Ketapang    

Kokam Kalbar Desak Kapolda Usut Tuntas Teror Pembakaran 29 Rumah di Air Upas Ketapang

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Rabu, 01 April 2026
Kokam Kalbar Desak Kapolda Usut Tuntas Teror Pembakaran 29 Rumah di Air Upas Ketapang
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Kalimantan Barat mengecam keras aksi teror pembakaran yang menimpa puluhan rumah warga di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.

Hingga kini, sedikitnya 29 rumah dilaporkan telah menjadi korban aksi pembakaran oleh pihak tak bertanggung jawab. Rak hanya itu, sejumlah warga juga ditembak oleh pelaku yang kini belum terungkap identitasnya. Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga memicu rasa takut dan trauma berkepanjangan di tengah masyarakat.

Komandan Kokam Kalimantan Barat, Eka Tri Prasetiya menegaskan, tindakan pembakaran permukiman warga merupakan kejahatan serius yang tidak berperikemanusiaan dan harus segera ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.

“Ini bukan sekadar tindak kriminal biasa. Ini sudah menjadi teror yang mengancam rasa aman masyarakat. Kami mengecam keras dan meminta aparat segera bertindak,” tegasnya.

Ia juga mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku serta mengusut tuntas kasus tersebut yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan. Menurutnya, negara harus hadir secara nyata dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang saat ini hidup dalam bayang-bayang ketakutan.

“Kami meminta aparat sebagai representasi negara benar-benar menjalankan fungsi pengayom dan pelindung masyarakat. Jangan sampai kasus ini terus berulang tanpa penyelesaian,” ujarnya.

Selain itu, Kokam Kalbar secara khusus mendesak Kapolda Kalimantan Barat untuk mengambil langkah konkret dalam mengungkap kasus tersebut. Mulai dari memerintahkan jajaran bekerja maksimal dan profesional hingga menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara terbuka kepada publik.

“Kami menilai kasus ini sudah berlangsung cukup lama, hampir satu tahun tanpa kejelasan. Ini tentu menimbulkan pertanyaan besar terhadap keseriusan penanganannya,” lanjutnya.

Kokam Kalbar juga meminta peningkatan pengamanan di wilayah rawan serta penindakan tegas terhadap para pelaku. Perlindungan maksimal bagi masyarakat, kata dia, harus menjadi prioritas utama.

Menutup pernyataannya, Komandan KOKAM Kalbar menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam situasi ini.
“Negara harus hadir. Jangan sampai korban terus bertambah dan pelaku tetap bebas berkeliaran,” pungkasnya. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Bank Kalbar Awali 2026 dengan Kinerja Positif pada Triwulan I
Rabu, 01 April 2026
Artikel Sebelumnya
Bank Kalbar Awali 2026 dengan Kinerja Positif pada Triwulan I
Rabu, 01 April 2026

Berita terkait