Pontianak    

Bulog Kalbar Pastikan Stok Beras Aman, Capai 18 Ribu Ton hingga Semester I 2026

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 02 July 2026
Bulog Kalbar Pastikan Stok Beras Aman, Capai 18 Ribu Ton hingga Semester I 2026
Bulog Kalbar memastikan stok beras mencapai 18 ribu ton dan mencukupi untuk bantuan pangan, SPHP, GPM, serta bencana. (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat memastikan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di wilayah tersebut dalam kondisi aman. Hingga semester pertama 2026, ketersediaan beras mencapai sekitar 18 ribu ton dan dinilai mencukupi untuk memenuhi berbagai program pemerintah.

Stok tersebut dipastikan mampu mendukung penyaluran bantuan pangan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga kebutuhan cadangan untuk penanganan bencana.

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Kalbar, Rasiwan, mengatakan stok itu terdiri dari sekitar 9.200 ton beras yang telah tersimpan di gudang Bulog serta sekitar 9.000 ton yang masih dalam proses pengadaan.

"Masih ada rencana tambahan perpindahan stok sekitar 9.000 ton. Dengan kondisi tersebut, kami memastikan stok pangan di Kalimantan Barat sangat aman dan mencukupi untuk seluruh penugasan pemerintah, baik bantuan pangan, SPHP, Gerakan Pangan Murah maupun cadangan untuk penanggulangan bencana," kata Rasiwan, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, Bulog terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan operasi pasar murah guna menjaga stabilitas harga pangan. Di sisi lain, Bulog juga memperluas jaringan distribusi agar masyarakat semakin mudah memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Dari sisi pengadaan, Bulog Kalbar telah merealisasikan sekitar 70 persen target penyerapan gabah dan beras sebanyak 5.100 ton pada semester pertama 2026. Hingga saat ini, sekitar 3.500 ton telah berhasil diserap.

"Realisasi pengadaan sudah mencapai sekitar 70 persen. Sisanya akan kami selesaikan pada Juli hingga Agustus bersamaan dengan musim panen kedua. Momentum ini akan kami maksimalkan untuk menyerap gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani," ujarnya.

Rasiwan optimistis target pengadaan tersebut dapat tercapai pada Agustus 2026. Untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen, Bulog akan melakukan evaluasi bersama petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, mitra penggilingan, serta Dinas Pertanian, terutama di Kabupaten Sambas yang menjadi sentra produksi padi terbesar di Kalimantan Barat.

Selain memastikan stok beras aman, Bulog juga telah menuntaskan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 pada akhir Juni. Program tersebut akan kembali dilanjutkan pada semester kedua dan mulai disalurkan pada Juli.

Pada tahap berikutnya, setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan menerima 10 kilogram beras. Berbeda dari penyaluran sebelumnya, bantuan minyak goreng tidak lagi menjadi bagian dari paket bantuan.

"Harapan kami, penyaluran bantuan pangan bersama program SPHP dan Gerakan Pangan Murah dapat menjaga stabilitas harga beras sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat," katanya.

Bulog Kalbar juga memastikan kapasitas gudangnya masih sangat mencukupi. Saat ini, Bulog memiliki kapasitas penyimpanan hingga 47.500 ton yang tersebar di 10 kompleks pergudangan pada lima kantor cabang di Kalimantan Barat, sementara stok yang tersimpan baru sekitar 18 ribu ton. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Ada Lamborghini, 4 Mobil Mewah Milik Tersangka Korupsi Bauksit Aseng Dikirim ke Kejagung
Thursday, 02 July 2026
Artikel Sebelumnya
Humas Polres Kapuas Hulu Borong Penghargaan di Hari Bhayangkara ke-80, Aiptu Ansori Cetak Prestasi Ganda
Thursday, 02 July 2026

Berita terkait