Nasional    

PLN Banjarbaru Padamkan Titik Api di Sekitar Aset Transmisi, Antisipasi Dampak Karhutla

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 17 September 2026
PLN Banjarbaru Padamkan Titik Api di Sekitar Aset Transmisi, Antisipasi Dampak Karhutla
Petugas PLN ULTG Batulicin melakukan pemadaman titik api di sekitar aset transmisi di Batulicin, Tanah Bumbu, Senin (14/9/2026) (Foto: PLN For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Banjarbaru melakukan penanganan titik api di sekitar aset transmisi melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Batulicin, Selasa, 14 September 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik.

Dalam kegiatan tersebut, petugas ULTG Batulicin berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran. Petugas PLN juga turun langsung membantu memadamkan titik api di sekitar kawasan infrastruktur perusahaan.

Gardu Induk Batulicin memiliki peran penting dalam mendukung sistem kelistrikan di Kabupaten Tanah Bumbu. Karena berada di kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran, kemunculan titik api di sekitar infrastruktur tersebut menjadi perhatian PLN karena dapat mengancam keselamatan aset dan keberlangsungan penyaluran tenaga listrik.

Penanganan sejak dini dilakukan untuk meminimalkan risiko terhadap infrastruktur transmisi sekaligus menjaga keberlangsungan layanan listrik bagi masyarakat.

Manager PLN UPT Banjarbaru, Bayu Putra Andrianto, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian PLN terhadap masyarakat sekaligus komitmen dalam menjaga aset ketenagalistrikan.

“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan melalui aksi nyata. Ketika terdapat titik api di sekitar aset transmisi, kami tidak hanya melakukan koordinasi, tetapi juga turun langsung membantu penanganan di lapangan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga aset sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan pelanggan,” ujar Bayu.

Menurut Bayu, kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla membutuhkan koordinasi dan respons cepat, terutama ketika kebakaran terjadi di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan.

“Kami terus memperkuat koordinasi dengan pihak terkait dalam menghadapi potensi karhutla. Dengan respons yang cepat dan kolaborasi di lapangan, potensi dampak terhadap aset transmisi dapat ditekan sedini mungkin,” tambahnya.

General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, mengatakan perlindungan aset ketenagalistrikan merupakan bagian penting dari komitmen PLN dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen PLN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Menjaga aset transmisi dari ancaman karhutla merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut, karena keberlangsungan layanan listrik juga ditopang oleh kesiapan dan keamanan infrastruktur. Kami akan terus mendorong kesiapsiagaan, kolaborasi, dan respons cepat di seluruh wilayah kerja,” tutur Riko.

Melalui kesiapsiagaan dan penanganan langsung di lapangan, PLN UPT Banjarbaru berupaya memperkuat perlindungan aset transmisi dari ancaman karhutla. Upaya ini diharapkan dapat membantu menjaga lingkungan, melindungi infrastruktur ketenagalistrikan, dan mendukung keberlangsungan layanan listrik bagi masyarakat.

Artikel Selanjutnya
Diskominfo Pontianak Sosialisasikan Google Workspace untuk Tingkatkan Produktivitas ASN
Tuesday, 13 October 2026
Artikel Sebelumnya
PLN UIP3B Kalimantan Inspeksi Titik Rawan Karhutla di Kalteng, Pastikan Personel Siaga
Tuesday, 13 October 2026

Berita terkait