Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 03 June 2026 |
KALBARONLINE.com – Perum Bulog terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyerapan gabah dan beras petani. Hingga 3 Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras secara nasional telah mencapai 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target pengadaan nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah tahun ini.
Di wilayah kerja Perum Bulog Cabang Ketapang, realisasi serapan gabah dan beras petani tercatat mencapai 242 ton setara beras. Capaian ini menjadi bagian dari kontribusi Bulog Ketapang dalam mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menyukseskan program pengadaan pangan nasional.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Ketapang, Jarau Matu, mengatakan pihaknya terus hadir di tengah petani untuk memastikan hasil panen dapat terserap secara optimal.
“Realisasi serapan sebesar 242 ton setara beras di wilayah kerja Kantor Cabang Ketapang menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Secara nasional, capaian lebih dari 3 juta ton setara beras ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pengadaan pangan Indonesia. Dalam waktu kurang dari enam bulan, Bulog berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, hingga seluruh insan Bulog yang terlibat selama musim panen berlangsung.
Bulog menilai capaian ini juga menjadi bukti efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut dinilai memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Selain itu, peningkatan serapan turut berdampak pada penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah yang kini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional. Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog telah melampaui 5 juta ton.
Stok tersebut menjadi jaminan ketersediaan pangan untuk berbagai kebutuhan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga mitigasi bencana dan gejolak pasar. Dengan masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah, Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun.
“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup Jarau. (*)
KALBARONLINE.com – Perum Bulog terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyerapan gabah dan beras petani. Hingga 3 Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras secara nasional telah mencapai 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target pengadaan nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah tahun ini.
Di wilayah kerja Perum Bulog Cabang Ketapang, realisasi serapan gabah dan beras petani tercatat mencapai 242 ton setara beras. Capaian ini menjadi bagian dari kontribusi Bulog Ketapang dalam mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menyukseskan program pengadaan pangan nasional.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Ketapang, Jarau Matu, mengatakan pihaknya terus hadir di tengah petani untuk memastikan hasil panen dapat terserap secara optimal.
“Realisasi serapan sebesar 242 ton setara beras di wilayah kerja Kantor Cabang Ketapang menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Secara nasional, capaian lebih dari 3 juta ton setara beras ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pengadaan pangan Indonesia. Dalam waktu kurang dari enam bulan, Bulog berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, hingga seluruh insan Bulog yang terlibat selama musim panen berlangsung.
Bulog menilai capaian ini juga menjadi bukti efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut dinilai memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Selain itu, peningkatan serapan turut berdampak pada penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah yang kini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional. Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog telah melampaui 5 juta ton.
Stok tersebut menjadi jaminan ketersediaan pangan untuk berbagai kebutuhan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga mitigasi bencana dan gejolak pasar. Dengan masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah, Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun.
“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup Jarau. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini