Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Senin, 17 November 2025 |
KALBARONLINE.com - Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Roberto Aprianto Uda menyatakan, bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus raibnya uang negara senilai Rp 500 juta dari rekening Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu.
"Masih dalam pemeriksaan saksi-saksi, dan meminta keterangan saksi lainnya yakni dari pihak perbankan (Bank Kalbar)," kata AKBP Roberto di ruang kerjanya, Senin (17/11/2025).
Lebih lanjut dia menjelaskan, kalau pihaknya berkemungkinan masih akan memanggil saksi lebih banyak, agar kasus ini bisa mengarah kepada pelaku yang bertanggungjawab.
"Dan modusnya seperti apa? Karena ini kan terkait dengan ITE. Adanya unsur penipuan? Bisa saja mengarah kesana, atau ada bentuk dugaan modus serta motif lain, atau pun ada bentuk fisik lainya dari kasus ini. (Intinya) masih kami dalami," tambah Roberto.
Dirinya menyampaikan, bahwa pihak terkait dari Dinas Kesehatan Kapuas Hulu juga telah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi korban.
"Kalau melihat dari kronologisnya, kami bisa saja akan melakukan (koordinasi) dengan Polda Kalimantan Barat maupun dengan Mabes Polri, karena kasus ini ada kaitan dengan ITE tadi," ujarnya.
"Ini adalah kasus yang kedua yang kami tangani, yakni kasus penipuan termasuk juga kasus penipuan pajak," pungkas AKBP Roberto. (Haq)
KALBARONLINE.com - Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Roberto Aprianto Uda menyatakan, bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus raibnya uang negara senilai Rp 500 juta dari rekening Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu.
"Masih dalam pemeriksaan saksi-saksi, dan meminta keterangan saksi lainnya yakni dari pihak perbankan (Bank Kalbar)," kata AKBP Roberto di ruang kerjanya, Senin (17/11/2025).
Lebih lanjut dia menjelaskan, kalau pihaknya berkemungkinan masih akan memanggil saksi lebih banyak, agar kasus ini bisa mengarah kepada pelaku yang bertanggungjawab.
"Dan modusnya seperti apa? Karena ini kan terkait dengan ITE. Adanya unsur penipuan? Bisa saja mengarah kesana, atau ada bentuk dugaan modus serta motif lain, atau pun ada bentuk fisik lainya dari kasus ini. (Intinya) masih kami dalami," tambah Roberto.
Dirinya menyampaikan, bahwa pihak terkait dari Dinas Kesehatan Kapuas Hulu juga telah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi korban.
"Kalau melihat dari kronologisnya, kami bisa saja akan melakukan (koordinasi) dengan Polda Kalimantan Barat maupun dengan Mabes Polri, karena kasus ini ada kaitan dengan ITE tadi," ujarnya.
"Ini adalah kasus yang kedua yang kami tangani, yakni kasus penipuan termasuk juga kasus penipuan pajak," pungkas AKBP Roberto. (Haq)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini