Pontianak    

MBG Dorong Kenaikan Harga Telur dan Ayam, BPS Kalbar Minta Antisipasi

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Kamis, 08 Januari 2026
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar


KALBARONLINE.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpengaruh terhadap pergerakan inflasi daerah, terutama pada komoditas kebutuhan pokok yang menjadi menu utama program tersebut.

Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, menjelaskan bahwa bahan pangan dalam program MBG selama ini merupakan komponen penting pembentuk inflasi, salah satunya telur ayam ras.

“Kalau terkait inflasi tentu sangat berpengaruh. Karena menu-menunya adalah kebutuhan pokok. Utamanya yang kemarin kita soroti di lapangan itu terkait telur ayam ras,” ungkap Saichudin usai rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Kalbar, Senin (05/01/2026).

Ia menyebut, hingga Desember 2025 harga telur ayam ras masih menunjukkan tren kenaikan. Selain telur, daging ayam ras juga menjadi komoditas yang terdampak.

“Telur ayam ras sekarang masih tergolong meningkat harganya di bulan Desember. Kemudian juga daging ayam ras,” ujarnya.

Karena itu, Saichudin meminta pemerintah melakukan langkah antisipasi. Apalagi ke depan Kalimantan Barat diproyeksikan melibatkan sekitar 500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG, yang tentu membutuhkan pasokan bahan pangan lebih besar.

“Sekarang kan baru sekitar 200, kemarin kami survei itu sekitar 230-an SPPG. Kalau menu telur itu dua kali seminggu, berarti harus ada pemasok-pemasok yang siap,” jelasnya.

Saichudin menambahkan, pemerintah pusat juga telah menyiapkan berbagai langkah pendukung, termasuk bantuan dan dukungan bagi peternak ayam guna menjaga ketersediaan pasokan.

“Kalau saya dengar dari pemberitaan di televisi, pemerintah juga menyiapkan bantuan terkait pengadaan atau dukungan untuk peternak ayam,” katanya.

Terkait dampak terhadap inflasi, Saichudin memaparkan telur ayam ras memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen secara tahunan. Sementara daging ayam ras tercatat dalam kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau.

“Untuk yang kami rilis, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 0,36 persen dengan andil 0,13 persen. Komoditas penyumbangnya antara lain cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Tinjau Proyek Disdik, Wabup Kayong Utara Tegaskan Sanksi Denda bagi Pekerjaan Molor
Rabu, 07 Januari 2026
Artikel Sebelumnya
Wagub Krisantus Targetkan Kalbar Mandiri Produksi Padi untuk Kebutuhan Masyarakat
Rabu, 07 Januari 2026

Berita terkait