Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 30 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com - Memasuki pertengahan Januari 2026, Kalimantan Barat mulai dilanda musim kering lebih awal yang memicu lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Saat ini, tercatat sedikitnya 120 - 130 titik api terdeteksi di sejumlah wilayah, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, dan Kota Pontianak.
"Memasuki tahun 2026, di pertengahan Januari sudah mulai musim kemarau, musim-musim kering, dah pertengahan itu sudah mulai banyak terbakar nih, ada sampai 120-an, 130-an titik api, semua, artinya total di semua Kalimantan Barat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Kalimantan Barat, Adi Yani, saat ditemui pada Rabu (28/01/2026).
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas LHK Provinsi Kalimantan Barat melakukan beberapa upaya, di antaranya memberikan imbauan kepada KKPH untuk melakukan pemadaman dan sosialisasi.
"Saat ini kami sudah membuat KKPH kami untuk melakukan pemadaman dan sosialisasi," ujarnya.
Tidak hanya itu Dinas LHK Provinsi Kalbar juga tengah menunggu surat imbauan dari Gubernur kepada semua pelaku usaha terkait pemanfaatan lahan. Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD Kalbar, Manggala Agni, TNI dan Polri.
"Kami mempunyai ya masing-masing 17 KPH di tiga tapak. Kami mempunyai Brigade Pemadam Kebakaran, Nah, kemudian selain itu kami juga selalu koordinasi dengan Manggala Agni dan BPBD, Kami juga koordinasi agar mereka berkoordinasi dengan Badan Penanggung Bencana di masing-masing kabupaten/Kota," jelasnya.
Terkahir, Dinas LHK Kalbar juga membentuk masyarakat peduli api dan masyarakat desa peduli gambut yang menjadi garda terdepan jika ada karhutla yang terjadi di wilayah mereka.
"Nah, kami koordinasi sehingga nanti kalau di tingkat kabupaten atau kota ada kebakaran, masuarakat peduli api lah yang mungkin menjadi garda terdepan, yang berjik-baku dengan kebakaran di awal terjadinya kebakaran," pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Memasuki pertengahan Januari 2026, Kalimantan Barat mulai dilanda musim kering lebih awal yang memicu lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Saat ini, tercatat sedikitnya 120 - 130 titik api terdeteksi di sejumlah wilayah, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, dan Kota Pontianak.
"Memasuki tahun 2026, di pertengahan Januari sudah mulai musim kemarau, musim-musim kering, dah pertengahan itu sudah mulai banyak terbakar nih, ada sampai 120-an, 130-an titik api, semua, artinya total di semua Kalimantan Barat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Kalimantan Barat, Adi Yani, saat ditemui pada Rabu (28/01/2026).
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas LHK Provinsi Kalimantan Barat melakukan beberapa upaya, di antaranya memberikan imbauan kepada KKPH untuk melakukan pemadaman dan sosialisasi.
"Saat ini kami sudah membuat KKPH kami untuk melakukan pemadaman dan sosialisasi," ujarnya.
Tidak hanya itu Dinas LHK Provinsi Kalbar juga tengah menunggu surat imbauan dari Gubernur kepada semua pelaku usaha terkait pemanfaatan lahan. Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD Kalbar, Manggala Agni, TNI dan Polri.
"Kami mempunyai ya masing-masing 17 KPH di tiga tapak. Kami mempunyai Brigade Pemadam Kebakaran, Nah, kemudian selain itu kami juga selalu koordinasi dengan Manggala Agni dan BPBD, Kami juga koordinasi agar mereka berkoordinasi dengan Badan Penanggung Bencana di masing-masing kabupaten/Kota," jelasnya.
Terkahir, Dinas LHK Kalbar juga membentuk masyarakat peduli api dan masyarakat desa peduli gambut yang menjadi garda terdepan jika ada karhutla yang terjadi di wilayah mereka.
"Nah, kami koordinasi sehingga nanti kalau di tingkat kabupaten atau kota ada kebakaran, masuarakat peduli api lah yang mungkin menjadi garda terdepan, yang berjik-baku dengan kebakaran di awal terjadinya kebakaran," pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini