Melawi    

Karhutla Melawi, Pemkab Perkuat Kesiapsiagaan hingga Tingkat Desa

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 03 September 2026
Karhutla Melawi, Pemkab Perkuat Kesiapsiagaan hingga Tingkat Desa
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Melawi terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama dengan meningkatkan kesiapsiagaan hingga tingkat desa.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat deteksi, pencegahan, maupun penanganan ketika kebakaran terjadi di tengah kondisi musim kemarau.

Penegasan itu disampaikan Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, saat memberikan arahan dalam kunjungan kerja bersama Tim Sosialisasi Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Mabes TNI di Kecamatan Menukung, Rabu (2/9/2026).

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari monitoring kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi Karhutla di Kabupaten Melawi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi, sejak Januari hingga 31 Agustus 2026 tercatat sedikitnya 30 kejadian Karhutla dengan total luas lahan terdampak mencapai sekitar 1.683,358 hektare.

Melihat kondisi tersebut, Bupati meminta jajaran pemerintah kecamatan dan desa segera memperkuat sistem kesiapsiagaan di wilayah masing-masing. Salah satu langkah yang didorong adalah mempercepat pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa.

Menurut Bupati, keberadaan MPA dapat menjadi kekuatan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan, melakukan deteksi dini, sekaligus membantu penanganan awal apabila ditemukan titik api.

“Penguatan penanganan di tingkat desa menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya kebakaran baru sekaligus mempercepat respons ketika kebakaran terjadi,” tegas Dadi.

Bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Melawi juga telah melakukan sejumlah penyesuaian anggaran sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan Karhutla. Kebijakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan yang masih dihadapkan pada berbagai kendala.

Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian antara lain keterbatasan peralatan pemadam, ketersediaan sumber air, hingga sulitnya akses menuju beberapa lokasi yang mengalami kebakaran.

Karena itu, menurut Bupati, koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat agar setiap kejadian dapat direspons secara cepat dan tepat.

Selain kesiapan aparat, Bupati kembali mengingatkan masyarakat untuk sementara waktu menghentikan aktivitas pembakaran lahan. Kondisi kemarau yang kering dinilai dapat meningkatkan risiko munculnya kebakaran sekaligus membuat api lebih cepat merambat.

Ia berharap seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, pemerintah desa, perusahaan hingga masyarakat, meningkatkan kewaspadaan dan mengambil peran masing-masing dalam mencegah munculnya titik api baru maupun mengendalikan kebakaran yang sudah terjadi.

Sementara itu, Ketua Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Luqman Arif, mengajak seluruh pihak mengedepankan kebersamaan dalam menghadapi kondisi Karhutla di Kabupaten Melawi.

Menurutnya, situasi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan bagi berbagai pihak untuk saling menyalahkan atau mencari pihak yang dianggap paling bertanggung jawab. Hal yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan seluruh unsur bergerak sesuai tugas dan kemampuan masing-masing.

“Kita tidak saling menyalahkan, tidak saling menuduh, tetapi bagaimana kita bersama-sama menangani kondisi yang sudah terjadi,” ujarnya.

Luqman menegaskan, apabila kondisi di lapangan belum memungkinkan untuk melakukan pemadaman secara maksimal karena keterbatasan tertentu, langkah paling penting adalah mencegah agar tidak muncul titik kebakaran tambahan.

“Kalau tidak bisa memadamkan, minimal tidak menambah. Harapan kita semakin ada, semakin berkurang, jangan semakin bertambah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan dalam aktivitas pembukaan lahan. Masyarakat yang menjalankan kegiatan perladangan diminta bertanggung jawab dalam menggunakan api serta memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu kebakaran setelah aktivitas selesai.

Luqman berharap penanganan Karhutla di Kabupaten Melawi dapat segera menunjukkan hasil melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah, TNI, Polri, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kita saling bekerja sama, berkoordinasi dengan baik, dan menjalankan sesuai dengan kemampuan kita. Harapan kita Karhutla segera bisa diatasi,” pungkasnya.

Di lokasi yang sama, Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi kembali mengingatkan masyarakat agar menghentikan sementara aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.

Imbauan tersebut disampaikan karena kondisi kemarau membuat kawasan yang kering lebih mudah terbakar dan menyebabkan api berpotensi cepat meluas.

“Kita stop dulu kegiatan yang berhubungan dengan membuka lahan dengan cara membakar. Stop aktivitas-aktivitas lain yang dapat mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Kapolres juga meminta masyarakat menghindari berbagai aktivitas lain yang dapat menjadi sumber api, termasuk membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar sampah di lokasi yang berdekatan dengan lahan atau kawasan rawan kebakaran.

Para kepala desa turut diminta mengambil peran aktif dengan menyampaikan imbauan tersebut secara langsung kepada masyarakat.

Menurut Kapolres, upaya pencegahan akan lebih efektif apabila pemerintah, aparat keamanan, pemerintah desa dan masyarakat memiliki pemahaman serta tujuan yang sama.

“Yuk kita sama-sama, yuk kita bareng-bareng. Satu pemikiran, satu tujuan. Kita tanggulangi Karhutla,” pungkasnya.

Dandim 1205/Sintang, Letkol Arm Anggit Wijaksono, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penanganan Karhutla di Kabupaten Melawi juga mendapat dukungan personel tambahan melalui pengerahan Bawah Kendali Operasi (BKO).

Dukungan personel tersebut salah satunya diarahkan untuk memperkuat penanganan di wilayah Kecamatan Menukung dengan menempatkan satu peleton atau sekitar 30 personel di wilayah Koramil Menukung.

Sementara itu, Camat Menukung, Bujang, S.Sos, melaporkan bahwa Satgas Karhutla Kecamatan Menukung telah terbentuk. Untuk mendukung koordinasi dan kesiapsiagaan, posko penanganan Karhutla saat ini ditempatkan di Polsek Menukung Kota.

Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat mempercepat koordinasi ketika menerima informasi mengenai titik api sekaligus memudahkan pengerahan personel dalam melakukan penanganan di lapangan.

Melalui kunjungan tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Kesiapsiagaan hingga tingkat desa menjadi salah satu kunci penting untuk menekan munculnya titik api baru sekaligus mempercepat penanganan apabila Karhutla kembali terjadi.

Artikel Selanjutnya
Karhutla Melawi, 18 Desa di Ella Hilir Diminta Segera Bentuk MPA
Wednesday, 02 September 2026
Artikel Sebelumnya
Karhutla Melawi, 18 Desa di Ella Hilir Diminta Segera Bentuk MPA
Wednesday, 02 September 2026

Berita terkait