Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 08 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak mulai menata jaringan kabel telekomunikasi yang berada di ruang publik. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan wajah kota yang lebih tertata, aman dan nyaman bagi masyarakat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan keberadaan kabel jaringan yang terjuntai dan menumpuk di sejumlah ruas jalan perlu ditangani secara serius. Selain memengaruhi estetika kota, kondisi tersebut juga berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.
"Kita ingin Pontianak ini semakin tertata. Kabel-kabel jaringan yang selama ini terlihat semrawut akan kita rapikan. Ini menyangkut wajah kota, tetapi juga keamanan dan kenyamanan masyarakat," ujar Edi saat membuka Rapat Penataan, Keteraturan, dan Penertiban Instalasi Jaringan Fiber Optic (FO) dan Kabel Utilitas di Pontive Center, Kamis, 8 Oktober 2026.
Penataan dilakukan berdasarkan pemetaan dan pengamatan kondisi jaringan di sejumlah koridor jalan. Hasil survei menunjukkan masih terdapat kabel yang menumpuk pada satu tiang, gulungan kabel dan sambungan yang menggantung, serta kabel yang melintas dengan ketinggian tidak seragam.
Di sejumlah titik, kabel juga terlihat berada dekat badan jalan, area pejalan kaki, vegetasi hingga saluran air. Kondisi tersebut tidak hanya menambah kepadatan visual koridor, tetapi juga berpotensi mengganggu pemeliharaan ruang publik.
Edi menegaskan penataan tidak dilakukan secara parsial karena dalam satu koridor dapat terdapat berbagai jaringan utilitas, mulai dari fiber optik, listrik hingga perangkat sambungan. Karena itu, penataan dilaksanakan secara terkoordinasi dengan melibatkan operator dan pemangku kepentingan terkait.
"Jangan sampai setelah dirapikan, muncul lagi kabel baru yang tidak tertata. Karena itu harus kita data, kita koordinasikan, kemudian penataannya dilakukan bersama," katanya.
Selain menata jaringan yang sudah ada, Pemkot Pontianak juga menyiapkan konsep penataan utilitas bawah tanah melalui masterplan ducting kota.
Konsep tersebut mengintegrasikan saluran untuk jaringan fiber optik, listrik dan air bersih sehingga pekerjaan utilitas dapat dilakukan lebih terencana. Penataan utilitas bawah tanah juga diharapkan mengurangi tumpang tindih pekerjaan galian sekaligus memudahkan pemeliharaan jaringan.
Dengan konsep tersebut, ruang publik diharapkan tetap rapi sekaligus mampu mengakomodasi kebutuhan infrastruktur kota yang terus berkembang.
"Kita kerjakan bertahap. Yang penting arah penataannya jelas, koordinasinya jalan, dan ke depan utilitas kota kita semakin tertib," ujar Edi.
Penataan jaringan kabel tersebut menjadi salah satu langkah Pemkot Pontianak dalam memperbaiki kualitas ruang publik sekaligus membangun kota yang lebih tertata, aman dan nyaman untuk aktivitas masyarakat. (*)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak mulai menata jaringan kabel telekomunikasi yang berada di ruang publik. Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan wajah kota yang lebih tertata, aman dan nyaman bagi masyarakat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan keberadaan kabel jaringan yang terjuntai dan menumpuk di sejumlah ruas jalan perlu ditangani secara serius. Selain memengaruhi estetika kota, kondisi tersebut juga berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.
"Kita ingin Pontianak ini semakin tertata. Kabel-kabel jaringan yang selama ini terlihat semrawut akan kita rapikan. Ini menyangkut wajah kota, tetapi juga keamanan dan kenyamanan masyarakat," ujar Edi saat membuka Rapat Penataan, Keteraturan, dan Penertiban Instalasi Jaringan Fiber Optic (FO) dan Kabel Utilitas di Pontive Center, Kamis, 8 Oktober 2026.
Penataan dilakukan berdasarkan pemetaan dan pengamatan kondisi jaringan di sejumlah koridor jalan. Hasil survei menunjukkan masih terdapat kabel yang menumpuk pada satu tiang, gulungan kabel dan sambungan yang menggantung, serta kabel yang melintas dengan ketinggian tidak seragam.
Di sejumlah titik, kabel juga terlihat berada dekat badan jalan, area pejalan kaki, vegetasi hingga saluran air. Kondisi tersebut tidak hanya menambah kepadatan visual koridor, tetapi juga berpotensi mengganggu pemeliharaan ruang publik.
Edi menegaskan penataan tidak dilakukan secara parsial karena dalam satu koridor dapat terdapat berbagai jaringan utilitas, mulai dari fiber optik, listrik hingga perangkat sambungan. Karena itu, penataan dilaksanakan secara terkoordinasi dengan melibatkan operator dan pemangku kepentingan terkait.
"Jangan sampai setelah dirapikan, muncul lagi kabel baru yang tidak tertata. Karena itu harus kita data, kita koordinasikan, kemudian penataannya dilakukan bersama," katanya.
Selain menata jaringan yang sudah ada, Pemkot Pontianak juga menyiapkan konsep penataan utilitas bawah tanah melalui masterplan ducting kota.
Konsep tersebut mengintegrasikan saluran untuk jaringan fiber optik, listrik dan air bersih sehingga pekerjaan utilitas dapat dilakukan lebih terencana. Penataan utilitas bawah tanah juga diharapkan mengurangi tumpang tindih pekerjaan galian sekaligus memudahkan pemeliharaan jaringan.
Dengan konsep tersebut, ruang publik diharapkan tetap rapi sekaligus mampu mengakomodasi kebutuhan infrastruktur kota yang terus berkembang.
"Kita kerjakan bertahap. Yang penting arah penataannya jelas, koordinasinya jalan, dan ke depan utilitas kota kita semakin tertib," ujar Edi.
Penataan jaringan kabel tersebut menjadi salah satu langkah Pemkot Pontianak dalam memperbaiki kualitas ruang publik sekaligus membangun kota yang lebih tertata, aman dan nyaman untuk aktivitas masyarakat. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini