Pontianak    

Tak Cukup Imbauan, LDII Dorong Aksi Nyata Jaga Lingkungan di Tengah Karhutla

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 23 September 2026
Tak Cukup Imbauan, LDII Dorong Aksi Nyata Jaga Lingkungan di Tengah Karhutla
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mendorong masyarakat ikut menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengatakan, menjaga lingkungan tidak cukup hanya menjadi imbauan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Ngopi Bareng Bang Ketua Umum DPP LDII bersama media, Rabu (23/9). Kegiatan tersebut digelar menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-8 LDII Kalbar Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung Kamis (24/9).

“Kami sebagai civil society dan organisasi kemasyarakatan Islam secara normatif mengimbau, khususnya warga kami, untuk melestarikan dan menjaga lingkungan, menanam pohon, dan lain-lain,” kata Dody.

Ia mengatakan, upaya tersebut sejalan dengan konsep dakwah LDII yang mengedepankan dakwah bilhal atau dakwah melalui tindakan dan keteladanan.

Dody menyebut sejumlah langkah yang dapat dilakukan, seperti memanfaatkan lahan terlantar menjadi lahan produktif, menjaga hutan, melakukan penghijauan kembali, hingga konservasi air.

“Di samping juga menjaga hutan, menghijaukan kembali, konservasi air, dan lain-lain. Itu sangat penting bagi wilayah seperti Kalimantan Barat ini,” ujarnya.

Menurut Dody, edukasi lingkungan juga perlu diberikan kepada generasi muda sejak dini. Salah satunya dengan mengajarkan anak-anak menanam pohon dan tanaman produktif, termasuk tanaman hortikultura yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain upaya secara fisik, LDII juga mendorong ikhtiar spiritual dalam menghadapi karhutla melalui pelaksanaan salat istisqa atau salat meminta hujan.

Dody mengatakan, salat istisqa telah dilakukan di sejumlah daerah sebagai bentuk doa agar Allah SWT menurunkan hujan.

“Ini sudah dilakukan di beberapa daerah untuk meminta rahmat dari Allah SWT agar menurunkan hujan,” katanya.

Ia menegaskan, salat istisqa merupakan bagian dari ikhtiar spiritual yang dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga lingkungan.

“Di samping ikhtiar-ikhtiar fisik, seperti menjaga lingkungan, konservasi air, menanam pohon, dan juga tidak melakukan hal-hal yang merusak hutan, apalagi pembakaran hutan,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Satpol PP Kapuas Hulu Sosialisasi KUHP dan KUHAP Terbaru untuk Perkuat Pemahaman Hukum
Wednesday, 23 September 2026
Artikel Sebelumnya
Dugaan Pungutan 70 Persen Bayangi Kerja Sama Media Pemprov Kalbar
Wednesday, 23 September 2026

Berita terkait