Pontianak    

Ayah Korban Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Anak 3 Tahun di Sambas

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 26 August 2026
Ayah Korban Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Anak 3 Tahun di Sambas
Polisi menetapkan ayah korban sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan anak berusia 3 tahun di Kabupaten Sambas (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Polisi menetapkan seorang pria berinisial R sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak kandungnya yang masih berusia 3 tahun 11 bulan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Penetapan tersangka tersebut mendapat apresiasi dari kuasa hukum korban, Eka Nurhayati Ishak. Ia menilai Polres Sambas telah menangani perkara tersebut secara serius dengan mengedepankan perspektif perlindungan anak.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Polres Sambas yang telah menangani perkara ini secara profesional, serius, dan dengan perspektif perlindungan anak,” kata Eka, Rabu (26/8/2026).

Menurut Eka, penetapan tersangka menjadi langkah penting untuk memastikan proses hukum berjalan sekaligus menjaga hak dan keselamatan korban tetap menjadi prioritas.

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan pasal berlapis, yakni Pasal 415 huruf b atau Pasal 418 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 6 huruf c juncto Pasal 15 ayat (1) huruf a dan huruf g UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Eka menjelaskan, Pasal 15 ayat (1) UU TPKS mengatur pemberatan pidana sepertiga apabila tindak pidana dilakukan dalam lingkup keluarga dan/atau terhadap anak.

Sebelumnya, pihak kuasa hukum menyebut korban telah memberikan keterangan secara konsisten terkait dugaan peristiwa yang dialaminya.

“Ketika kami menanyakan kepada si korban yang masih berusia 3 tahun 11 bulan, anak tidak berubah dalam memberikan statement, konsisten,” ujar Eka.

Korban juga disebut mampu menunjukkan bagian tubuh yang diduga menjadi lokasi tindakan pencabulan. Pihak keluarga saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan medis atau visum.

Selain dugaan pencabulan, Eka menyebut korban juga diduga mengalami intimidasi setelah kasus tersebut dilaporkan kepada polisi. Pihaknya mendorong aparat penegak hukum untuk turut mengusut dugaan intimidasi tersebut.

Eka berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional dan objektif dengan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi korban.

“Anak adalah amanah, bukan objek kekuasaan, bukan tempat pelampiasan, dan tidak boleh menjadi korban kejahatan siapa pun, termasuk oleh orang yang seharusnya menjadi pelindungnya,” katanya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Lari ke Kampung Beting, Terduga Pencuri Motor dan Aki Mobil di Kubu Raya Dibekuk Polisi
Wednesday, 26 August 2026
Artikel Sebelumnya
Comeback Usai Cedera 6 Bulan, Chiara Marvella Menang di Polytron Pontianak International Challenge 2026
Wednesday, 26 August 2026

Berita terkait