Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 12 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menyatakan dukungannya terhadap program Presiden Prabowo Subianto “Gentengnisasi”. Menurutnya, jika program tersebut diterapkan, di Kalbar telah memiliki ketersediaan bahan baku yang memadai.
Ria Norsan mengungkapkan, Kalbar memiliki potensi bahan baku genteng yang berasal dari sisa produksi bauksit. Limbah tanah hasil pengolahan bauksit itu dinilai dapat dimanfaatkan sebagai material pembuatan genteng.
“Di Kalbar ini kalau gentengnisasi diterapkan, kita sudah punya bahan baku, yaitu bekas produksi bauksit. Bauksit itu diambil mineralnya, sementara sisa tanahnya ditinggalkan. Nah, itu bisa dimanfaatkan untuk membuat bahan genteng,” ujarnya, Kamis (12/02/2026)
Selain sisa produksi bauksit, Norsan bilang, Kalbar juga memiliki cadangan tanah kaolin yang dapat digunakan sebagai bahan baku genteng. Dengan potensi tersebut, ia optimistis program gentengnisasi dapat berjalan tanpa kendala dari sisi ketersediaan material.
“Kita juga punya tanah kaolin yang bisa menjadi bahan baku genteng. Jadi kalau program itu diterapkan di Provinsi Kalbar, tidak ada masalah. Bahan baku kita sudah siap,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada prinsipnya siap mendukung program-program strategis pemerintah pusat, termasuk gentengnisasi, selama memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal.
Menurut Norsan, pemanfaatan sisa produksi tambang sebagai bahan baku industri juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan.
“Pada prinsipnya kita mendukung apa yang menjadi program Bapak Presiden. Kalau bisa bahan bakunya dari daerah sendiri, tentu ini akan menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menyatakan dukungannya terhadap program Presiden Prabowo Subianto “Gentengnisasi”. Menurutnya, jika program tersebut diterapkan, di Kalbar telah memiliki ketersediaan bahan baku yang memadai.
Ria Norsan mengungkapkan, Kalbar memiliki potensi bahan baku genteng yang berasal dari sisa produksi bauksit. Limbah tanah hasil pengolahan bauksit itu dinilai dapat dimanfaatkan sebagai material pembuatan genteng.
“Di Kalbar ini kalau gentengnisasi diterapkan, kita sudah punya bahan baku, yaitu bekas produksi bauksit. Bauksit itu diambil mineralnya, sementara sisa tanahnya ditinggalkan. Nah, itu bisa dimanfaatkan untuk membuat bahan genteng,” ujarnya, Kamis (12/02/2026)
Selain sisa produksi bauksit, Norsan bilang, Kalbar juga memiliki cadangan tanah kaolin yang dapat digunakan sebagai bahan baku genteng. Dengan potensi tersebut, ia optimistis program gentengnisasi dapat berjalan tanpa kendala dari sisi ketersediaan material.
“Kita juga punya tanah kaolin yang bisa menjadi bahan baku genteng. Jadi kalau program itu diterapkan di Provinsi Kalbar, tidak ada masalah. Bahan baku kita sudah siap,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada prinsipnya siap mendukung program-program strategis pemerintah pusat, termasuk gentengnisasi, selama memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal.
Menurut Norsan, pemanfaatan sisa produksi tambang sebagai bahan baku industri juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan.
“Pada prinsipnya kita mendukung apa yang menjadi program Bapak Presiden. Kalau bisa bahan bakunya dari daerah sendiri, tentu ini akan menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini