Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Selasa, 20 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun yang diduga menjadi korban kekerasan oleh calon ayah tirinya di Kelurahan Mulia Baru, Kabupaten Ketapang, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Feria Kowira, mengatakan kondisi pasien masih belum stabil dan terus dipantau secara ketat oleh tim medis.
“Pasien masih dirawat intensif di ICU dan ditangani oleh tim medis yang terdiri dari dokter spesialis anak, spesialis ortopedi, serta tim ICU,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis berupa CT scan dan rontgen, ditemukan sejumlah luka serius pada tubuh korban, di antaranya memar di beberapa bagian tubuh serta patah tulang.
Meski demikian, tindakan operasi belum dapat dilakukan karena kondisi korban belum memungkinkan.
“Secara medis ada indikasi perlunya tindakan operasi. Namun, karena kondisi pasien belum stabil, tindakan tersebut belum bisa dilaksanakan. Fokus kami saat ini adalah menstabilkan kondisi pasien terlebih dahulu,” jelasnya.
Menurutnya, korban pertama kali dibawa ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang pada Rabu (14/1/2026) dalam kondisi tidak sadarkan diri. Tim medis langsung melakukan penanganan darurat serta berkoordinasi dengan dokter spesialis terkait sejak pasien tiba di rumah sakit.
Terkait penyebab luka yang dialami korban, dr. Feria menegaskan hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
“Untuk penyebab pasti luka-luka tersebut, itu merupakan ranah pihak yang berwajib,” tegasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian telah mengamankan seorang pria berinisial R (27) yang merupakan calon ayah tiri korban. Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Ketapang guna mendalami dugaan tindak kekerasan terhadap anak tersebut. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun yang diduga menjadi korban kekerasan oleh calon ayah tirinya di Kelurahan Mulia Baru, Kabupaten Ketapang, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Feria Kowira, mengatakan kondisi pasien masih belum stabil dan terus dipantau secara ketat oleh tim medis.
“Pasien masih dirawat intensif di ICU dan ditangani oleh tim medis yang terdiri dari dokter spesialis anak, spesialis ortopedi, serta tim ICU,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis berupa CT scan dan rontgen, ditemukan sejumlah luka serius pada tubuh korban, di antaranya memar di beberapa bagian tubuh serta patah tulang.
Meski demikian, tindakan operasi belum dapat dilakukan karena kondisi korban belum memungkinkan.
“Secara medis ada indikasi perlunya tindakan operasi. Namun, karena kondisi pasien belum stabil, tindakan tersebut belum bisa dilaksanakan. Fokus kami saat ini adalah menstabilkan kondisi pasien terlebih dahulu,” jelasnya.
Menurutnya, korban pertama kali dibawa ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang pada Rabu (14/1/2026) dalam kondisi tidak sadarkan diri. Tim medis langsung melakukan penanganan darurat serta berkoordinasi dengan dokter spesialis terkait sejak pasien tiba di rumah sakit.
Terkait penyebab luka yang dialami korban, dr. Feria menegaskan hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
“Untuk penyebab pasti luka-luka tersebut, itu merupakan ranah pihak yang berwajib,” tegasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian telah mengamankan seorang pria berinisial R (27) yang merupakan calon ayah tiri korban. Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Ketapang guna mendalami dugaan tindak kekerasan terhadap anak tersebut. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini