Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 06 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Titik panas yang terpantau di Desa Natai Kuini, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian bersama tim pemadam kebakaran perusahaan, Senin (5/10/2026).
Informasi hotspot tersebut terdeteksi melalui aplikasi Lancang Kuning. Polsek Kendawangan kemudian melakukan pengecekan lapangan atau groundcheck bersama unsur pemadam kebakaran untuk memastikan kondisi di lokasi.
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, setiap informasi mengenai hotspot harus segera diverifikasi agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.
“Setiap adanya informasi hotspot kami instruksikan jajaran untuk segera melakukan pengecekan. Respons cepat sangat penting agar api dapat segera ditangani dan tidak meluas ke areal lainnya,” kata Putra.
Dari hasil pengecekan, petugas menemukan areal yang telah terbakar. Polsek Kendawangan kemudian berkoordinasi dengan Manggala Agni dan perusahaan di sekitar lokasi untuk melakukan pemadaman.
Sebanyak 13 personel Damkar PT BSS, 11 personel Damkar PT BMJ dan satu personel Polsek Kendawangan dikerahkan dalam penanganan tersebut.
Tim didukung sejumlah peralatan, di antaranya delapan unit sepeda motor, satu mobil double cabin, tiga unit jonder, dua mesin robin, 25 gulung selang, empat nozzle, satu unit GPS Android serta enam unit tangki air Damkar.
Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga penyisiran dan pendinginan di sekitar areal yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kembali kebakaran.
Kapolres menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, aparat dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas.
“Kami mengapresiasi sinergi seluruh personel dan pihak perusahaan dalam penanganan karhutla ini. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang rawan terbakar.
Setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai, petugas memastikan api telah padam. Monitoring di sekitar lokasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap munculnya kembali titik api. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Titik panas yang terpantau di Desa Natai Kuini, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian bersama tim pemadam kebakaran perusahaan, Senin (5/10/2026).
Informasi hotspot tersebut terdeteksi melalui aplikasi Lancang Kuning. Polsek Kendawangan kemudian melakukan pengecekan lapangan atau groundcheck bersama unsur pemadam kebakaran untuk memastikan kondisi di lokasi.
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, setiap informasi mengenai hotspot harus segera diverifikasi agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.
“Setiap adanya informasi hotspot kami instruksikan jajaran untuk segera melakukan pengecekan. Respons cepat sangat penting agar api dapat segera ditangani dan tidak meluas ke areal lainnya,” kata Putra.
Dari hasil pengecekan, petugas menemukan areal yang telah terbakar. Polsek Kendawangan kemudian berkoordinasi dengan Manggala Agni dan perusahaan di sekitar lokasi untuk melakukan pemadaman.
Sebanyak 13 personel Damkar PT BSS, 11 personel Damkar PT BMJ dan satu personel Polsek Kendawangan dikerahkan dalam penanganan tersebut.
Tim didukung sejumlah peralatan, di antaranya delapan unit sepeda motor, satu mobil double cabin, tiga unit jonder, dua mesin robin, 25 gulung selang, empat nozzle, satu unit GPS Android serta enam unit tangki air Damkar.
Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga penyisiran dan pendinginan di sekitar areal yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kembali kebakaran.
Kapolres menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, aparat dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas.
“Kami mengapresiasi sinergi seluruh personel dan pihak perusahaan dalam penanganan karhutla ini. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang rawan terbakar.
Setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai, petugas memastikan api telah padam. Monitoring di sekitar lokasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap munculnya kembali titik api. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini