Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 09 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Mahasiswa asal Kabupaten Mempawah menyoroti keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing yang dinilai belum memberikan dampak maksimal bagi masyarakat sekitar. Terutama lapangan pekerjaan yang dinilai minim untuk bagi warga setempat khususnya di Desa Sungai Kunyit.
Hal itu disampikan oleh Muhammad Iqbal, mahasiswa asal Kabupaten Mempawah sekaligus Ketua BEM Politeknik Negeri Pontianak (Polnep). Ia mengatakan, bahwa saat ini yang paling menjadi sorotan adalah kurangnya lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar, terutama masyarakat Desa Sungai Kunyit.
"Sebetulnya saya warga Desa Sungai Kunyit Laut, jadi dekat nih dan berkaitan dengan Pelabuhan Kijing, kalau bicara tentang pelabuhan ini, perlu adanya lapangan perkerjaan untuk masyarakat disana khusunya mahasiswa," ujarnya pada Senin (09/03/2026)
Menurutnya, legislatif sekaligus semua stakeholder memiliki peran penting dalam hal ini, sehingga perlu adanya tindaklanjut untuk mencari akar permasalahan tersebut.
"Di sini kita memerlukan peran eksekutif, legislatif hingga para stakeholder untuk menyelesaikan permasalahan ini," katanya.
Selain Iqbal, Rico Muhardi selaku Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Mempawah yang juga mahasiswa Fisip Universitas Tanjungpura (Untan) juga mengatakan bahwa pembangunan proyek strategis nasional seperti Pelabuhan Kijing haruslah memperhatikan inisiasi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar.
"Kami sebagai mahasiswa tidak anti terhadap pembangunan, tapi kita perlu tahu pembangunan tersebut haruslah memiliki inisiatif untuk mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar," tambahnya.
Selain itu ia juga menyinggung mengenai pengelolaan limbah, polusi udara hingga csr yang belum tepat sasaran.
"Ini menjadi salah satu kajian kami terhadap isu yang beredar bahwasannya perusahaan yang hari ini menjadi salah satu bentuk untuk pertumbuhan ekonomi kepada rakyat harus berpihak kepada rakyat dan juga berimbang," pungkasnya.
Menurutnya, peran pemuda saat ini juga sangat penting untuk terus mengkaji dan terlibat dalam pembangunan yang terus berjalan.
"Perlu adanya keterlibatan kita selaku pemuda terhadap pembangunan ini, karena dengan kita melibatkan diri kita mempunyai rasa untuk terus membangun yang lebih baik untuk daerah kita," jelasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Mahasiswa asal Kabupaten Mempawah menyoroti keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing yang dinilai belum memberikan dampak maksimal bagi masyarakat sekitar. Terutama lapangan pekerjaan yang dinilai minim untuk bagi warga setempat khususnya di Desa Sungai Kunyit.
Hal itu disampikan oleh Muhammad Iqbal, mahasiswa asal Kabupaten Mempawah sekaligus Ketua BEM Politeknik Negeri Pontianak (Polnep). Ia mengatakan, bahwa saat ini yang paling menjadi sorotan adalah kurangnya lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar, terutama masyarakat Desa Sungai Kunyit.
"Sebetulnya saya warga Desa Sungai Kunyit Laut, jadi dekat nih dan berkaitan dengan Pelabuhan Kijing, kalau bicara tentang pelabuhan ini, perlu adanya lapangan perkerjaan untuk masyarakat disana khusunya mahasiswa," ujarnya pada Senin (09/03/2026)
Menurutnya, legislatif sekaligus semua stakeholder memiliki peran penting dalam hal ini, sehingga perlu adanya tindaklanjut untuk mencari akar permasalahan tersebut.
"Di sini kita memerlukan peran eksekutif, legislatif hingga para stakeholder untuk menyelesaikan permasalahan ini," katanya.
Selain Iqbal, Rico Muhardi selaku Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Mempawah yang juga mahasiswa Fisip Universitas Tanjungpura (Untan) juga mengatakan bahwa pembangunan proyek strategis nasional seperti Pelabuhan Kijing haruslah memperhatikan inisiasi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar.
"Kami sebagai mahasiswa tidak anti terhadap pembangunan, tapi kita perlu tahu pembangunan tersebut haruslah memiliki inisiatif untuk mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar," tambahnya.
Selain itu ia juga menyinggung mengenai pengelolaan limbah, polusi udara hingga csr yang belum tepat sasaran.
"Ini menjadi salah satu kajian kami terhadap isu yang beredar bahwasannya perusahaan yang hari ini menjadi salah satu bentuk untuk pertumbuhan ekonomi kepada rakyat harus berpihak kepada rakyat dan juga berimbang," pungkasnya.
Menurutnya, peran pemuda saat ini juga sangat penting untuk terus mengkaji dan terlibat dalam pembangunan yang terus berjalan.
"Perlu adanya keterlibatan kita selaku pemuda terhadap pembangunan ini, karena dengan kita melibatkan diri kita mempunyai rasa untuk terus membangun yang lebih baik untuk daerah kita," jelasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini