Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 21 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Kepergian Ahmad Hasyim Hadrawi pada Selasa (20/1/2026) meninggalkan duka mendalam bagi Pemerintah Kota Pontianak dan keluarga besar Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat. Almarhum bukan sekadar aparatur sipil negara, tetapi sosok pengabdi yang sepanjang hidupnya bergelut dengan kemanusiaan, keberagaman, dan ikhtiar menjaga harmoni di tengah kemajemukan Kota Pontianak.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, dalam sambutan pelepasan jenazah menyampaikan bahwa mendiang dikenal sebagai ASN yang berdedikasi, bertanggung jawab, dan memiliki loyalitas tinggi dalam menjalankan amanah pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
“Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi jajaran ASN dan seluruh pihak yang pernah bekerja sama,” ujarnya di hadapan para pelayat, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, Ahmad Hasyim Hadrawi adalah sosok teladan dalam bekerja. Integritas dan komitmennya terhadap tugas memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Pontianak, tidak hanya dalam struktur pemerintahan, tetapi juga melalui berbagai aktivitas sosial dan keagamaan yang mempererat relasi antarwarga.
“Di tengah kesedihan ini, kita diingatkan pada nilai pengabdian, persatuan, dan saling menghormati yang selalu beliau tekankan. Almarhum menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Semangat itu yang harus kita teruskan,” pesannya.
Sejak dipercaya menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pontianak pada Oktober 2022, Hasyim Hadrawi berada di garis depan pengelolaan relasi sosial dan politik. Kesbangpol menjadi simpul berbagai kepentingan—ormas, tokoh agama, dinamika politik, isu kebangsaan, hingga upaya pencegahan radikalisme.
Peran tersebut dijalankannya dengan pendekatan dialog dan empati. Bagi almarhum, stabilitas kota tidak cukup dibangun melalui ketegasan administratif, tetapi melalui kepercayaan dan kemampuan memahami manusia di balik setiap persoalan.
Ahmad Hasyim Hadrawi lahir di Yogyakarta pada 15 Juni 1968. Ia memulai pengabdian sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil pada 1 Maret 1998 dan diangkat menjadi PNS pada 1 November 1999. Karier birokrasi ditempuhnya secara bertahap dan konsisten.
Sejumlah jabatan strategis pernah diemban, antara lain Kepala Bidang Pemuda, Kepala Bidang Industri, hingga Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata. Puncak kariernya ditandai dengan amanah sebagai Kepala Kesbangpol Kota Pontianak.
Dalam setiap jabatan, ia dikenal disiplin, teliti, dan bertanggung jawab. Etos kerja itu tercermin dari penilaian kinerja yang konsisten, serta penganugerahan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun pada 2012 sebagai bentuk pengakuan atas kesetiaan dan pengabdiannya kepada negara.
Pengabdian Hasyim Hadrawi juga tak terpisahkan dari latar organisasi. Ia berproses di lingkungan NU sejak IPNU, PMII, hingga Gerakan Pemuda Ansor. Di luar NU, almarhum pernah berkhidmat di DPP KNPI, memperluas jejaring lintas organisasi.
Perpaduan pengalaman birokrasi dan organisasi menjadikannya figur yang luwes, komunikatif, dan dipercaya sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam isu-isu sensitif kebangsaan dan kerukunan.
Wakil Wali Kota Pontianak menutup sambutannya dengan penghormatan atas jasa almarhum, sekaligus permohonan maaf apabila semasa hidup terdapat khilaf dalam pergaulan maupun pelaksanaan tugas.
Kini, Ahmad Hasyim Hadrawi telah berpulang. Namun jejak pengabdiannya tetap tertinggal—di meja-meja birokrasi, forum dialog lintas organisasi, dan ikhtiar sunyi menjaga kohesi sosial Kota Pontianak. Ia telah menunaikan khidmatnya. Dedikasinya akan terus dikenang. (Red)
KALBARONLINE.com – Kepergian Ahmad Hasyim Hadrawi pada Selasa (20/1/2026) meninggalkan duka mendalam bagi Pemerintah Kota Pontianak dan keluarga besar Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat. Almarhum bukan sekadar aparatur sipil negara, tetapi sosok pengabdi yang sepanjang hidupnya bergelut dengan kemanusiaan, keberagaman, dan ikhtiar menjaga harmoni di tengah kemajemukan Kota Pontianak.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, dalam sambutan pelepasan jenazah menyampaikan bahwa mendiang dikenal sebagai ASN yang berdedikasi, bertanggung jawab, dan memiliki loyalitas tinggi dalam menjalankan amanah pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
“Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi jajaran ASN dan seluruh pihak yang pernah bekerja sama,” ujarnya di hadapan para pelayat, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, Ahmad Hasyim Hadrawi adalah sosok teladan dalam bekerja. Integritas dan komitmennya terhadap tugas memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Pontianak, tidak hanya dalam struktur pemerintahan, tetapi juga melalui berbagai aktivitas sosial dan keagamaan yang mempererat relasi antarwarga.
“Di tengah kesedihan ini, kita diingatkan pada nilai pengabdian, persatuan, dan saling menghormati yang selalu beliau tekankan. Almarhum menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Semangat itu yang harus kita teruskan,” pesannya.
Sejak dipercaya menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pontianak pada Oktober 2022, Hasyim Hadrawi berada di garis depan pengelolaan relasi sosial dan politik. Kesbangpol menjadi simpul berbagai kepentingan—ormas, tokoh agama, dinamika politik, isu kebangsaan, hingga upaya pencegahan radikalisme.
Peran tersebut dijalankannya dengan pendekatan dialog dan empati. Bagi almarhum, stabilitas kota tidak cukup dibangun melalui ketegasan administratif, tetapi melalui kepercayaan dan kemampuan memahami manusia di balik setiap persoalan.
Ahmad Hasyim Hadrawi lahir di Yogyakarta pada 15 Juni 1968. Ia memulai pengabdian sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil pada 1 Maret 1998 dan diangkat menjadi PNS pada 1 November 1999. Karier birokrasi ditempuhnya secara bertahap dan konsisten.
Sejumlah jabatan strategis pernah diemban, antara lain Kepala Bidang Pemuda, Kepala Bidang Industri, hingga Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata. Puncak kariernya ditandai dengan amanah sebagai Kepala Kesbangpol Kota Pontianak.
Dalam setiap jabatan, ia dikenal disiplin, teliti, dan bertanggung jawab. Etos kerja itu tercermin dari penilaian kinerja yang konsisten, serta penganugerahan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun pada 2012 sebagai bentuk pengakuan atas kesetiaan dan pengabdiannya kepada negara.
Pengabdian Hasyim Hadrawi juga tak terpisahkan dari latar organisasi. Ia berproses di lingkungan NU sejak IPNU, PMII, hingga Gerakan Pemuda Ansor. Di luar NU, almarhum pernah berkhidmat di DPP KNPI, memperluas jejaring lintas organisasi.
Perpaduan pengalaman birokrasi dan organisasi menjadikannya figur yang luwes, komunikatif, dan dipercaya sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam isu-isu sensitif kebangsaan dan kerukunan.
Wakil Wali Kota Pontianak menutup sambutannya dengan penghormatan atas jasa almarhum, sekaligus permohonan maaf apabila semasa hidup terdapat khilaf dalam pergaulan maupun pelaksanaan tugas.
Kini, Ahmad Hasyim Hadrawi telah berpulang. Namun jejak pengabdiannya tetap tertinggal—di meja-meja birokrasi, forum dialog lintas organisasi, dan ikhtiar sunyi menjaga kohesi sosial Kota Pontianak. Ia telah menunaikan khidmatnya. Dedikasinya akan terus dikenang. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini