Ketapang    

Hadapi Ancaman Karhutla, CMI Perkuat Kesiapsiagaan dan Respons Cepat di Wilayah Operasional

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 21 August 2026
Hadapi Ancaman Karhutla, CMI Perkuat Kesiapsiagaan dan Respons Cepat di Wilayah Operasional
CMI perkuat kesiapsiagaan dan respons cepat menghadapi ancaman karhutla di wilayah operasional Sandai, Ketapang (Foto: CMI For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Menghadapi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau, PT Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) memperkuat kesiapsiagaan dan langkah mitigasi di sekitar wilayah operasional perusahaan di Ketapang, Kalimantan Barat.

Melalui CITA Emergency Response Team (ERT), perusahaan meningkatkan intensitas pemantauan, patroli, deteksi dini, serta kesiapan personel dan peralatan untuk merespons potensi kebakaran di wilayah operasional Sandai sekaligus memberikan dukungan terhadap penanganan karhutla di wilayah sekitar.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen CMI untuk turut menjaga lingkungan dan mendukung upaya pemerintah dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kemarau pada 2026 perlu menjadi perhatian serius. BMKG mencatat musim kemarau terus meluas dan kondisi kering mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Pada awal Agustus, BMKG juga melaporkan adanya kejadian karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Barat, serta mendeteksi sebaran asap di beberapa wilayah Kalimantan.

Hadapi Ancaman Karhutla, CMI Perkuat Kesiapsiagaan dan Respons Cepat di Wilayah Operasional
CMI perkuat kesiapsiagaan dan respons cepat menghadapi ancaman karhutla di wilayah operasional Sandai, Ketapang (Foto: CMI For KALBARONLINE.com)

Kondisi tersebut diperkuat oleh perkembangan iklim global. BMKG memprediksi fenomena El Niño kuat masih akan bertahan hingga setidaknya awal 2027 dan berpotensi meningkatkan kondisi kering serta risiko kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia. Sementara itu, Kalimantan Barat termasuk wilayah yang mendapatkan peringatan dini kekeringan meteorologis pada periode awal Agustus 2026.

“Kondisi cuaca yang semakin kering dan meningkatnya potensi karhutla menjadi perhatian serius bagi kami. Karena itu, CMI meningkatkan level kesiapsiagaan dan memastikan Emergency Response Team berada dalam kondisi siap merespons setiap potensi kebakaran sejak dini. Kami tidak ingin menunggu api membesar baru bertindak, tetapi melakukan pencegahan dan penanganan sedini mungkin,” ujar HSE Manager Site Sandai, Dody Patah Kristanto.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, CITA ERT secara aktif melakukan patroli di wilayah operasional dan area sekitarnya. Patroli dilakukan untuk mengidentifikasi potensi titik api sekaligus memastikan apabila terdapat indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.

Apabila ditemukan titik api, tim melakukan respons awal dan pemadaman sesuai kondisi di lapangan. Kesiapan tersebut didukung oleh personel yang memiliki kompetensi dalam penanganan keadaan darurat serta peralatan yang disiapkan untuk mendukung proses pemadaman.

Bagi CMI, pencegahan menjadi garis pertahanan pertama dalam menghadapi karhutla.

Karena itu, penguatan kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan di dalam area operasional perusahaan. CITA ERT juga berperan dalam memberikan dukungan ketika terjadi kebakaran di wilayah sekitar yang membutuhkan penanganan, sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasinya.

“Karhutla adalah tantangan yang membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, perusahaan, aparat dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam mencegah dan menangani kebakaran. Kami ingin kemampuan yang dimiliki CITA Emergency Response Team dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya untuk menjaga wilayah operasi, tetapi juga membantu masyarakat dan pemerintah ketika terjadi kondisi darurat di sekitar area kami,” lanjut Dody.

Upaya perusahaan sejalan dengan pentingnya penguatan early detection, early response dan continuous monitoring dalam menghadapi potensi karhutla. Dengan kondisi lahan dan vegetasi yang lebih mudah terbakar selama musim kemarau, keterlambatan dalam mendeteksi dan menangani titik api dapat meningkatkan risiko api berkembang dan meluas.

Selain berdampak terhadap lingkungan, karhutla juga berpotensi memengaruhi kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas sosial-ekonomi hingga mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, penanganan karhutla membutuhkan upaya yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

CMI memandang bahwa keberadaan perusahaan di tengah masyarakat membawa tanggung jawab untuk turut berkontribusi terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Komitmen kami sederhana: ketika ada potensi kebakaran, kami harus siap; ketika ada api, kami harus bergerak cepat. Kami akan terus memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan agar upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara efektif. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab CITA untuk tumbuh bersama masyarakat dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” tutur Dody.

Ke depan, CITA akan terus menjaga kesiapan Emergency Response Team, memperkuat patroli dan pemantauan, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat dan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meminimalkan risiko kebakaran sekaligus mendukung upaya bersama dalam menjaga lingkungan Kalimantan Barat dari dampak karhutla.

Perusahaan percaya, menjaga lingkungan bukan hanya tentang merespons ketika terjadi bencana, tetapi tentang hadir lebih awal, bergerak lebih cepat dan bekerja bersama untuk mencegahnya.

PT Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan mineral, dengan kegiatan operasional pertambangan bauksit di Kalimantan Barat. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, CMI berkomitmen untuk menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan serta manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif di bidang lingkungan, keselamatan kerja, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. CMI terus berupaya menjalankan kegiatan operasional secara bertanggung jawab dengan mengedepankan prinsip Care for People, Responsible Footprint dan Climate Protection.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, CMI berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan serta menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Supadio, Jarak Pandang di Bawah 1.000 Meter, 6 Pesawat Delay
Thursday, 20 August 2026
Artikel Sebelumnya
Warga Desak Tim Operasi Terpadu Kapuas Hulu Tertibkan Penjualan BBM di Kios dan POM Mini
Thursday, 20 August 2026

Berita terkait