Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 19 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Kebakaran menghanguskan separuh bangunan gedung SMA Negeri 1 Toho, Kabupaten Mempawah, pada Kamis (19/03/2026) dini hari sekitar pukul 01.10 WIB.
Menerima laporan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, turun langsung meninjau lokasi kejadian.
Ia menyampaikan, bahwa api telah berhasil dipadamkan dan kebakaran hanya berdampak pada bagian depan bangunan, meliputi ruang kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ruang guru, bimbingan konseling (BK), tata usaha (TU), serta gudang. Sementara ruang kelas tidak terdampak sehingga proses belajar mengajar masih dapat diatur.
“Untungnya ruang kelas tidak terkena api, sehingga aktivitas belajar masih bisa disiasati,” ujarnya.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Hal ini juga diperkuat dengan adanya riwayat perbaikan instalasi listrik di area perkantoran sekolah akibat penambahan daya.
Sebagai langkah penyesuaian, pihak Disdikbud Kalbar akan memberlakukan sistem pembelajaran dari rumah bagi siswa kelas X dan XI pada minggu pertama pascakebakaran. Setelah siswa kelas XII menyelesaikan ujian, kegiatan belajar mengajar akan kembali normal.
Sementara itu, untuk perbaikan gedung yang terbakar, Disdikbud Kalbar akan berkoordinasi dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi serta Direktorat SMA untuk pengusulan revitalisasi darurat. Proses pengusulan direncanakan dilakukan setelah libur Nyepi dan Idulfitri.
Berdasarkan kronologis kejadian, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga, Budi Trio Agusta (27), sekitar pukul 01.10 WIB saat memeriksa kondisi listrik di rumahnya yang padam. Ia mendengar suara letusan dari arah sekolah, lalu melihat kepulan asap dan cahaya merah.
Bersama warga lainnya, termasuk Kepala Sekolah Agus Subagio, ia berupaya memadamkan api agar tidak menjalar ke ruang kelas. Beberapa unit mobil pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 02.30 WIB dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 04.40 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material meliputi sejumlah ruangan penting seperti ruang guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, BK, TU, dan gudang.
Kasus ini kini dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Toho, Polres Mempawah, untuk penyelidikan lebih lanjut. (Lid)
KALBARONLINE.com - Kebakaran menghanguskan separuh bangunan gedung SMA Negeri 1 Toho, Kabupaten Mempawah, pada Kamis (19/03/2026) dini hari sekitar pukul 01.10 WIB.
Menerima laporan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, turun langsung meninjau lokasi kejadian.
Ia menyampaikan, bahwa api telah berhasil dipadamkan dan kebakaran hanya berdampak pada bagian depan bangunan, meliputi ruang kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ruang guru, bimbingan konseling (BK), tata usaha (TU), serta gudang. Sementara ruang kelas tidak terdampak sehingga proses belajar mengajar masih dapat diatur.
“Untungnya ruang kelas tidak terkena api, sehingga aktivitas belajar masih bisa disiasati,” ujarnya.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Hal ini juga diperkuat dengan adanya riwayat perbaikan instalasi listrik di area perkantoran sekolah akibat penambahan daya.
Sebagai langkah penyesuaian, pihak Disdikbud Kalbar akan memberlakukan sistem pembelajaran dari rumah bagi siswa kelas X dan XI pada minggu pertama pascakebakaran. Setelah siswa kelas XII menyelesaikan ujian, kegiatan belajar mengajar akan kembali normal.
Sementara itu, untuk perbaikan gedung yang terbakar, Disdikbud Kalbar akan berkoordinasi dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi serta Direktorat SMA untuk pengusulan revitalisasi darurat. Proses pengusulan direncanakan dilakukan setelah libur Nyepi dan Idulfitri.
Berdasarkan kronologis kejadian, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga, Budi Trio Agusta (27), sekitar pukul 01.10 WIB saat memeriksa kondisi listrik di rumahnya yang padam. Ia mendengar suara letusan dari arah sekolah, lalu melihat kepulan asap dan cahaya merah.
Bersama warga lainnya, termasuk Kepala Sekolah Agus Subagio, ia berupaya memadamkan api agar tidak menjalar ke ruang kelas. Beberapa unit mobil pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 02.30 WIB dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 04.40 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material meliputi sejumlah ruangan penting seperti ruang guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, BK, TU, dan gudang.
Kasus ini kini dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Toho, Polres Mempawah, untuk penyelidikan lebih lanjut. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini