Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 08 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan komitmennya bersama Gubernur Ria Norsan untuk mendorong Kalbar mandiri dalam produksi padi. Targetnya, kebutuhan beras masyarakat dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri tanpa bergantung pasokan dari luar.
Pernyataan itu disampaikan Krisantus saat menghadiri panen padi di Kabupaten Mempawah, Kecamatan Anjungan, Kelurahan Anjungan Melancar, Rabu (07/01/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen serentak nasional yang juga dilaksanakan Presiden Republik Indonesia di Provinsi Jawa Barat.
Krisantus menilai Kabupaten Mempawah memiliki potensi pertanian yang besar, terutama dari ketersediaan lahan persawahan yang luas. Potensi ini, menurutnya, menjadi modal penting untuk mewujudkan swasembada pangan di Kalimantan Barat.
“Tadi saya sempat berdialog dengan Ibu Bupati, dan memang Kabupaten Mempawah ini memiliki lahan sawah yang cukup luas. Ini menjadi modal penting bagi kita untuk mewujudkan swasembada pangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, target pemerintah provinsi adalah memastikan Kalimantan Barat mampu memproduksi padi secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan daerah.
“Artinya kita mampu memproduksi padi secara mandiri untuk kebutuhan Kalimantan Barat. Ini menjadi target bersama pemerintah provinsi,” tambahnya.
Krisantus juga menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang telah menetapkan harga gabah petani. Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dinilai memberi kepastian ekonomi bagi petani sekaligus mendorong sektor pertanian sebagai mata pencaharian yang layak dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, sekarang harga gabah sudah ditentukan oleh pemerintah. Dengan kondisi seperti ini, sawah bisa menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Apalagi jika bisa panen hingga empat kali dalam setahun, tentu ini sangat bernilai secara ekonomi,” jelasnya.
Mantan anggota DPR RI itu turut mengimbau pemerintah kabupaten dan kota agar terus memperkuat sektor pertanian, mulai dari peningkatan produksi hingga kesejahteraan petani, sebagai langkah menuju Kalimantan Barat yang mandiri dan berdaulat secara pangan.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus menggenjot program swasembada pangan melalui berbagai upaya, seperti Optimalisasi Lahan (Oplah), Gerakan Tanam Padi Serentak, serta dukungan infrastruktur pengairan oleh BWS Kalimantan I, dengan target surplus beras dan penguatan lahan siap tanam. (Lid)
KALBARONLINE.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan komitmennya bersama Gubernur Ria Norsan untuk mendorong Kalbar mandiri dalam produksi padi. Targetnya, kebutuhan beras masyarakat dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri tanpa bergantung pasokan dari luar.
Pernyataan itu disampaikan Krisantus saat menghadiri panen padi di Kabupaten Mempawah, Kecamatan Anjungan, Kelurahan Anjungan Melancar, Rabu (07/01/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen serentak nasional yang juga dilaksanakan Presiden Republik Indonesia di Provinsi Jawa Barat.
Krisantus menilai Kabupaten Mempawah memiliki potensi pertanian yang besar, terutama dari ketersediaan lahan persawahan yang luas. Potensi ini, menurutnya, menjadi modal penting untuk mewujudkan swasembada pangan di Kalimantan Barat.
“Tadi saya sempat berdialog dengan Ibu Bupati, dan memang Kabupaten Mempawah ini memiliki lahan sawah yang cukup luas. Ini menjadi modal penting bagi kita untuk mewujudkan swasembada pangan,” ujarnya.
Ia menegaskan, target pemerintah provinsi adalah memastikan Kalimantan Barat mampu memproduksi padi secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan daerah.
“Artinya kita mampu memproduksi padi secara mandiri untuk kebutuhan Kalimantan Barat. Ini menjadi target bersama pemerintah provinsi,” tambahnya.
Krisantus juga menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang telah menetapkan harga gabah petani. Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dinilai memberi kepastian ekonomi bagi petani sekaligus mendorong sektor pertanian sebagai mata pencaharian yang layak dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, sekarang harga gabah sudah ditentukan oleh pemerintah. Dengan kondisi seperti ini, sawah bisa menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Apalagi jika bisa panen hingga empat kali dalam setahun, tentu ini sangat bernilai secara ekonomi,” jelasnya.
Mantan anggota DPR RI itu turut mengimbau pemerintah kabupaten dan kota agar terus memperkuat sektor pertanian, mulai dari peningkatan produksi hingga kesejahteraan petani, sebagai langkah menuju Kalimantan Barat yang mandiri dan berdaulat secara pangan.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus menggenjot program swasembada pangan melalui berbagai upaya, seperti Optimalisasi Lahan (Oplah), Gerakan Tanam Padi Serentak, serta dukungan infrastruktur pengairan oleh BWS Kalimantan I, dengan target surplus beras dan penguatan lahan siap tanam. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini