Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 10 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah menegaskan pentingnya pemahaman keprotokolan dan komunikasi publik bagi seluruh perangkat daerah. Menurutnya, aktivitas pemerintahan sehari-hari tidak bisa dipisahkan dari dua aspek tersebut, mulai dari penyelenggaraan acara hingga penyampaian informasi kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Amirullah usai membuka Forum Komunikasi Publik Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Rabu (10/6/2026).
“Hal-hal sederhana terkait keprotokolan harus kita pahami. Bagaimana tata acara sebuah kegiatan, urut-urutan kegiatan, penyambutan tamu, ketepatan waktu, sampai dress code, itu tidak terlepas dari keprotokolan,” katanya.
Ia menjelaskan, keprotokolan tidak hanya berlaku dalam kegiatan Pemerintah Kota Pontianak, tetapi juga berkaitan dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga tamu dari luar negeri. Karena itu, pengetahuan dasar mengenai keprotokolan tidak cukup hanya dimiliki bagian protokol, melainkan perlu dipahami seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurut Amirullah, setiap OPD kerap menggelar kegiatan yang melibatkan pimpinan daerah, tamu, maupun masyarakat sehingga pemahaman mengenai tata acara dan etika penyelenggaraan kegiatan menjadi hal yang penting.
“Pengetahuan ini harus dimiliki oleh kawan-kawan di seluruh OPD. Bagaimana memperlakukan tamu, bagaimana menyiapkan acara, semuanya perlu dipahami,” jelasnya.
Selain membahas keprotokolan, forum tersebut juga menyoroti pentingnya komunikasi publik pemerintah daerah. Amirullah menilai kemampuan menyampaikan informasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan melalui berbagai saluran komunikasi, baik media cetak, media elektronik, media online, maupun media sosial.
Menurutnya, seluruh fungsi pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik harus dapat diinformasikan secara baik kepada masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa informasi yang dipublikasikan melalui media sosial saat ini memiliki jangkauan yang sangat luas dan tidak hanya dikonsumsi oleh warga Kota Pontianak.
“Informasi yang kita sampaikan melalui media sosial tidak hanya dibaca di lingkup administrasi Kota Pontianak, tetapi seluruh dunia bisa mengakses informasi itu,” ungkapnya.
Karena itu, Amirullah menegaskan bahwa komunikasi pemerintah tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Setiap informasi yang akan dipublikasikan harus melalui proses verifikasi dan pengecekan agar akurat serta sesuai dengan kaidah komunikasi publik.
“Dalam mengkomunikasikan juga ada aturan, tata cara, dan kaidahnya. Tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi harus ada mekanisme check and balance. Dicek dulu, benar atau tidak, baru diinformasikan,” tegasnya.
Ia juga menilai cara penyampaian informasi harus disesuaikan dengan target audiens. Menurutnya, pendekatan komunikasi untuk warga Kota Pontianak, masyarakat Indonesia secara umum, hingga publik internasional tentu memiliki karakteristik yang berbeda.
“Apakah informasi itu untuk warga Kota Pontianak saja, untuk seluruh Indonesia, atau untuk mempublikasikan Pontianak ke dunia, cara menyampaikannya tentu berbeda,” katanya.
Bahkan dalam kondisi tertentu, lanjut Amirullah, kemampuan menyampaikan informasi menggunakan bahasa asing juga menjadi kebutuhan agar informasi tentang Kota Pontianak dapat diterima lebih luas.
Ia turut mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus belajar dan terbuka terhadap berbagai masukan, termasuk dari insan media.
Menurutnya, media memiliki jangkauan yang luas serta sudut pandang berbeda yang dapat menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat komunikasi publik pemerintah.
“Masukan dari media sangat penting, karena jangkauan media lebih lebar dan sudut pandangnya tentu dari perspektif media. Kalau kami dari pemerintahan, sudut pandangnya sebagai pelaksana pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat,” jelasnya.
Amirullah berharap komunikasi publik yang baik dapat membantu menyebarluaskan informasi positif, menumbuhkan optimisme, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
“Dari informasi-informasi ini diharapkan tersebar informasi positif dan optimisme tentang Kota Pontianak yang terus membangun, tumbuh, dan berkembang,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah menegaskan pentingnya pemahaman keprotokolan dan komunikasi publik bagi seluruh perangkat daerah. Menurutnya, aktivitas pemerintahan sehari-hari tidak bisa dipisahkan dari dua aspek tersebut, mulai dari penyelenggaraan acara hingga penyampaian informasi kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Amirullah usai membuka Forum Komunikasi Publik Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Rabu (10/6/2026).
“Hal-hal sederhana terkait keprotokolan harus kita pahami. Bagaimana tata acara sebuah kegiatan, urut-urutan kegiatan, penyambutan tamu, ketepatan waktu, sampai dress code, itu tidak terlepas dari keprotokolan,” katanya.
Ia menjelaskan, keprotokolan tidak hanya berlaku dalam kegiatan Pemerintah Kota Pontianak, tetapi juga berkaitan dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga tamu dari luar negeri. Karena itu, pengetahuan dasar mengenai keprotokolan tidak cukup hanya dimiliki bagian protokol, melainkan perlu dipahami seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurut Amirullah, setiap OPD kerap menggelar kegiatan yang melibatkan pimpinan daerah, tamu, maupun masyarakat sehingga pemahaman mengenai tata acara dan etika penyelenggaraan kegiatan menjadi hal yang penting.
“Pengetahuan ini harus dimiliki oleh kawan-kawan di seluruh OPD. Bagaimana memperlakukan tamu, bagaimana menyiapkan acara, semuanya perlu dipahami,” jelasnya.
Selain membahas keprotokolan, forum tersebut juga menyoroti pentingnya komunikasi publik pemerintah daerah. Amirullah menilai kemampuan menyampaikan informasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan melalui berbagai saluran komunikasi, baik media cetak, media elektronik, media online, maupun media sosial.
Menurutnya, seluruh fungsi pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik harus dapat diinformasikan secara baik kepada masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa informasi yang dipublikasikan melalui media sosial saat ini memiliki jangkauan yang sangat luas dan tidak hanya dikonsumsi oleh warga Kota Pontianak.
“Informasi yang kita sampaikan melalui media sosial tidak hanya dibaca di lingkup administrasi Kota Pontianak, tetapi seluruh dunia bisa mengakses informasi itu,” ungkapnya.
Karena itu, Amirullah menegaskan bahwa komunikasi pemerintah tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Setiap informasi yang akan dipublikasikan harus melalui proses verifikasi dan pengecekan agar akurat serta sesuai dengan kaidah komunikasi publik.
“Dalam mengkomunikasikan juga ada aturan, tata cara, dan kaidahnya. Tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi harus ada mekanisme check and balance. Dicek dulu, benar atau tidak, baru diinformasikan,” tegasnya.
Ia juga menilai cara penyampaian informasi harus disesuaikan dengan target audiens. Menurutnya, pendekatan komunikasi untuk warga Kota Pontianak, masyarakat Indonesia secara umum, hingga publik internasional tentu memiliki karakteristik yang berbeda.
“Apakah informasi itu untuk warga Kota Pontianak saja, untuk seluruh Indonesia, atau untuk mempublikasikan Pontianak ke dunia, cara menyampaikannya tentu berbeda,” katanya.
Bahkan dalam kondisi tertentu, lanjut Amirullah, kemampuan menyampaikan informasi menggunakan bahasa asing juga menjadi kebutuhan agar informasi tentang Kota Pontianak dapat diterima lebih luas.
Ia turut mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus belajar dan terbuka terhadap berbagai masukan, termasuk dari insan media.
Menurutnya, media memiliki jangkauan yang luas serta sudut pandang berbeda yang dapat menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat komunikasi publik pemerintah.
“Masukan dari media sangat penting, karena jangkauan media lebih lebar dan sudut pandangnya tentu dari perspektif media. Kalau kami dari pemerintahan, sudut pandangnya sebagai pelaksana pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat,” jelasnya.
Amirullah berharap komunikasi publik yang baik dapat membantu menyebarluaskan informasi positif, menumbuhkan optimisme, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
“Dari informasi-informasi ini diharapkan tersebar informasi positif dan optimisme tentang Kota Pontianak yang terus membangun, tumbuh, dan berkembang,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini