Kapuas Hulu    

Warga Desak Tim Operasi Terpadu Kapuas Hulu Tertibkan Penjualan BBM di Kios dan POM Mini

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 21 August 2026
Warga Desak Tim Operasi Terpadu Kapuas Hulu Tertibkan Penjualan BBM di Kios dan POM Mini
Warga Kapuas Hulu mendesak Tim Operasi Terpadu menertibkan kios dan POM Mini yang menjual BBM dengan harga tinggi (ilustrasi: kalbaronline.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Warga Kabupaten Kapuas Hulu meminta Tim Operasi Terpadu tidak hanya melakukan penertiban dan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi di SPBU, tetapi juga menyasar penjualan BBM di kios-kios dan POM Mini.

Desakan tersebut disampaikan warga setelah Tim Operasi Terpadu Kabupaten Kapuas Hulu melakukan penertiban dan pengawasan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah SPBU di Kecamatan Putussibau Utara dan Putussibau Selatan, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Polres Kapuas Hulu, Kodim 1206 Putussibau, Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Satpol PP, Dinas Perhubungan, DKUPKH, DPMPTSP, serta instansi terkait lainnya.

Operasi terpadu dipimpin Asisten II Setda Kapuas Hulu Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Triwati, bersama Kabag Ops Polres Kapuas Hulu Kompol Nyandang serta unsur TNI, Kejaksaan, Satpol PP, Pemerintah Kecamatan dan instansi terkait.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 31 personel Polres Kapuas Hulu, tujuh personel Kodim 1206 Putussibau, serta personel dari instansi terkait turut dilibatkan.

Tim melakukan pemeriksaan dan pengawasan di empat SPBU, yakni SPBU PT Gelora Jumhana di Jalan Kom Yos Sudarso, SPBU PT Putra Kedamin Jaya di Jalan Lintas Timur, SPBU PT UKM Kapuas Hulu di Jalan Lintas Selatan, serta SPBU PT Kedamin Maju Mandiri di Jalan Lintas Utara, Desa Pala Pulau.

Namun, warga menilai pengawasan juga perlu diperluas hingga ke kios-kios dan POM Mini yang menjual BBM kepada masyarakat.

Warga Kabupaten Kapuas Hulu, Yuliana S, berharap Tim Operasi Terpadu turut melakukan penertiban dan pengawasan terhadap penjualan BBM di kios maupun POM Mini.

Ia menilai harga jual BBM jenis Pertalite, Pertamax dan Solar di sejumlah kios dan POM Mini sudah berada di luar batas kewajaran.

“Bayangkan saja jual BBM Pertalite per satu liter di kios maupun di POM Mini saja sudah Rp19.000 sampai Rp20.000. Kalau mereka pemilik kios dan pemilik POM Mini beli di SPBU per satu liter hanya Rp10.500 saja,” ujarnya.

Menurut Yuliana, harga tersebut membuat masyarakat harus membayar jauh lebih mahal ketika membeli BBM di luar SPBU.

“Dan mereka jual di kios atau POM Mini naik tiga kali lipat. Ini kan sudah di luar batas kewajaran,” katanya.

Ia juga mempertanyakan kondisi tersebut karena penjualan BBM di SPBU disebutnya masih berjalan normal dan tidak mengalami kelangkaan.

“Padahal penjualan BBM di SPBU normal serta lancar saja, tidak langka. Tetapi sewaktu kami beli ke kios maupun ke POM Mini harga jual BBM melambung tinggi, itu pun sebentar saja jual, sudah itu tutup,” ungkapnya.

Karena itu, Yuliana meminta Tim Operasi Terpadu tidak hanya fokus melakukan pengawasan terhadap SPBU.

“Jangan hanya SPBU saja yang diawasi dan ditertibkan. Kios-kios maupun POM Mini yang jual BBM pun harus ditertibkan juga, karena mereka menjual BBM itu sudah di luar batas kewajaran,” ucapnya.

Senada, warga Putussibau lainnya, Mohd Syafii, mengatakan penjualan BBM di SPBU relatif lancar dengan harga yang menurutnya masih mengikuti ketentuan pemerintah.

“Kalau di SPBU BBM lancar dan harganya tetap normal sesuai HET yang ditetapkan dari pemerintah, tetapi di kios-kios dan POM Mini yang bermain dengan harga, tidak ada izin lingkungan,” tegasnya.

Menurut Syafii, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian Tim Operasi Terpadu dalam melakukan pengawasan distribusi dan penjualan BBM di wilayah Kapuas Hulu.

“Jadi yang harus ditertibkan oleh Tim Operasi Terpadu adalah kios-kios dan POM Mini,” pungkasnya. (Haq)

Artikel Selanjutnya
Hadapi Ancaman Karhutla, CMI Perkuat Kesiapsiagaan dan Respons Cepat di Wilayah Operasional
Friday, 21 August 2026
Artikel Sebelumnya
Hadapi Ancaman Karhutla, CMI Perkuat Kesiapsiagaan dan Respons Cepat di Wilayah Operasional
Friday, 21 August 2026

Berita terkait