Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 22 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) memperkuat pasokan beras premium sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) ke pasar sebagai upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras.
Langkah tersebut dilakukan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) melalui dukungan biaya angkutan. Dengan demikian, beras premium yang dipasarkan Bulog diharapkan tetap dapat dijual sesuai HET meskipun terjadi kenaikan biaya bahan baku dan distribusi.
Kepala Kanwil Perum Bulog Kalbar Rasiwan mengatakan dukungan tersebut diperlukan agar harga beras yang dipasarkan Bulog tetap terjangkau masyarakat.
“Untuk beras yang kami jual, kami sudah bekerja sama dengan BI melalui dukungan biaya angkutan agar beras premium yang dipasarkan dapat tetap dijual sesuai HET meskipun terdapat tekanan terhadap biaya produksi dan distribusi,” kata Rasiwan di Pontianak, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, kenaikan harga bahan baku turut berdampak terhadap harga gabah yang kemudian berpengaruh terhadap harga beras di pasar.
Di sisi lain, kondisi El Nino ekstrem juga disebut berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan produksi berkurang dan masa tanam berpotensi mundur.
Rasiwan mengatakan pemerintah telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan memperpanjang program bantuan pangan hingga Desember 2026.
Terkait dugaan peredaran beras premium yang tidak sesuai dengan klaim mutu atau beras oplosan, Rasiwan menegaskan pengawasan terhadap persoalan tersebut bukan menjadi kewenangan Bulog.
“Pengawasannya dari Satgas Pangan. Satgas Pangan yang memiliki kewajiban untuk mengawal hal tersebut,” ujarnya.
Menurut Rasiwan, masyarakat juga tidak dapat dengan mudah memastikan kualitas beras premium hanya berdasarkan tampilan secara visual. Pemeriksaan mutu membutuhkan petugas yang memiliki kemampuan untuk menganalisis kualitas beras.
Ia menyebut Satgas Pangan secara berkala melakukan pengecekan dan pemantauan di pasar maupun toko untuk mengawasi peredaran berbagai komoditas pangan, termasuk beras.
Sementara itu, Bulog Kalbar tetap menjalankan penugasan pemerintah untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga beras melalui program bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta penguatan pasokan beras premium sesuai HET. (Lid)
KALBARONLINE.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) memperkuat pasokan beras premium sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) ke pasar sebagai upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras.
Langkah tersebut dilakukan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) melalui dukungan biaya angkutan. Dengan demikian, beras premium yang dipasarkan Bulog diharapkan tetap dapat dijual sesuai HET meskipun terjadi kenaikan biaya bahan baku dan distribusi.
Kepala Kanwil Perum Bulog Kalbar Rasiwan mengatakan dukungan tersebut diperlukan agar harga beras yang dipasarkan Bulog tetap terjangkau masyarakat.
“Untuk beras yang kami jual, kami sudah bekerja sama dengan BI melalui dukungan biaya angkutan agar beras premium yang dipasarkan dapat tetap dijual sesuai HET meskipun terdapat tekanan terhadap biaya produksi dan distribusi,” kata Rasiwan di Pontianak, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, kenaikan harga bahan baku turut berdampak terhadap harga gabah yang kemudian berpengaruh terhadap harga beras di pasar.
Di sisi lain, kondisi El Nino ekstrem juga disebut berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan produksi berkurang dan masa tanam berpotensi mundur.
Rasiwan mengatakan pemerintah telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan memperpanjang program bantuan pangan hingga Desember 2026.
Terkait dugaan peredaran beras premium yang tidak sesuai dengan klaim mutu atau beras oplosan, Rasiwan menegaskan pengawasan terhadap persoalan tersebut bukan menjadi kewenangan Bulog.
“Pengawasannya dari Satgas Pangan. Satgas Pangan yang memiliki kewajiban untuk mengawal hal tersebut,” ujarnya.
Menurut Rasiwan, masyarakat juga tidak dapat dengan mudah memastikan kualitas beras premium hanya berdasarkan tampilan secara visual. Pemeriksaan mutu membutuhkan petugas yang memiliki kemampuan untuk menganalisis kualitas beras.
Ia menyebut Satgas Pangan secara berkala melakukan pengecekan dan pemantauan di pasar maupun toko untuk mengawasi peredaran berbagai komoditas pangan, termasuk beras.
Sementara itu, Bulog Kalbar tetap menjalankan penugasan pemerintah untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga beras melalui program bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta penguatan pasokan beras premium sesuai HET. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini