Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 01 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Kalimantan Barat mengecam keras aksi teror pembakaran yang menimpa puluhan rumah warga di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.
Hingga kini, sedikitnya 29 rumah dilaporkan telah menjadi korban aksi pembakaran oleh pihak tak bertanggung jawab. Rak hanya itu, sejumlah warga juga ditembak oleh pelaku yang kini belum terungkap identitasnya. Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga memicu rasa takut dan trauma berkepanjangan di tengah masyarakat.
Komandan Kokam Kalimantan Barat, Eka Tri Prasetiya menegaskan, tindakan pembakaran permukiman warga merupakan kejahatan serius yang tidak berperikemanusiaan dan harus segera ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.
“Ini bukan sekadar tindak kriminal biasa. Ini sudah menjadi teror yang mengancam rasa aman masyarakat. Kami mengecam keras dan meminta aparat segera bertindak,” tegasnya.
Ia juga mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku serta mengusut tuntas kasus tersebut yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan. Menurutnya, negara harus hadir secara nyata dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang saat ini hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
“Kami meminta aparat sebagai representasi negara benar-benar menjalankan fungsi pengayom dan pelindung masyarakat. Jangan sampai kasus ini terus berulang tanpa penyelesaian,” ujarnya.
Selain itu, Kokam Kalbar secara khusus mendesak Kapolda Kalimantan Barat untuk mengambil langkah konkret dalam mengungkap kasus tersebut. Mulai dari memerintahkan jajaran bekerja maksimal dan profesional hingga menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara terbuka kepada publik.
“Kami menilai kasus ini sudah berlangsung cukup lama, hampir satu tahun tanpa kejelasan. Ini tentu menimbulkan pertanyaan besar terhadap keseriusan penanganannya,” lanjutnya.
Kokam Kalbar juga meminta peningkatan pengamanan di wilayah rawan serta penindakan tegas terhadap para pelaku. Perlindungan maksimal bagi masyarakat, kata dia, harus menjadi prioritas utama.
Menutup pernyataannya, Komandan KOKAM Kalbar menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam situasi ini.
“Negara harus hadir. Jangan sampai korban terus bertambah dan pelaku tetap bebas berkeliaran,” pungkasnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Kalimantan Barat mengecam keras aksi teror pembakaran yang menimpa puluhan rumah warga di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.
Hingga kini, sedikitnya 29 rumah dilaporkan telah menjadi korban aksi pembakaran oleh pihak tak bertanggung jawab. Rak hanya itu, sejumlah warga juga ditembak oleh pelaku yang kini belum terungkap identitasnya. Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga memicu rasa takut dan trauma berkepanjangan di tengah masyarakat.
Komandan Kokam Kalimantan Barat, Eka Tri Prasetiya menegaskan, tindakan pembakaran permukiman warga merupakan kejahatan serius yang tidak berperikemanusiaan dan harus segera ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.
“Ini bukan sekadar tindak kriminal biasa. Ini sudah menjadi teror yang mengancam rasa aman masyarakat. Kami mengecam keras dan meminta aparat segera bertindak,” tegasnya.
Ia juga mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku serta mengusut tuntas kasus tersebut yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan. Menurutnya, negara harus hadir secara nyata dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang saat ini hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
“Kami meminta aparat sebagai representasi negara benar-benar menjalankan fungsi pengayom dan pelindung masyarakat. Jangan sampai kasus ini terus berulang tanpa penyelesaian,” ujarnya.
Selain itu, Kokam Kalbar secara khusus mendesak Kapolda Kalimantan Barat untuk mengambil langkah konkret dalam mengungkap kasus tersebut. Mulai dari memerintahkan jajaran bekerja maksimal dan profesional hingga menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara terbuka kepada publik.
“Kami menilai kasus ini sudah berlangsung cukup lama, hampir satu tahun tanpa kejelasan. Ini tentu menimbulkan pertanyaan besar terhadap keseriusan penanganannya,” lanjutnya.
Kokam Kalbar juga meminta peningkatan pengamanan di wilayah rawan serta penindakan tegas terhadap para pelaku. Perlindungan maksimal bagi masyarakat, kata dia, harus menjadi prioritas utama.
Menutup pernyataannya, Komandan KOKAM Kalbar menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam situasi ini.
“Negara harus hadir. Jangan sampai korban terus bertambah dan pelaku tetap bebas berkeliaran,” pungkasnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini