Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 10 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menerima kunjungan kerja rombongan DPRD Kota Balikpapan yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri. Penataan pedestrian, ruang terbuka hijau, hingga pengembangan ruang publik menjadi fokus utama pembahasan dalam pertemuan tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang nyaman dan ramah bagi masyarakat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kunjungan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang bertukar pengalaman dan gagasan pembangunan antardaerah.
"Dalam mengelola kota, tentu masing-masing daerah memiliki tantangan dan kekurangan. Kita saling bertukar informasi dan pengalaman agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih baik," ujarnya usai menerima rombongan DPRD Kota Balikpapan di Ruang Pontive Center, Rabu (10/6/2026).
Menurut Edi, pemerintah daerah saat ini menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari berkurangnya dana transfer hingga implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 yang berdampak terhadap kemampuan fiskal daerah dalam menjalankan program pembangunan.
Ia memaparkan, Kota Pontianak memiliki luas wilayah sekitar 118 kilometer persegi dengan jumlah penduduk yang mendekati 700 ribu jiwa. Sementara APBD Kota Pontianak Tahun 2026 berada di kisaran Rp1,9 triliun setelah pengurangan dana transfer sekitar Rp235 miliar. Adapun Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat sekitar Rp867 miliar.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Pemkot Pontianak tetap konsisten mengembangkan konsep kota humanis melalui pembangunan ruang terbuka hijau, penghijauan kota, penataan trotoar yang nyaman, serta pengembangan kawasan waterfront di sepanjang tepian Sungai Kapuas.
Edi yang memiliki latar belakang sebagai arsitek menilai ruang publik memiliki peran penting dalam memperkuat interaksi sosial masyarakat yang beragam.
"Salah satu fokus pembangunan kami adalah memperbanyak ruang terbuka hijau. Dalam sejarahnya, Pontianak pernah mengalami konflik horizontal yang lebih banyak dipengaruhi faktor kesukuan. Karena itu kami berupaya menyediakan lebih banyak ruang publik sebagai sarana interaksi masyarakat sehingga tercipta hubungan sosial yang lebih baik," ungkapnya.
Selain memperluas ruang publik, Pemkot Pontianak juga mengembangkan aplikasi Sipohon dan regulasi perlindungan pohon untuk mendukung program penghijauan kota. Penataan pedestrian di Pontianak dilakukan dengan konsep tematik, teduh, aman, nyaman, dan saling terhubung sehingga dapat mendorong budaya berjalan kaki di tengah masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Pontianak selama kunjungan kerja tersebut.
"Terus terang, ini merupakan pengalaman pertama bagi kami dalam kunjungan kerja yang langsung diterima oleh Wali Kota. Bahkan tadi ada rekan kami yang merasa sangat terharu atas penyambutan yang diberikan," katanya.
Yusri menjelaskan, tujuan utama kunjungan kerja DPRD Kota Balikpapan ke Pontianak adalah untuk mempelajari penataan pedestrian yang dinilai menjadi salah satu keunggulan Kota Pontianak.
Menurutnya, keberadaan jalur pedestrian yang nyaman dan terhubung merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
"Di Balikpapan, fasilitas pedestrian masih belum sepanjang dan sekomprehensif yang ada di sini. Apa yang kami lihat hari ini akan menjadi bahan masukan yang akan kami sampaikan kepada Pemerintah Kota Balikpapan," ujarnya.
Ia berharap konsep pedestrian terintegrasi yang diterapkan di Pontianak dapat menjadi referensi pembangunan di Kota Balikpapan ke depan.
"Kami berharap pembangunan pedestrian tidak hanya dilakukan pada titik-titik tertentu, tetapi dapat terhubung secara lebih luas sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tutupnya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antardaerah di Kalimantan melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman pembangunan. Menurutnya, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang besar bagi daerah-daerah di Kalimantan untuk tumbuh dan berkembang bersama melalui kerja sama yang semakin erat. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menerima kunjungan kerja rombongan DPRD Kota Balikpapan yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri. Penataan pedestrian, ruang terbuka hijau, hingga pengembangan ruang publik menjadi fokus utama pembahasan dalam pertemuan tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang nyaman dan ramah bagi masyarakat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kunjungan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang bertukar pengalaman dan gagasan pembangunan antardaerah.
"Dalam mengelola kota, tentu masing-masing daerah memiliki tantangan dan kekurangan. Kita saling bertukar informasi dan pengalaman agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih baik," ujarnya usai menerima rombongan DPRD Kota Balikpapan di Ruang Pontive Center, Rabu (10/6/2026).
Menurut Edi, pemerintah daerah saat ini menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari berkurangnya dana transfer hingga implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 yang berdampak terhadap kemampuan fiskal daerah dalam menjalankan program pembangunan.
Ia memaparkan, Kota Pontianak memiliki luas wilayah sekitar 118 kilometer persegi dengan jumlah penduduk yang mendekati 700 ribu jiwa. Sementara APBD Kota Pontianak Tahun 2026 berada di kisaran Rp1,9 triliun setelah pengurangan dana transfer sekitar Rp235 miliar. Adapun Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat sekitar Rp867 miliar.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Pemkot Pontianak tetap konsisten mengembangkan konsep kota humanis melalui pembangunan ruang terbuka hijau, penghijauan kota, penataan trotoar yang nyaman, serta pengembangan kawasan waterfront di sepanjang tepian Sungai Kapuas.
Edi yang memiliki latar belakang sebagai arsitek menilai ruang publik memiliki peran penting dalam memperkuat interaksi sosial masyarakat yang beragam.
"Salah satu fokus pembangunan kami adalah memperbanyak ruang terbuka hijau. Dalam sejarahnya, Pontianak pernah mengalami konflik horizontal yang lebih banyak dipengaruhi faktor kesukuan. Karena itu kami berupaya menyediakan lebih banyak ruang publik sebagai sarana interaksi masyarakat sehingga tercipta hubungan sosial yang lebih baik," ungkapnya.
Selain memperluas ruang publik, Pemkot Pontianak juga mengembangkan aplikasi Sipohon dan regulasi perlindungan pohon untuk mendukung program penghijauan kota. Penataan pedestrian di Pontianak dilakukan dengan konsep tematik, teduh, aman, nyaman, dan saling terhubung sehingga dapat mendorong budaya berjalan kaki di tengah masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Pontianak selama kunjungan kerja tersebut.
"Terus terang, ini merupakan pengalaman pertama bagi kami dalam kunjungan kerja yang langsung diterima oleh Wali Kota. Bahkan tadi ada rekan kami yang merasa sangat terharu atas penyambutan yang diberikan," katanya.
Yusri menjelaskan, tujuan utama kunjungan kerja DPRD Kota Balikpapan ke Pontianak adalah untuk mempelajari penataan pedestrian yang dinilai menjadi salah satu keunggulan Kota Pontianak.
Menurutnya, keberadaan jalur pedestrian yang nyaman dan terhubung merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
"Di Balikpapan, fasilitas pedestrian masih belum sepanjang dan sekomprehensif yang ada di sini. Apa yang kami lihat hari ini akan menjadi bahan masukan yang akan kami sampaikan kepada Pemerintah Kota Balikpapan," ujarnya.
Ia berharap konsep pedestrian terintegrasi yang diterapkan di Pontianak dapat menjadi referensi pembangunan di Kota Balikpapan ke depan.
"Kami berharap pembangunan pedestrian tidak hanya dilakukan pada titik-titik tertentu, tetapi dapat terhubung secara lebih luas sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tutupnya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antardaerah di Kalimantan melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman pembangunan. Menurutnya, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang besar bagi daerah-daerah di Kalimantan untuk tumbuh dan berkembang bersama melalui kerja sama yang semakin erat. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini