Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 06 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Jumlah korban dugaan keracunan makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi dapur Yayasan Surya Gizi Lestari di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, kembali mengalami peningkatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Feria Kowira, menyampaikan, bahwa hingga Kamis 6 Februari 2026 pukul 15.00 WIB, total korban tercatat sudah mencapai 370 orang.
“Jumlah korban bertambah, saat ini totalnya 370 orang. Dari jumlah tersebut, masih ada sekitar 50 orang yang menjalani perawatan medis di Puskesmas Kecamatan Marau,” ujar Feria.
Ia menjelaskan, sebagian besar korban mengalami gejala ringan hingga sedang dan telah mendapatkan penanganan medis. Namun demikian, terdapat dua orang korban yang harus dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang karena kondisinya memerlukan perawatan lanjutan dan tidak dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat puskesmas.
“Dua orang dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam untuk penanganan lebih lanjut, sementara korban lainnya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik dan telah dibekali obat-obatan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Ketapang, lanjut Feria, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian ini, khususnya para dokter dan tenaga kesehatan yang telah bekerja maksimal sejak awal kejadian.
“Pemda mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga medis dan pihak terkait yang telah bergerak cepat dan bekerja maksimal dalam menangani para korban,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi korban serta menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Jumlah korban dugaan keracunan makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi dapur Yayasan Surya Gizi Lestari di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, kembali mengalami peningkatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Feria Kowira, menyampaikan, bahwa hingga Kamis 6 Februari 2026 pukul 15.00 WIB, total korban tercatat sudah mencapai 370 orang.
“Jumlah korban bertambah, saat ini totalnya 370 orang. Dari jumlah tersebut, masih ada sekitar 50 orang yang menjalani perawatan medis di Puskesmas Kecamatan Marau,” ujar Feria.
Ia menjelaskan, sebagian besar korban mengalami gejala ringan hingga sedang dan telah mendapatkan penanganan medis. Namun demikian, terdapat dua orang korban yang harus dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang karena kondisinya memerlukan perawatan lanjutan dan tidak dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat puskesmas.
“Dua orang dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam untuk penanganan lebih lanjut, sementara korban lainnya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik dan telah dibekali obat-obatan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Ketapang, lanjut Feria, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian ini, khususnya para dokter dan tenaga kesehatan yang telah bekerja maksimal sejak awal kejadian.
“Pemda mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga medis dan pihak terkait yang telah bergerak cepat dan bekerja maksimal dalam menangani para korban,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi korban serta menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini