Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Selasa, 06 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Bank Kalbar memprioritaskan skema pinjaman daerah sebagai strategi utama ekspansi kredit pada 2026. Langkah ini diambil seiring menurunnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, yang berdampak pada ruang fiskal pemerintah kabupaten dan kota.
Direktur Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan penurunan TKD justru membuka peluang pembiayaan bagi bank daerah untuk membantu pemerintah daerah menjaga kesinambungan pembangunan.
“Di 2026 kami akan memaksimalkan skema pinjaman daerah. Karena sekarang TKD berkurang, ini menjadi salah satu market kami untuk membantu para pemegang saham dalam membangun daerah,” kata Rokidi usai konferensi pers kinerja Bank Kalbar, Selasa (06/01/2026).
Sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank Kalbar menegaskan memiliki kewajiban moral dan institusional untuk mendukung kepala daerah dalam pembiayaan proyek-proyek strategis.
“Bank Kalbar ini milik para bupati, wali kota, dan gubernur. Maka sudah wajib hukumnya bagi kami untuk membantu mereka dalam pembiayaan pembangunan daerah,” tegas Rokidi.
Untuk 2026, Bank Kalbar menargetkan penyaluran pinjaman daerah di atas Rp 600 miliar kepada 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Nilai tersebut dinilai masih berpotensi meningkat seiring adanya rencana pengajuan pembiayaan dari sejumlah daerah.
“Perkiraan kami di atas Rp 600 miliar. Bahkan bisa lebih, karena sudah ada beberapa kabupaten dan kota yang menyampaikan rencana meminta dukungan pembiayaan untuk proyek strategis,” ujarnya.
Selain pinjaman daerah, Bank Kalbar juga menyiapkan ekspansi kredit di sektor lain, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan perumahan, serta kredit konstruksi untuk proyek pemerintah. Secara keseluruhan, ekspansi kredit Bank Kalbar pada 2026 diproyeksikan menembus lebih dari Rp 2 triliun.
Rokidi menekankan, strategi ekspansi kredit dilakukan dengan pendekatan mengambil pasar terlebih dahulu, sementara pendanaan akan mengikuti seiring meningkatnya penyaluran kredit, guna menjaga efisiensi biaya dana.
Dengan fokus pada pembiayaan daerah dan sektor produktif, Bank Kalbar optimistis mampu menjaga kinerja sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat di tengah tantangan ekonomi yang masih berlanjut pada 2026. (Lid)
KALBARONLINE.com – Bank Kalbar memprioritaskan skema pinjaman daerah sebagai strategi utama ekspansi kredit pada 2026. Langkah ini diambil seiring menurunnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, yang berdampak pada ruang fiskal pemerintah kabupaten dan kota.
Direktur Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan penurunan TKD justru membuka peluang pembiayaan bagi bank daerah untuk membantu pemerintah daerah menjaga kesinambungan pembangunan.
“Di 2026 kami akan memaksimalkan skema pinjaman daerah. Karena sekarang TKD berkurang, ini menjadi salah satu market kami untuk membantu para pemegang saham dalam membangun daerah,” kata Rokidi usai konferensi pers kinerja Bank Kalbar, Selasa (06/01/2026).
Sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank Kalbar menegaskan memiliki kewajiban moral dan institusional untuk mendukung kepala daerah dalam pembiayaan proyek-proyek strategis.
“Bank Kalbar ini milik para bupati, wali kota, dan gubernur. Maka sudah wajib hukumnya bagi kami untuk membantu mereka dalam pembiayaan pembangunan daerah,” tegas Rokidi.
Untuk 2026, Bank Kalbar menargetkan penyaluran pinjaman daerah di atas Rp 600 miliar kepada 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Nilai tersebut dinilai masih berpotensi meningkat seiring adanya rencana pengajuan pembiayaan dari sejumlah daerah.
“Perkiraan kami di atas Rp 600 miliar. Bahkan bisa lebih, karena sudah ada beberapa kabupaten dan kota yang menyampaikan rencana meminta dukungan pembiayaan untuk proyek strategis,” ujarnya.
Selain pinjaman daerah, Bank Kalbar juga menyiapkan ekspansi kredit di sektor lain, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan perumahan, serta kredit konstruksi untuk proyek pemerintah. Secara keseluruhan, ekspansi kredit Bank Kalbar pada 2026 diproyeksikan menembus lebih dari Rp 2 triliun.
Rokidi menekankan, strategi ekspansi kredit dilakukan dengan pendekatan mengambil pasar terlebih dahulu, sementara pendanaan akan mengikuti seiring meningkatnya penyaluran kredit, guna menjaga efisiensi biaya dana.
Dengan fokus pada pembiayaan daerah dan sektor produktif, Bank Kalbar optimistis mampu menjaga kinerja sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat di tengah tantangan ekonomi yang masih berlanjut pada 2026. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini