Pontianak    

Le Gita Cakes Ekspansi dari Toko Kue Legendaris ke Kafe, Spot Nongkrong Baru di Pontianak

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sabtu, 10 Januari 2026
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar


KALBARONLINE.com – Memasuki generasi ketiga, Le Gita Cakes resmi merambah dunia kafe dengan menghadirkan House of Le Gita, kafe tiga lantai berkonsep matang dan modern di Jalan Ahmad Yani, Pontianak. Langkah ini menjadi fase baru perjalanan Le Gita Cakes sebagai toko kue legendaris yang kini menghadirkan ruang menikmati produk secara langsung dalam suasana yang nyaman.

Di lantai pertama, pengunjung disuguhi beragam produk andalan Le Gita Cakes, mulai dari kue lapis legendaris, nastar, hingga aneka kue kering yang selama ini telah dikenal luas masyarakat Pontianak. Sementara lantai dua dan tiga difungsikan sebagai area kafe dengan konsep yang memadukan nuansa Indonesia, Eropa, dan Tionghoa.

Sentuhan arsitektur bergaya Belanda tampak pada ornamen, lukisan, hingga narasi visual yang menceritakan perjalanan Le Gita Cakes dari generasi ke generasi. Nuansa peranakan juga terasa kuat melalui detail interior, penggunaan batik awan pada kemasan, serta visual branding yang mengangkat identitas budaya.

Pengelola Le Gita Cakes, Eldo Titan, menjelaskan bahwa kehadiran kafe ini telah direncanakan sejak lama sebagai bentuk kesinambungan produk dan adaptasi terhadap kultur masyarakat.

“Kue pasti harus ada tempat untuk menikmatinya. Dulu kami belum punya ruang itu, sekarang kami hadirkan kafe. Kami melihat kultur masyarakat Pontianak yang gemar nongkrong dan menikmati waktu bersama,” ujarnya.

Nama House of Le Gita dipilih dengan makna khusus. Konsep rumah diangkat agar setiap pengunjung merasa seperti tamu yang dijamu dengan sepenuh hati.

“Kami ingin menghadirkan perasaan seperti datang ke rumah sendiri, dengan layanan terbaik,” tambah Eldo.

Dari sisi menu, House of Le Gita menawarkan pilihan yang beragam, mulai dari signature coffee, teh, matcha, cokelat, aneka pastry dan cake, kue lapis, menu sarapan, appetizer, hingga menu Nusantara. Salah satu menu yang menarik perhatian pengunjung adalah Mustard Cake, yang disebut-sebut menjadi favorit baru.

Antusiasme masyarakat terhadap kehadiran kafe ini terbilang tinggi. Pada awal pembukaan, kafe hampir setiap hari dipadati pengunjung.

“Awal bulan bahkan sering penuh, tapi sekarang kami sudah membuka lantai tiga sehingga semua pelanggan bisa terlayani. Antusiasnya luar biasa dan terus kami imbangi dengan peningkatan pelayanan dan kualitas produk,” jelas Eldo.

Dari sisi keamanan konsumsi, Eldo menegaskan seluruh produk Le Gita Cakes telah terverifikasi halal, dengan sertifikat yang diperbarui pada Oktober tahun ini. Proses produksi dilakukan secara khusus tanpa campuran bahan lain.

Menjawab stigma lama soal harga, Eldo menyebut kehadiran kafe justru menjadi ruang edukasi bagi masyarakat.

“Selama ini Le Gita sering dianggap mahal. Padahal, kalau datang langsung, harganya sangat terjangkau. Mulai Rp500 ribu sudah dapat full box, nastar Rp95 ribu isi 16 buah, kue kering dari Rp50 ribuan,” paparnya.

Ia menegaskan, bisnis bagi Le Gita bukan semata soal keuntungan. “Filosofi kami, bisnis harus berdampak bagi masyarakat. Le Gita kami jadikan jembatan persaudaraan dan pertemanan. Kami menjaga kepercayaan dan kualitas, meski untung tidak sebesar yang lain. Nilai produk kami tinggi karena kami menjaga kepercayaan dan konsistensi,” tutup Eldo. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Putar Musik di Restoran hingga Kafe, Pengelola Usaha di Kalbar Wajib Bayar Royalti Lewat LMKN
Sabtu, 10 Januari 2026
Artikel Sebelumnya
Sedot Pasir di Sungai Pawan Tuai Protes Warga, Aktivitas Diduga Berlangsung Bertahun-tahun
Sabtu, 10 Januari 2026

Berita terkait