Pontianak    

Rusdalita Ajak Generasi Muda Pahami HAM dan Tolak Perundungan di Era Digital

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 02 July 2026
Rusdalita Ajak Generasi Muda Pahami HAM dan Tolak Perundungan di Era Digital
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan SDM Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Rusdalita membuka Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Sumber Daya Manusia Kota Pontianak, Rusdalita, mengajak generasi muda untuk memahami hak asasi manusia (HAM) sekaligus menghormati hak orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kesadaran terhadap HAM menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang adil, damai, humanis, dan berkeadilan.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) di Ruang Rapat Wali Kota Pontianak, Kamis (2/7/2026).

Rusdalita menjelaskan, HAM merupakan hak dasar yang melekat pada setiap individu sejak lahir. Karena itu, hak tersebut wajib dihormati, dilindungi, dan dipenuhi oleh semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

"Dalam konteks pembangunan daerah, penghormatan terhadap HAM menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kehidupan yang adil, damai, dan beradab," ujarnya.

Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap HAM masih perlu terus diperkuat melalui edukasi dan sosialisasi. Oleh sebab itu, nilai-nilai HAM harus dikenalkan kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, lembaga pendidikan, komunitas, hingga para pemangku kepentingan.

Rusdalita menerangkan, RANHAM saat ini diperkuat melalui sembilan pilar utama, yakni hak sipil dan politik, hak ekonomi, sosial, dan budaya, antipenyiksaan, antidiskriminasi, hak anak, hak penyandang disabilitas, hak perempuan, hak migran, serta hak pemerintahan dan pelayanan umum.

"Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, implementasi RANHAM menjadi instrumen strategis untuk memastikan setiap kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan senantiasa berperspektif pada penghormatan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial," jelasnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen mewujudkan kota yang inklusif, berkeadilan, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi dengan instansi terkait, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan agar nilai-nilai HAM dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.

Rusdalita menilai tema sosialisasi RANHAM sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, setiap warga negara perlu memahami haknya agar memperoleh perlindungan, pelayanan, dan kesempatan yang setara. Namun, pemahaman terhadap hak juga harus diiringi dengan kesadaran menghormati hak orang lain.

"Kehidupan yang damai, adil, dan harmonis hanya dapat terwujud apabila kita saling menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi martabat setiap manusia," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda menghadapi berbagai tantangan di era digital, mulai dari intoleransi, radikalisme, diskriminasi, kekerasan, perundungan, hingga penyalahgunaan media sosial yang berpotensi memicu pelanggaran HAM.

Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya memahami HAM secara teori, tetapi juga harus mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti peduli terhadap sesama, berani menyuarakan kebenaran, menolak perundungan, bijak menggunakan media sosial, menjaga etika berdiskusi, dan menghargai perbedaan.

"Kesadaran HAM harus hadir dalam perilaku sehari-hari. Kepedulian terhadap sesama, keberanian menyuarakan kebenaran, menolak perundungan, dan bijak bermedia sosial adalah bagian dari fondasi penegakan nilai kemanusiaan," ungkapnya.

Rusdalita menambahkan, penegakan HAM bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, dan generasi muda menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang bermartabat.

Ia berharap sosialisasi RANHAM tersebut mampu meningkatkan pemahaman peserta sekaligus mendorong tumbuhnya budaya dialog, saling menghormati, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

"Semoga kegiatan ini memberi manfaat besar dan menjadi inspirasi bagi kita semua dalam mewujudkan Kota Pontianak yang lebih humanis, inklusif, dan berkeadilan," pungkasnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Edi Kamtono Suarakan Aspirasi Kota-Kota Kalimantan di APEKSI 2026, Soroti Fiskal hingga Dampak IKN
Thursday, 02 July 2026
Artikel Sebelumnya
Dinkes Pontianak Luncurkan Mobile CKG, Warga Bisa Cek Kesehatan Gratis di Berbagai Lokasi
Thursday, 02 July 2026

Berita terkait