Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 21 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Gerakan Pembaharu (GAHARU) Pontianak mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah kota, masyarakat sipil, dan warga untuk mewujudkan Kampung Yuka, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, sebagai kawasan yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut menjadi salah satu agenda pertemuan antara Ashoka Indonesia, Center for Innovation Policy and Governance (CIPG), JustSystems, Wali Kota Pontianak, organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pemangku kepentingan di Pontive Center Pontianak, Kamis (22/10/2026).
Koordinator GAHARU Pontianak, Octavia Shinta Aryani, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari program SAMA-SAMA yang diinisiasi Ashoka Indonesia dan CIPG, dengan dukungan JustSystems dan Ford Foundation.
“Kita ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam mendorong kebijakan serta pembangunan berkelanjutan melalui pertukaran perspektif dan pembelajaran bersama,” kata Shinta dalam siaran pers, Rabu (21/10/2026).
GAHARU bersama dua kohort organisasi masyarakat sipil (CSO) di Pontianak mengembangkan inisiatif kolaboratif di Kampung Yuka. Program ini mengintegrasikan pengelolaan lingkungan hidup, promosi kesehatan, informasi dan komunikasi, serta pengembangan ekonomi kreatif untuk memperkuat kapasitas masyarakat.
Melalui pertemuan tersebut, para pihak akan membahas perkembangan inisiatif Kampung Yuka, mengidentifikasi tantangan pelaksanaan program, serta merumuskan peluang kolaborasi dan dukungan yang dibutuhkan agar kegiatan dapat berkelanjutan.
Sejumlah OPD Pemerintah Kota Pontianak turut dilibatkan, di antaranya Bapperida, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata. Camat Pontianak Barat dan Lurah Sungai Beliung juga dijadwalkan mengikuti pertemuan tersebut.
Selain unsur pemerintah, kegiatan ini melibatkan perguruan tinggi, lembaga sosial, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas. Sejumlah peserta yang terlibat antara lain Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah Pontianak, LAZISMU Kalimantan Barat, Eco Bhinneka Muhammadiyah, PPSW Borneo, PEGAS PEKKA, Yayasan Kolase, Akademi Ide Kalimantan, Akademi Anak Desa, Pena Borneo, dan Yayasan Webe.
Sebelumnya, tim Ashoka Indonesia dan CIPG juga dijadwalkan bertemu dengan perwakilan warga Kampung Yuka pada Rabu (21/10/2026) malam. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk mendengar langsung pengalaman warga berkolaborasi dengan GAHARU dalam mewujudkan Kampung Yuka yang sehat, bersih, maju, dan sejahtera.
Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan membuka ruang untuk menyelaraskan program, berbagi pengalaman, dan memperkuat dukungan lintas sektor terhadap inisiatif warga.
GAHARU merupakan gerakan kolaboratif yang mendorong perubahan sosial dan ekologis berbasis masyarakat. Melalui pengembangan Kampung Yuka, gerakan ini berupaya menciptakan ruang bagi warga untuk belajar, berinovasi, memperkuat kepedulian sosial dan lingkungan, serta membangun aksi kolektif.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil dinilai penting agar inisiatif warga tidak berhenti sebagai kegiatan jangka pendek. Dukungan kebijakan, koordinasi antarlembaga, dan keterlibatan aktif masyarakat diperlukan untuk memperluas dampak program sekaligus menjaga keberlangsungannya.
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat merumuskan langkah konkret untuk memperkuat inisiatif Kampung Yuka dan menjadikannya ruang pembelajaran bersama bagi pembangunan sosial dan ekologis yang berkelanjutan. (*)
KALBARONLINE.com – Gerakan Pembaharu (GAHARU) Pontianak mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah kota, masyarakat sipil, dan warga untuk mewujudkan Kampung Yuka, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, sebagai kawasan yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut menjadi salah satu agenda pertemuan antara Ashoka Indonesia, Center for Innovation Policy and Governance (CIPG), JustSystems, Wali Kota Pontianak, organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pemangku kepentingan di Pontive Center Pontianak, Kamis (22/10/2026).
Koordinator GAHARU Pontianak, Octavia Shinta Aryani, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari program SAMA-SAMA yang diinisiasi Ashoka Indonesia dan CIPG, dengan dukungan JustSystems dan Ford Foundation.
“Kita ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam mendorong kebijakan serta pembangunan berkelanjutan melalui pertukaran perspektif dan pembelajaran bersama,” kata Shinta dalam siaran pers, Rabu (21/10/2026).
GAHARU bersama dua kohort organisasi masyarakat sipil (CSO) di Pontianak mengembangkan inisiatif kolaboratif di Kampung Yuka. Program ini mengintegrasikan pengelolaan lingkungan hidup, promosi kesehatan, informasi dan komunikasi, serta pengembangan ekonomi kreatif untuk memperkuat kapasitas masyarakat.
Melalui pertemuan tersebut, para pihak akan membahas perkembangan inisiatif Kampung Yuka, mengidentifikasi tantangan pelaksanaan program, serta merumuskan peluang kolaborasi dan dukungan yang dibutuhkan agar kegiatan dapat berkelanjutan.
Sejumlah OPD Pemerintah Kota Pontianak turut dilibatkan, di antaranya Bapperida, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata. Camat Pontianak Barat dan Lurah Sungai Beliung juga dijadwalkan mengikuti pertemuan tersebut.
Selain unsur pemerintah, kegiatan ini melibatkan perguruan tinggi, lembaga sosial, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas. Sejumlah peserta yang terlibat antara lain Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah Pontianak, LAZISMU Kalimantan Barat, Eco Bhinneka Muhammadiyah, PPSW Borneo, PEGAS PEKKA, Yayasan Kolase, Akademi Ide Kalimantan, Akademi Anak Desa, Pena Borneo, dan Yayasan Webe.
Sebelumnya, tim Ashoka Indonesia dan CIPG juga dijadwalkan bertemu dengan perwakilan warga Kampung Yuka pada Rabu (21/10/2026) malam. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk mendengar langsung pengalaman warga berkolaborasi dengan GAHARU dalam mewujudkan Kampung Yuka yang sehat, bersih, maju, dan sejahtera.
Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan membuka ruang untuk menyelaraskan program, berbagi pengalaman, dan memperkuat dukungan lintas sektor terhadap inisiatif warga.
GAHARU merupakan gerakan kolaboratif yang mendorong perubahan sosial dan ekologis berbasis masyarakat. Melalui pengembangan Kampung Yuka, gerakan ini berupaya menciptakan ruang bagi warga untuk belajar, berinovasi, memperkuat kepedulian sosial dan lingkungan, serta membangun aksi kolektif.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil dinilai penting agar inisiatif warga tidak berhenti sebagai kegiatan jangka pendek. Dukungan kebijakan, koordinasi antarlembaga, dan keterlibatan aktif masyarakat diperlukan untuk memperluas dampak program sekaligus menjaga keberlangsungannya.
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat merumuskan langkah konkret untuk memperkuat inisiatif Kampung Yuka dan menjadikannya ruang pembelajaran bersama bagi pembangunan sosial dan ekologis yang berkelanjutan. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini