Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Senin, 17 November 2025 |
KALBARONLINE.com - Gustini Nani (56 tahun) hanya bisa terdiam saat memandangi rumah yang dikontraknya di Jalan Jeruju, Gang Kuini 1, Kecamatan Pontianak Barat, telah menjadi tumpukan arang setelah dilalap api pada Senin dini hari (17/11/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.
Malam itu, Nani tak berada di rumah ketika kebakaran terjadi. Ia sedang berada di kos anak perempuannya karena sejak sore mengalami sakit kepala.
Di rumah kontrakan itu hanya ada anak laki-lakinya yang berusia 19 tahun. Putranya bercerita, bahwa ia baru saja makan dan hendak tidur, namun karena sulit terlelap ia keluar sebentar untuk membeli rokok.
Tiba-tiba saat kembali ke rumah api telah membesar. “Dia bilang cuman beli rokok sebentar tau-tau pas pulang api sudah menyala,” kata Nani menirukan cerita anaknya.
Kabar kebakaran itu baru sampai ke telinga Nani sekitar pukul setengah dua malam. Nani pun bergegas menuju lokasi meski kondisinya tidak dalam keadaan baik.
“Sampai di sini jam dua. Api masih belum padam. Saya syok pas tau rumah udah terbakar, pas itu sakit vertigo saya masih belum hilang,” ujarnya.
Nani menyebut, tak ada barang yang berhasil diselamatkan. Bangunan itu kini hanya menyisakan tumpukan puing-puing reruntuhan dan kayu yang telah menjadi arang.
Nani telah tinggal di rumah kontrakan itu selama lebih dari satu tahun, dengan biaya sewa sebesar Rp 450 ribu per bulan. Kini ia mengaku tidak tahu harus tinggal di mana.
Nani hanya berharap adanya uluran tangan dari pemerintah maupun pihak-pihak yang peduli.
“Saya tidak tahu lagi mau ke mana. Saya cuma berharap ada bantuan,” ungkapnya.
Sehari-hari, ia bekerja sebagai pedagang asongan di kawasan pelabuhan. Namun belakangan, ia mengaku tak lagi boleh berjualan di sana.
“Sekarang tidak boleh, udah di usir tidak boleh jualan, cuman orang-orang itu kasian sama saya, dibolehkan lah saya buat jualan karne saya bilang mau bayar kontrakan,” sebutnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Gustini Nani (56 tahun) hanya bisa terdiam saat memandangi rumah yang dikontraknya di Jalan Jeruju, Gang Kuini 1, Kecamatan Pontianak Barat, telah menjadi tumpukan arang setelah dilalap api pada Senin dini hari (17/11/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.
Malam itu, Nani tak berada di rumah ketika kebakaran terjadi. Ia sedang berada di kos anak perempuannya karena sejak sore mengalami sakit kepala.
Di rumah kontrakan itu hanya ada anak laki-lakinya yang berusia 19 tahun. Putranya bercerita, bahwa ia baru saja makan dan hendak tidur, namun karena sulit terlelap ia keluar sebentar untuk membeli rokok.
Tiba-tiba saat kembali ke rumah api telah membesar. “Dia bilang cuman beli rokok sebentar tau-tau pas pulang api sudah menyala,” kata Nani menirukan cerita anaknya.
Kabar kebakaran itu baru sampai ke telinga Nani sekitar pukul setengah dua malam. Nani pun bergegas menuju lokasi meski kondisinya tidak dalam keadaan baik.
“Sampai di sini jam dua. Api masih belum padam. Saya syok pas tau rumah udah terbakar, pas itu sakit vertigo saya masih belum hilang,” ujarnya.
Nani menyebut, tak ada barang yang berhasil diselamatkan. Bangunan itu kini hanya menyisakan tumpukan puing-puing reruntuhan dan kayu yang telah menjadi arang.
Nani telah tinggal di rumah kontrakan itu selama lebih dari satu tahun, dengan biaya sewa sebesar Rp 450 ribu per bulan. Kini ia mengaku tidak tahu harus tinggal di mana.
Nani hanya berharap adanya uluran tangan dari pemerintah maupun pihak-pihak yang peduli.
“Saya tidak tahu lagi mau ke mana. Saya cuma berharap ada bantuan,” ungkapnya.
Sehari-hari, ia bekerja sebagai pedagang asongan di kawasan pelabuhan. Namun belakangan, ia mengaku tak lagi boleh berjualan di sana.
“Sekarang tidak boleh, udah di usir tidak boleh jualan, cuman orang-orang itu kasian sama saya, dibolehkan lah saya buat jualan karne saya bilang mau bayar kontrakan,” sebutnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini