Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Minggu, 01 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita mendatangi rumah warga viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.
Setelah ditelusuri, wanita dalam video itu diketahui bernama Okta Herma Dewi, mitra pada salah satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukadana. Kedatangannya ke rumah warga disebut berkaitan dengan komentar di media sosial yang menyebut adanya kue kering dalam kondisi basi.
Saat dikonfirmasi awak media, Okta Herma Dewi menjelaskan, bahwa sebelumnya ia telah menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial terkait adanya kekurangan dalam pendistribusian produk makanan kering. Ia menyebut, kekurangan tersebut akan dirapel pada Rabu dan Kamis karena masih menunggu barang pesanan tiba.
“Namun pada malam harinya, muncul komentar dari seorang netizen yang menyebut ada kue kering dalam kondisi basi. Merasa perlu meluruskan informasi tersebut, keesokan harinya saya bersama Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendatangi orang yang memberikan komentar itu untuk melakukan klarifikasi secara langsung,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Okta, saat dimintai penjelasan mengenai kue yang dimaksud basi, warga tersebut tidak memberikan jawaban rinci dan justru mengalihkan pembicaraan. Situasi kemudian memanas hingga percakapan berlangsung dengan nada tinggi.
Tanpa sepengetahuannya, percakapan tersebut direkam dan kemudian diviralkan ke publik. Video itulah yang kini beredar luas dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat. (Sans)
KALBARONLINE.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita mendatangi rumah warga viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.
Setelah ditelusuri, wanita dalam video itu diketahui bernama Okta Herma Dewi, mitra pada salah satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukadana. Kedatangannya ke rumah warga disebut berkaitan dengan komentar di media sosial yang menyebut adanya kue kering dalam kondisi basi.
Saat dikonfirmasi awak media, Okta Herma Dewi menjelaskan, bahwa sebelumnya ia telah menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial terkait adanya kekurangan dalam pendistribusian produk makanan kering. Ia menyebut, kekurangan tersebut akan dirapel pada Rabu dan Kamis karena masih menunggu barang pesanan tiba.
“Namun pada malam harinya, muncul komentar dari seorang netizen yang menyebut ada kue kering dalam kondisi basi. Merasa perlu meluruskan informasi tersebut, keesokan harinya saya bersama Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendatangi orang yang memberikan komentar itu untuk melakukan klarifikasi secara langsung,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Okta, saat dimintai penjelasan mengenai kue yang dimaksud basi, warga tersebut tidak memberikan jawaban rinci dan justru mengalihkan pembicaraan. Situasi kemudian memanas hingga percakapan berlangsung dengan nada tinggi.
Tanpa sepengetahuannya, percakapan tersebut direkam dan kemudian diviralkan ke publik. Video itulah yang kini beredar luas dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini