Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 07 July 2026 |
KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. PLN menargetkan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat kembali normal pada 11 Juli 2026.
General Manager PLN UID Kalbar, Maria G. I. Gunawan, mengatakan seluruh upaya saat ini difokuskan untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan agar pasokan listrik kembali stabil.
"Kami sudah menyampaikan permohonan maaf atas apa yang terjadi. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kalimantan Barat agar proses recovery kelistrikan ini berjalan lancar dan sistem segera pulih seperti sediakala," ujar Maria usai menghadiri pertemuan dengan sejumlah tokoh adat dan masyarakat di Pontianak.
Dalam kesempatan tersebut, Maria juga memastikan PLN menargetkan proses pemulihan sistem kelistrikan secara penuh selesai pada 11 Juli mendatang.
Pernyataan itu mendapat respons dari sejumlah tokoh adat yang hadir. Wakil Ketua I Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak, Alex Sandra Djaoeng, berharap PLN benar-benar melakukan pembenahan menyeluruh setelah blackout yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurutnya, selain mempercepat pemulihan, PLN juga perlu memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman.
"Ini satu-satunya BUMN yang menyediakan tenaga listrik kepada masyarakat. Kami berharap ada kompensasi, misalnya berupa voucher atau bentuk bantuan lainnya bagi pelanggan yang terdampak," katanya.
Alex juga menyoroti minimnya informasi resmi selama pemadaman berlangsung. Ia menilai banyaknya jadwal pemadaman yang beredar di media sosial justru membingungkan masyarakat.
"Ke depan informasi pemadaman harus disampaikan langsung oleh manajemen atau Humas PLN. Jangan sampai masyarakat menerima informasi yang simpang siur sehingga tidak siap saat listrik tiba-tiba padam," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Pontianak, Hendry Pangestu Lim. Ia berharap target pemulihan yang disampaikan PLN benar-benar terealisasi pada 11 Juli.
"Tadi Bu GM menyampaikan tanggal 11 Juli akan normal kembali. Mudah-mudahan jangan meleset. Kalau meleset, kami siap mengajak masyarakat datang dan menginap di kantor PLN," katanya.
Selain itu, Hendry kembali mengingatkan agar PLN memenuhi kewajibannya memberikan kompensasi kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku apabila terjadi pemadaman dalam durasi tertentu.
Ia juga mengungkapkan kerugian yang dialaminya akibat blackout. Sebanyak sembilan ekor ikan arwana miliknya mati dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp90 juta. Tak hanya itu, keluarganya yang memiliki bayi berusia tiga hari terpaksa mengungsi ke hotel selama dua malam karena listrik padam.
Pihaknya pun tengah menyiapkan langkah hukum untuk mengajukan tuntutan ganti rugi kepada PLN.
"Belum lagi keluarga kami yang memiliki bayi berusia tiga hari terpaksa mengungsi ke hotel selama dua malam karena kondisi listrik padam. Masyarakat benar-benar merasakan dampaknya," ungkap Hendry.
Pertemuan tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat kepada PLN sekaligus memastikan proses pemulihan gangguan kelistrikan berjalan sesuai target, sehingga pasokan listrik di Kalimantan Barat dapat kembali normal pada 11 Juli mendatang. (Lid)
KALBARONLINE.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. PLN menargetkan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat kembali normal pada 11 Juli 2026.
General Manager PLN UID Kalbar, Maria G. I. Gunawan, mengatakan seluruh upaya saat ini difokuskan untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan agar pasokan listrik kembali stabil.
"Kami sudah menyampaikan permohonan maaf atas apa yang terjadi. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kalimantan Barat agar proses recovery kelistrikan ini berjalan lancar dan sistem segera pulih seperti sediakala," ujar Maria usai menghadiri pertemuan dengan sejumlah tokoh adat dan masyarakat di Pontianak.
Dalam kesempatan tersebut, Maria juga memastikan PLN menargetkan proses pemulihan sistem kelistrikan secara penuh selesai pada 11 Juli mendatang.
Pernyataan itu mendapat respons dari sejumlah tokoh adat yang hadir. Wakil Ketua I Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak, Alex Sandra Djaoeng, berharap PLN benar-benar melakukan pembenahan menyeluruh setelah blackout yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurutnya, selain mempercepat pemulihan, PLN juga perlu memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman.
"Ini satu-satunya BUMN yang menyediakan tenaga listrik kepada masyarakat. Kami berharap ada kompensasi, misalnya berupa voucher atau bentuk bantuan lainnya bagi pelanggan yang terdampak," katanya.
Alex juga menyoroti minimnya informasi resmi selama pemadaman berlangsung. Ia menilai banyaknya jadwal pemadaman yang beredar di media sosial justru membingungkan masyarakat.
"Ke depan informasi pemadaman harus disampaikan langsung oleh manajemen atau Humas PLN. Jangan sampai masyarakat menerima informasi yang simpang siur sehingga tidak siap saat listrik tiba-tiba padam," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Pontianak, Hendry Pangestu Lim. Ia berharap target pemulihan yang disampaikan PLN benar-benar terealisasi pada 11 Juli.
"Tadi Bu GM menyampaikan tanggal 11 Juli akan normal kembali. Mudah-mudahan jangan meleset. Kalau meleset, kami siap mengajak masyarakat datang dan menginap di kantor PLN," katanya.
Selain itu, Hendry kembali mengingatkan agar PLN memenuhi kewajibannya memberikan kompensasi kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku apabila terjadi pemadaman dalam durasi tertentu.
Ia juga mengungkapkan kerugian yang dialaminya akibat blackout. Sebanyak sembilan ekor ikan arwana miliknya mati dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp90 juta. Tak hanya itu, keluarganya yang memiliki bayi berusia tiga hari terpaksa mengungsi ke hotel selama dua malam karena listrik padam.
Pihaknya pun tengah menyiapkan langkah hukum untuk mengajukan tuntutan ganti rugi kepada PLN.
"Belum lagi keluarga kami yang memiliki bayi berusia tiga hari terpaksa mengungsi ke hotel selama dua malam karena kondisi listrik padam. Masyarakat benar-benar merasakan dampaknya," ungkap Hendry.
Pertemuan tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat kepada PLN sekaligus memastikan proses pemulihan gangguan kelistrikan berjalan sesuai target, sehingga pasokan listrik di Kalimantan Barat dapat kembali normal pada 11 Juli mendatang. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini