukti kini diamankan di Polresta Pontianak untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kawasan Ambalat kembali mendapat sorotan usai peristiwa ini. Lingkungan yang kerap dipadati pedagang liar dan musik keras dinilai perlu penertiban untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (Red)

Artikel Selanjutnya
Dukung Penuh Pesparani Kalbar 2025, Gubernur Ria Norsan: Momentum Merajut Persaudaraan
Minggu, 09 November 2025
Artikel Sebelumnya
Disporapar Kalbar Serahkan Mesin Jahit untuk Perajin Tenun Batu Petara di Sekadau
Minggu, 09 November 2025

Berita terkait