Ketapang    

Bulog Serap 3 Juta Ton Beras Nasional, Ketapang Sumbang 242 Ton Setara Beras

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 03 June 2026
Bulog Serap 3 Juta Ton Beras Nasional, Ketapang Sumbang 242 Ton Setara Beras
Bulog serap 3 juta ton beras nasional hingga Juni 2026, Ketapang kontribusi 242 ton untuk penguatan cadangan pangan Indonesia (Foto: Haq/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Perum Bulog terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyerapan gabah dan beras petani. Hingga 3 Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras secara nasional telah mencapai 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target pengadaan nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah tahun ini.

Di wilayah kerja Perum Bulog Cabang Ketapang, realisasi serapan gabah dan beras petani tercatat mencapai 242 ton setara beras. Capaian ini menjadi bagian dari kontribusi Bulog Ketapang dalam mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menyukseskan program pengadaan pangan nasional.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Ketapang, Jarau Matu, mengatakan pihaknya terus hadir di tengah petani untuk memastikan hasil panen dapat terserap secara optimal.

“Realisasi serapan sebesar 242 ton setara beras di wilayah kerja Kantor Cabang Ketapang menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Secara nasional, capaian lebih dari 3 juta ton setara beras ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pengadaan pangan Indonesia. Dalam waktu kurang dari enam bulan, Bulog berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, hingga seluruh insan Bulog yang terlibat selama musim panen berlangsung.

Bulog menilai capaian ini juga menjadi bukti efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut dinilai memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain itu, peningkatan serapan turut berdampak pada penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah yang kini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional. Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog telah melampaui 5 juta ton.

Stok tersebut menjadi jaminan ketersediaan pangan untuk berbagai kebutuhan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga mitigasi bencana dan gejolak pasar. Dengan masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah, Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun.

“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup Jarau. (*)

Artikel Selanjutnya
Polres Kapuas Hulu Evaluasi Kinerja April–Mei 2026, Kapolres Tekankan Profesionalisme Personel
Wednesday, 03 June 2026
Artikel Sebelumnya
Kejagung Ungkap Modus Korupsi MBG, Yayasan Diduga Terafiliasi dengan Eks Kepala BGN Dapat Insentif Miliaran
Wednesday, 03 June 2026

Berita terkait