Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 09 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Jumlah warga yang mengalami gejala keracunan makanan usai mengikuti sebuah kegiatan di Pontianak Utara terus bertambah. Hingga Selasa (9/6/2026), tercatat sebanyak 56 warga menjalani perawatan di RSUD Pontianak Utara akibat dugaan keracunan makanan yang terjadi setelah kegiatan pada Minggu (7/6/2026) siang.
Salah satu pasien yang dirawat adalah William (10), seorang anak yang mengalami gejala cukup berat berupa muntah, diare, pusing, hingga demam tinggi.
Kakak korban, Ardeanus Rato (18), menceritakan bahwa adiknya mulai merasakan gejala pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Karena kondisi William semakin lemah, keluarga langsung membawanya ke RSUD Pontianak Utara untuk mendapatkan penanganan medis.
“Mulai sakitnya dari kemarin jam 3 subuh. Makanya kami bawa dia ke sini jam 3 subuh,” ujar Ardeanus saat mendampingi adiknya menjalani perawatan.
Menurutnya, gejala awal yang dialami William berupa pusing, mual, diare, dan muntah-muntah. Kondisinya sempat cukup mengkhawatirkan karena terus muntah, tubuh lemas, dan mengalami demam tinggi.
“Gejala awalnya pusing, lalu mual-mual, mencret, muntah juga. Kemarin lumayan parah, muntah terus, sampai lemah dan demam tinggi,” katanya.
Setelah menjalani perawatan selama satu malam, kondisi William mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Meski demikian, ia masih berada dalam pengawasan tenaga medis.
“Sekarang sudah mulai aman. Sudah satu malam di sini,” jelasnya.
Ardeanus mengungkapkan, bukan hanya William yang mengalami gejala keracunan. Ibu dan dua adiknya yang lain juga mengalami keluhan serupa, meski tidak separah kondisi William. Salah satu adik perempuannya bahkan sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan.
“Yang lain juga kena, ibu dan dua adik saya. Tapi tidak separah dia. Adik perempuan hanya ke puskesmas,” ungkapnya.
Berdasarkan cerita keluarga, makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut dikonsumsi saat kegiatan berlangsung pada Minggu siang. Paket makanan dibagikan sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB dan disantap di lokasi acara.
Dalam menu tersebut terdapat beberapa jenis lauk, seperti ayam, telur, dan tumis buncis.
“Ada ayam, telur, dan buncis yang ditumis. Telur sama buncisnya agak pedas. Katanya dari mereka, telurnya agak kurang enak waktu dimakan,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turun langsung meninjau penanganan warga yang dirawat di RSUD Pontianak Utara. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan medis yang cepat dan optimal.
“Saya hari ini berada di Rumah Sakit Pontianak Utara, untuk melihat pelayanan terhadap warga kita yang masuk karena keracunan makanan. Sampai hari ini ada kurang lebih 56 pasien yang sudah kita rawat,” ujarnya.
Edi menegaskan, keselamatan pasien menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus dugaan keracunan makanan di Pontianak Utara tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Kota Pontianak bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab keracunan. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber masalah saat ini tengah diperiksa di laboratorium.
“Penyebabnya masih kita teliti dari makanan yang ada di laboratorium. Tapi yang terpenting, saya minta penanganan cepat dan utamakan keselamatan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti sakit perut, diare, pusing, hingga menggigil setelah mengonsumsi makanan dari kegiatan tersebut agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau RSUD Pontianak Utara.
Edi memastikan seluruh biaya pengobatan bagi warga yang terdampak akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Pontianak.
“Ini kita gratiskan. Jadi obat, pelayanan, semuanya kita gratiskan,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, sebagian makanan dalam kegiatan tersebut juga dibawa pulang oleh peserta. Akibatnya, beberapa anggota keluarga yang tidak hadir dalam kegiatan ikut mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan tersebut.
“Jadi ada satu keluarga, ibu dan anak-anaknya juga,” jelas Edi.
