Ketapang    

Hotspot Terdeteksi, Polisi dan Tim Damkar Padamkan Karhutla di Kendawangan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 06 October 2026
Hotspot Terdeteksi, Polisi dan Tim Damkar Padamkan Karhutla di Kendawangan
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Titik panas yang terpantau di Desa Natai Kuini, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian bersama tim pemadam kebakaran perusahaan, Senin (5/10/2026).

Informasi hotspot tersebut terdeteksi melalui aplikasi Lancang Kuning. Polsek Kendawangan kemudian melakukan pengecekan lapangan atau groundcheck bersama unsur pemadam kebakaran untuk memastikan kondisi di lokasi.

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, setiap informasi mengenai hotspot harus segera diverifikasi agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.

“Setiap adanya informasi hotspot kami instruksikan jajaran untuk segera melakukan pengecekan. Respons cepat sangat penting agar api dapat segera ditangani dan tidak meluas ke areal lainnya,” kata Putra.

Dari hasil pengecekan, petugas menemukan areal yang telah terbakar. Polsek Kendawangan kemudian berkoordinasi dengan Manggala Agni dan perusahaan di sekitar lokasi untuk melakukan pemadaman.

Sebanyak 13 personel Damkar PT BSS, 11 personel Damkar PT BMJ dan satu personel Polsek Kendawangan dikerahkan dalam penanganan tersebut.

Tim didukung sejumlah peralatan, di antaranya delapan unit sepeda motor, satu mobil double cabin, tiga unit jonder, dua mesin robin, 25 gulung selang, empat nozzle, satu unit GPS Android serta enam unit tangki air Damkar.

Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga penyisiran dan pendinginan di sekitar areal yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kembali kebakaran.

Kapolres menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, aparat dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas.

“Kami mengapresiasi sinergi seluruh personel dan pihak perusahaan dalam penanganan karhutla ini. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang rawan terbakar.

Setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai, petugas memastikan api telah padam. Monitoring di sekitar lokasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap munculnya kembali titik api. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Pegadaian dan IPEMI Salurkan Air Bersih ke 6 Desa Terdampak Kemarau di Mempawah
Tuesday, 06 October 2026
Artikel Sebelumnya
Bupati Cup II Jadi Ajang Seleksi, Ketapang Bidik Atlet Silat Terbaik
Tuesday, 06 October 2026

Berita terkait