Ia berharap kondisi seluruh pasien yang dirawat akibat dugaan keracunan makanan itu dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Mudah-mudahan mereka dalam satu dua hari ini semakin baik dan bisa kembali ke rumah masing-masing,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Jumlah warga yang mengalami gejala keracunan makanan usai mengikuti sebuah kegiatan di Pontianak Utara terus bertambah. Hingga Selasa (9/6/2026), tercatat sebanyak 56 warga menjalani perawatan di RSUD Pontianak Utara akibat dugaan keracunan makanan yang terjadi setelah kegiatan pada Minggu (7/6/2026) siang.
Salah satu pasien yang dirawat adalah William (10), seorang anak yang mengalami gejala cukup berat berupa muntah, diare, pusing, hingga demam tinggi.
Kakak korban, Ardeanus Rato (18), menceritakan bahwa adiknya mulai merasakan gejala pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Karena kondisi William semakin lemah, keluarga langsung membawanya ke RSUD Pontianak Utara untuk mendapatkan penanganan medis.
“Mulai sakitnya dari kemarin jam 3 subuh. Makanya kami bawa dia ke sini jam 3 subuh,” ujar Ardeanus saat mendampingi adiknya menjalani perawatan.
Menurutnya, gejala awal yang dialami William berupa pusing, mual, diare, dan muntah-muntah. Kondisinya sempat cukup mengkhawatirkan karena terus muntah, tubuh lemas, dan mengalami demam tinggi.
“Gejala awalnya pusing, lalu mual-mual, mencret, muntah juga. Kemarin lumayan parah, muntah terus, sampai lemah dan demam tinggi,” katanya.
Setelah menjalani perawatan selama satu malam, kondisi William mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Meski demikian, ia masih berada dalam pengawasan tenaga medis.
“Sekarang sudah mulai aman. Sudah satu malam di sini,” jelasnya.
Ardeanus mengungkapkan, bukan hanya William yang mengalami gejala keracunan. Ibu dan dua adiknya yang lain juga mengalami keluhan serupa, meski tidak separah kondisi William. Salah satu adik perempuannya bahkan sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan.
“Yang lain juga kena, ibu dan dua adik saya. Tapi tidak separah dia. Adik perempuan hanya ke puskesmas,” ungkapnya.
Berdasarkan cerita keluarga, makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut dikonsumsi saat kegiatan berlangsung pada Minggu siang. Paket makanan dibagikan sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB dan disantap di lokasi acara.
Dalam menu tersebut terdapat beberapa jenis lauk, seperti ayam, telur, dan tumis buncis.
“Ada ayam, telur, dan buncis yang ditumis. Telur sama buncisnya agak pedas. Katanya dari mereka, telurnya agak kurang enak waktu dimakan,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turun langsung meninjau penanganan warga yang dirawat di RSUD Pontianak Utara. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan medis yang cepat dan optimal.
“Saya hari ini berada di Rumah Sakit Pontianak Utara, untuk melihat pelayanan terhadap warga kita yang masuk karena keracunan makanan. Sampai hari ini ada kurang lebih 56 pasien yang sudah kita rawat,” ujarnya.
Edi menegaskan, keselamatan pasien menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus dugaan keracunan makanan di Pontianak Utara tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Kota Pontianak bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab keracunan. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber masalah saat ini tengah diperiksa di laboratorium.
“Penyebabnya masih kita teliti dari makanan yang ada di laboratorium. Tapi yang terpenting, saya minta penanganan cepat dan utamakan keselamatan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti sakit perut, diare, pusing, hingga menggigil setelah mengonsumsi makanan dari kegiatan tersebut agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau RSUD Pontianak Utara.
Edi memastikan seluruh biaya pengobatan bagi warga yang terdampak akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Pontianak.
“Ini kita gratiskan. Jadi obat, pelayanan, semuanya kita gratiskan,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, sebagian makanan dalam kegiatan tersebut juga dibawa pulang oleh peserta. Akibatnya, beberapa anggota keluarga yang tidak hadir dalam kegiatan ikut mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan tersebut.
“Jadi ada satu keluarga, ibu dan anak-anaknya juga,” jelas Edi.
Ia berharap kondisi seluruh pasien yang dirawat akibat dugaan keracunan makanan itu dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Mudah-mudahan mereka dalam satu dua hari ini semakin baik dan bisa kembali ke rumah masing-masing,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini